
Gus Ikhsan mau mengajak Nesya blanja baju baju di sebuah mall, karena Nesya gak punya baju muslim sama sekali atupun hijab.
"Dek kita jalan ke mall yuk beli baju" ajak gus Ikhsan.
"Jalan jalan gus, ya udah ayo aku mau" jawab Nesya dengan senyum yang mengembang di sudut bibirnya, Nesya jadi punya fikiran untuk kabur nanti sewaktu jalan di mall.
"Yes dengan aku pergi jalan jalan dengan Gus Ikhsan aku jadi punya kesempatan buat kabur, lagian mana betah aku tinggal lama lama di sini" gumam Nesya yang mempunyai rencana untuk kabur.
"Ya udah dek sekarang bersiaplah, ingat ya pakai baju yang sopan" pesan Gus lkhsan yang lagi lagi menyuruhnya pakai baju yang serba panjang.
"Aduh gus kamu kan tau sendiri aku gak punya" jawab Nesya.
"Ya sudah kamu pakai celana jins panjang aja dan atasannya terserah yang penting pakai jaket" titah gus Ikhsan.
"Huff iya ya gus kamu itu cerewet banget sih"
Nesya segera bersiap, seperti yang di perintahkan oleh gus Ikhsan Nesya memakai celana jins panjang dengan di padukan tangtop berwarna putih, tidak lupa Nesya menambah jaket, Nesya memilih menggunakan sepatu kets bewarna putih sebagai alas kakinya, sementara rambutnya di biarkan tergerai indah, tidak lupa Nesya memoleh wajah cantiknya dengan make up tipis sehingga nesya terlihat sangat cantik.
kini Nesya mematut dirinya di delan cermin. "Gak pa pa aku pakai baju kaya gini, masih terlihat gaul dan cantik" gumam Nesya memuji dirinya sendiri.
"Ayo Gus aku udah siap" ujar Nesya setelah keluar dari walk in closet, sedangkan Gus Ikhsan malah terpesona dengan dandanan Nesya.
"Subhanallah dek kamu cantik banget" puji gus Ikhsan, menurut gus Ikhsan penampilan Nesya sudah menutup aurat tapi baju yang di kenakan itu pres body sehingga memperlibatkan lekuk tubuhnya, tapi Gus Ikhsan gak mau protes karena Gus Ikhsan tau itu baju Nesya yang lebih baik dadi pada yang lainnya pada parah semua.
"Aku kan memang cantik gus" balas Nesya yang membuat gus Ikhsan geleng geleng kepala.
"Dek kalau bisa kamu itu gak usah dandan berlebihan kaya gini, itu lipstiknya di hapus gih" ujar Gus Ikhsan yang membuat Nesya terblalak.
"Apa? kenapa mesti di hapus lagian ini bagus kok make upnya, lagian aku makainya cuma tipis gak tebel"
Entah kenapa gus Ikhsan gak rela jika istrinya terlihat cantik banget saat akan pergi keluar, gus Ikhsan gak terima saja istrinya di pandang banyak mata para lelaki di luaran sana.
"Itu lipstiknya aja dek di hapus"
"Gak, aku gak mau lagian ini itu warna lipstik kesukaanku"
__ADS_1
Nesya tetep kekeh gak mau menghapus riasannya, menurutnya dandanannya wajar kenapa mesti di hapus begitu fikir Nesya, lipstiknya juga warna nude bukan warna terang.
"Ya sudah kalau begitu kita gak jadi jalan" ujar Gus Ikhsan yang membuat Nesya kesal, gimana gak jadi orang Nesya udah bersiap dan gus Ikhsan membatalkannya begitu saja hanya karena masalah riasan.
"Ih kamu kok gitu sih gus, masak cuma masalah riasan saja sampai gak jadi jalan sih" balas Nesya dengan memanyunkan bibirnya.
"Kamu tinggal pilih saja mau jadi jalan atau gak?" tanya gus Ikhsan.
"Duh iya, iya nih aku hapus lagian kamu ribet banget sih gus"
Nesya mengambil tisu untuk menghapus riasan di wajahnya termasuk lipstik di bibirnya.
"Sini biar aku saja yang bersihin" gus Ikhsan mengambil tisu dari tangan Nesya lalu Gus Ikhsan segera menghapus riasan di wajah istrinya sedangkan Nesya hanya bisa nurut dari pada gak jadi jalan dan otomatis kalau gak jadi jalan Nesya jadi gak punya kesempatan buat kabur begitu fikir Nesya.
"Lho kok masih kelihatan cantik sih lagian semua riasannya udah aku hapus" gumam Gus Ikhsan dalam hati yang melihat Nesya masih tetap terlihat cantik walaupun tanpa make up.
"Udah kan gus, ayo" ajak Nesya yang udah gak sabaran, maksudnya gak sabaran ingin kabur sedangkan gus Ikhsan hanya mengangguk
Nesya berjalan duluan sedangkan Gus Ikhsan mengekor di belakang. "Gus Kita jalannya naik apa?" tanya Nesya.
Gus Ikhsan pergi mengeluarkan mobilnya dulu dari garasi sementara Nesya menunggunya di depan halaman rumah dan gak sengaja ada Rahma dan satu santri yang bernama mela melintasi di depan situ jadi gak sengaja Rahma bertemu dengan istri dari Gus Ikhsan.
"Hay mbak, mbak e istrinya gus Ikhsan ya?" tanya Mela yang menyapa Nesya dengan ramah.
"Iya kamu siapa ya?" jawab Nesya dengan balik bertanya.
"Nama saya Mela Mbak salah satu santri di pondoknya kyai Ansory" jawab Mela
"Jadi kamu istrinya gus Ikhsan, Ck gak pantes banget kamu jadi istrinya gus Ikhsan, kamu gak ngaca masak iya gus Ikhsan dapat istri kaya gini modelnya" ujar Rahma secara tiba tiba yang membuat Nesya geram.
"Eh siapa sih kamu kok tiba tiba ngomong gitu sama aku, lagian kamu bener aku yang cantik gini gak cocok dengan gugus itu yang penampilannya norak gak kaya aku gaul, lagian kayaknya kamu tuh yang lebih pantes sama gugus, kalau kamu mau ambil saja sana" Balas Nesya dengan sengit.
"Memang aku akan mengambilnya darimu lagian kita berdua sudah di ta'arukan" ujar Rahma gak mau kalah sedangkan Mela memilih diam gak mau ikut campur lagian menurut Mela Nesya itu cantik banget hanya saja Nesya tidak menggunakan hijab di kepalanya.
"Silahkan ambil saja sana lagian cowok aku itu ganteng banget gak kaya gugus itu" tiba tiba terdengar suara dari arah belakang.
__ADS_1
"Dek mobilnya sudah siap ayo" ajak Gus Ikhsan dengan menggenggam tangan Nesya sehingga membuat Rahma geram.
"Eh Gus Ikhsan mau pergi?" tanya Rahma dengan sangat Ramah berbeda sekali dengan yang tadi saat berbicara dengan Nesya.
"Eh ada Rahma, iya Rahma saya mau pergi dengan istriku" jawab Gus Ikhsan yang membuat Rahma cemburu sedangkan Nesya memutar bola matanya malas mendengar pembicaraan Rahma yang sangat ramah tergadap gus Ikhsan padahal tadi sewaktu dengannya pedesnya minta ampun.
"Duh siapa sih nie perempuan gayanya sok alim tapi mulutnya itu lo kaya gak pernah di sekolahin" gumam Nesya dalam hati yang mendadak tidak suka dengan Rahma karena Nesya gak merasa kenal tapi udah di omongin yang pedes pedes.
"Mmmm, gus saya ikut ya" ujar Rahma dengan tak tau malunya.
"Maaf Rahma saya ada urusan dengan istri saya, mari Rahma, Mela saya duluan"
"Iya gus silahkan" jawab Mela dengan ramah sedangkan Rahma tidak terima sudah di tolak oleh gus Ikhsan.
Gus Ikhsan menggandeng Nesya dengan mesranya menurut rahma padahal gus Ikhsan hanya menggenggam tangan Nesya saja.
"Mbak Rahma yang sabar saja mungkin gus Ikhsan bukan jodohnya mbak Rahma, ikhlasin saja mbak dari pada mbak Rahma di poligami itu akan makin sakit, lagian sepertinya gus Ikhsan sangat menyayangi istrinya" ujar Mela memberi nasehat kepada Rahma.
"Gak bisa gitu dong Mela, aku ini udah ta'aruf duluan dengan gus Ikhsan eh malah di tinggal nikah duluan, pasti itu gara gara wanita murahan itu Mel" jawab Rahma yang gak terima gus Ikhsan menikahi Nesya.
"Lagian kan baru ta'aruf Rahma belum di khitbah jadi ya tidak masalah" ujar Mela.
"Kok kamu malah belain istrinya gus Ikhsan sih Mel" balas Rahma agak emosi.
"Bukan begitu aku kasihan saja nantinya sama kamu Rahma jika tetep maksa ingin di nikahi gus Ikhsan kan posisi kamu jadi istri kedua"
"Ya gak apalah Mel lagian biasanya istri kedua lebih diutamain dan lebih di sayang ketimbang istri pertama"
"Ya sudah terserah kamu saja Rahma yang terpenting aku sudah berusaha menasehatimu" ujar Mela dengan geleng geleng kepala melihat sifat keras kepala dari Rahma.
"Lagian nih Ya Mel aku lebih pantes menjadi pendamping gus Ikhsan secara aku lebih tau agama lha dia sepertinya buta agama" tambah Rahma sedangkan Mela hanya menganggukkan kepalanya dari pada bicara sama Rahma gak ada habisnya begitu fikirnya.
BERSAMBUNG
MANA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR JANGAN LUPA LIKE, KOMEN , VOTE TERIMAKASIH
__ADS_1