
" Ih Ares lepasin, lagian kamu itu ngapain sih narik narik aku segala" ujar Serin dengan berusaha melepas cekalan tangan Ares.
"Eh aku mau ngajakin kamu kerja sama, mau gak?" tanya Ares mencoba memberi Serin sebuah penawaran.
Serin mengerutkan alisnya mendengar perkataan dari Ares. "Maksudnya kerja sama apaan?" jawab Serin dengan balik bertanya.
"kamu ingin El kembali sama kamu kan?" tanya Ares sedangkan Serin hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kita cari tempat yang enak aja buat bicara" ujar Ares sedangkan Serin nampak berfikir fikir.
"Ya udah deh boleh" jawab Serin yang membuat Ares tersenyum miring.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi kesebuah Cafe dengan mengendarai mobilnya sendiri sendiri.
"Ya udah buruan kerja sama apa yang kamu maksud?" tanya Serin setelah mereka sampai di sebuah Cafe.
"Sabar dulu lah Ser, kita pesen minum dulu kek" Ares memesan minuman terlebih dahulu sedangkan Serin memutar bola matanya malas karena harus berlama lama dengan Ares.
Setelah minuman pesanan mereka telah Datang Ares langsung meminumnya karena dia memang sudah merasa haus.
"Jadi begini Ser kamu kan masih menginginkan El sedangkan aku sangat mengukai istrinya yang cantik itu, jadi aku mau membantumu untuk mendapatkan El kembali tapi kamu juga harus bantuin aku untuk mendapatkan istrinya, bagaimana?" tanya Ares.
"Owh jadi kamu ternyata menyukai istrinya El , dasar licik kamu Ares" ujar Serin dengan geleng geleng kepala karena Ares kini memanfaatkan dirinya .
"Halah, kamu mau tidak?" tanya Ares yang berharap Serin akan mau di ajak kerja sama.
"Bagaimana aku terima gak ya penawaran dari Ares, ini kesempatan buat aku bisa kembali lagi dengan El" gumam Serin yang tampak berfikir fikir.
"Ya udah deh boleh" jawab Serin yang akhirnya menerima tawaran dari Ares.
"Nah gitu dong, kalau gitu kan kita sama sama licik hahaha" ujar Ares dengan tertawa.
"Lalu selanjutnya apa yang akan kamu lakuin?" tanya Serin sedangkan Ares langsung membisikkan sesuatu ke telinga Serin.
"Bagaimana setuju tidak? dengan begitu kamu bisa bersama El sedangkan aKu bisa bersama dengan istrinya"
__ADS_1
"Mmmm bagus juga ide kamu itu" jawab Serin yang setuju dengan ide yang di berikan oleh Ares.
"Siapa dulu Ares" balas Ares yang malah membanggakan dirinya sehingga membuat Serin memutar bola matanya jengah.
***
Sementara Nesya sudah waktunya untuk sholat magrib tapi Nesya masih sibuk memainkan ponsel di tangannya sedangkan Gus Ikhsan yang melihat istrinya begitu sudah gak bisa tinggal diam, jika selama ini sewaktu Nesya tidak mau di ajak sholat dan Gus Ikhsan selalu membiyarkannya tapi tidak untuk kali ini, gus Ikhsan tidak bisa membiarkan istrinya yang selalu melewatkan waktu Shalatnya.
"Dek Nesya ayo sholat jangan main hape terus" ajak Gus Ikhsan yang menegur istrinya yang selalu memainkan benda pintar di tangannya.
"Aku gak sholat Gus, kalau kamu mau sholat ya udah sana sholat sendiri" jawab Nesya yang membuat Gus Ikhsan jadi kesal, masak iya istrinya itu malah mementingkan hapenya di bandingkan dengan sholatnya.
"Ayolah dek sholat dulu nanti baru main hape lagi" ajak Gus ikhsan lagi.
"Aku kan udah bilang gus jika aku gak mau sholat gus" jawab Nesya dengan masih fokus ke layar ponselnya.
Melihat istrinya gak mau Sholat gus Ikhsan lantas merampas hape Nesya secara tiba tiba.
"Ih gus kembalikan ponselku" ujar Nesya yang berusaha mengambil ponselnya kembali dari tangan gus Ikhsan sedangkan Gus Ikhsan mengangkat ponsel Nesya dengan tinggi tinggi supaya Nesya tidak bisa mengambilnya.
"Aku gak akan kembaliin ponsel kamu ini dek, tapi kalau dek Nesya mau sholat nanti baru aku kembaliin ponselnya dek" ujar Gus Ikhsan yang malah memberikan Nesya sebuah pilihan.
"Ya udah buruan dek Nesya ambil wudlu dulu" titah Gus Ikhsan sedangkan Nesya dengan terpaksa masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudlu.
Gus Ikhsan tidak ikut sholat berjama'ah di pondok, untuk saat ini gus Ikhsan lebih memilih sholat di dalam kamar besama Istrinya karena Istrinya itu juga butuh bimbingan, kalau Gus Ikhsan langsung menyuruh istrinya itu untuk ikut sholat berjama'ah bersama anak anak pondok sudah pasti Nesya akan menolaknya.
Setelah Nesya selesai mengambil wudlu gus Ikhsan langsung memberikan sebuah mukena cantik untuk istrinya.
"Kamu pakai ini ya dek"
Nesya langsung mengambil mukena itu dari tangan gus Ikhsan tapi tidak sampai bersentuhan sehingga tidak membatalkan wudlunya.
"Subhanallah kamu cantik banget dek memakai mukena itu" gumam Gus Ikhsan dalam hati yang mengagumi kecantikan Nesya sewaktu Nesya sudah memakai mukena yang di berikannya barusan.
Gus Ikhsan langsung memulai sholatnya ketika melihat istrinya sudah siap, Gus Ikhsan menjadi imam sholat untuk Nesya, setelah mereka menjalankan sholat Gus Ikhsan langsung memberikan tanganya supaya Nesya langsung menyalami dan mencium pungung tanganya, sedangkan Gus Ikhsan tidak berani membalas untuk mencium kening istrinya, gus Ikhsan takut jika istrinya akan menolaknya.
__ADS_1
"Dek aku mau ke pondok dulu ya" pamit Gus Ikhsan yang ingin pergi kepondok untuk ziyadah dan muroja'ah.
"Iya tapi kembalikan dulu hapeku gus" balas Nesya yang meminta supaya hapenya di kembalikan.
"Hurffftt" gus Ikhsan menghembuskan nafasnya kasar karena istrinya itu gak bisa lepas sama yang namanya hape. "Ya udah ini hape dek Nesya, tapi ingat ya Dek jika waktunya Sholat dek Nesya harus Sholat kalau tidak aku tidak akan mengembalikan hape dek Nesya lagi" pesan gus Ikhsan dengan memberikan ponsel milik Nesya.
"Iya ya gus Kamu itu cerewet banget sih" jawab Nesya dengan mengambil ponselnya dari tangan gus Ikhsan.
Nesya langsung tersenyum senang ketika ponselnya sudah kembali ke tangannya sedangkan gus Ikhsan hanya bisa geleng geleng kepala melihat sikap Nesya, setelah itu Gus Ikhsan langsung pergi ke pondok.
Nesya sudah memblokir nomer Bryan di ponselnya karena Nesya sudah tau jika malam itu Bryan sudah mempunyai niat jahat kepadanya, sebelumnya Nesya gak habis fikir dengam Bryan yang tega mau berbuat hal keji terhadapnya.
Sedangkan di sisi lain Bryan di buat pusing memikirkan Nesya, Bryan jadi frustasi karena mendengar berita pernikahan Nesya, kini sudah gak ada harapan lagi baginya untuk mendapatkan Nesya.
"Bryan kapan kamu akan mengenalkan pacar kamu itu kepada mamah dan papah katanya kamu akan mengenalkanya tapi kapan? ingat Bryan umur kamu itu sudah dewasa sudah waktunya untuk menikah" ujar mamah Bryan yang menagih janji Bryan yang katanya akan memperkenalkan wanitanya tapi sampai sekarang Bryan belum mengenalkannya juga, saat ini posisinya keluarga Bryan sedang makan malam bersama.
"Bryan gak tau mah" jawab Bryan yang sudah gak mungkin mengenalkan Nesya sebagai kekasihnya karena Kini wanita pujaan hatinya sudah menikah.
"Loh kok gak tau sih Bryan katanya kamu akan segera mengenalkannya kepada kami" balas papahnya yang kini ikut angkat bicara.
"Bryan gak jadi mau mengenalkannya karena sekarang wanita yang Bryan sukai malah sudah menikah" jawab Bryan dengan jujur.
papah dan mamah Bryan langsung mengehela nafasnya kasar ketika mendengar pengakuan dari Bryan. "Ya sudah kalau begitu keadaannya mamah dan papah akan menjodohkanmu Bryan" ujar papahnya yang membuat Bryan terkejut.
"Apa? di jodohin, gak pah Bryan gak mau di jodohin" tolak Bryan yang masih mencintai Nesya.
"Pokoknya mau gak mau kamu harus mau Bryan, kita sudah ingin menimang cucu, mau sampai kapan jika harus Menunggumu mengenalkan calon menantu untuk kami" ujar papahnya yang tetep kekeh ingin menjodohkan Bryan.
"Iya Bryan papah kamu benar, mau gak mau pokoknya kamu harus mau kita jodohkan titik" tambah mamahnya tak terbantahkan, setelah itu papah dan Mamah Bryan langsung pergi meninggalkan Bryan sedirian di meja makan.
Bryan langsung membanting sendoknya di atas piring sehingga menimbulkan bunyi nyaring
PRANGGG
"Ah sial masak iya aku di jodohin sih udah kaya zaman siti nurbaya saja" gumam Bryan yang gak mau di jodohin.
__ADS_1
BERSAMBUNG.
MANA LIKE KOME VOTE DARI KALIAN?????