
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH BINTANG LIMA YA TERUS MASUKIN BUKU INI KE DAFTAR FAVORIT KALIAN
*********
"Serin" panggil El kepada wanita cantik dan sexy yang berada di lobby hotel itu, sedangkan wanita cantik yang dipanggil El dengan sebutan Serin itu langsung menoleh ke arah sumber suara.
"El " gumam wanita cantik yang di panggil Serin itu ketika melihat El berada di hotel yang sama dengannya.
Serin bener bener merasa terkejut kala melihat El, Serin ingin segera kabur dari situ tapi dengan sigap El langsung melepas genggaman tangan Najwa dan malah mengejar Serin yang hendak kabur, sedangkan Najwa merasa cemburu kala melihat suaminya malah mengejar wanita lain.
Serin itu kekasih El, tapi setahun yang lalu Serin tiba tiba saja meninggalkan El tanpa kejelasan apapun, El sudah berusaha mencari keberadaan Serin tapi El tak pernah menemukannya, eh malah sekarang gak sengaja bertemu di bali.
El hanya ingin tau apa alasan Serin sehingga meninggalkannya begitu saja tanpa kejelasan, berapa bulan terakhir ini El sudah mulai bisa melupakan Serin sehingga berakhir menikahi Najwa, tapi kini dirinya malah dipertemukan kembali dengan kekasihnya dulu.
"Serin tungu, Serin" panggil El dengan mengejar Serin sedangkan Najwa dan Rania mengikuti El dari belakang.
El berlari dan meraih tangan Serin sehingga membuat wanita cantik itu berhenti berlari. "El lepasin El" ujar Serin dengan memberontak.
"Serin aku butuh penjelasan dari kamu" jawab El dengan melepas tangan Serin, entahlah El jadi tiba tiba teringat dengan pesan istrinya jika dirinya tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya
Belum sempat Serin membalas perkataan El tapi Najwa sudah menghampirinya.
"Mas El dia siapa?" tanya Najwa setelah berada di samping El.
"Di...dia Serin" jawab El yang tidak bilang jika Serin ini mantan kekasihnya dulu, entahlah bisa di sebut mantan kekasih atau kekasih karena diantara mereka berdua belum ada kata putus.
"Dia siapa El?" tanya Serin dengan menunjuk ke arah Najwa.
"Dia istriku" jawab El dengan jujur sehingga membuat Serin terkejut, Serin kira El masih setia menunggunya tapi buktinya kini El malah sudah menikah.
"Tega kamu El menghianatiku" ujar Serin dengan memukul dada bidang El.
"Kok kamu malah nyalahin aku sih, seharusnya aku yang nanya kenapa kamu malah pergi ninggalin aku?" tanya El.
"Ternyata aku salah aku fikir kamu akan setia menunggu kembali El, tapi kenyataannya apa, kamu malah sudah menikah dengan wanita lain, aku masih mencintaimu El dari dulu hingga sekarang" jawab Serin dengan menangis, sedangkan El yang mendengar pengakuan cinta dari wanita yang dulu di cintainya jadi bingung harus berbuat apa, di satu sisi dia sudah punya istri tapi di sisi lain El jadi merasa bersalah dengan Serin, karena diantara mereka belum ada kata putus tapi dirinya malah sudah menikah dengan Najwa.
Sedangkan Najwa sudah bisa menebak sekarang, Najwa menebak jika wanita yang di kejar suaminya itu adalah mantan kekasihnya.
__ADS_1
Mata Najwa jadi berkaca kaca menyaksikan suaminya dengan mantan kekasihnya yang sedang berseteru seakan dirinya orang ketiga yang hadir diantaranya.
najwa lebih memilih pergi dengan air mata yang berjatuhan, dirinya tidak kuat jika harus menyaksikan antara suaminya dan mantan kekasihnya, sedangkan Rania yang melihat Najwa pergi segera menyusulnya, Rania takut jika nyonya nya kesasar atau hilang bisa bisa nanti dia di amuk oleh tuanya.
"Nyonya tunggu" ujar Rania dengan mengejar Najwa yang terus berlari.
"Nyonya tunggu nyonya, nyonya mau kemana?" tanya Rania sehingga membuat Najwa berhenti.
"Apa kamu mengenal wanita itu?" tanya Najwa kepada Rania, Najwa mengira Rania pasti tau siapa wanita itu karena Rania sudah cukup lama bekerja dengan suaminya.
"Emmmm..." Rania tanpak bergikir fikir antara memberitahu Najwa atau tidak, Rania hanya takut malah di salahkan nantinya.
"Katakan saja tidak apa apa aku hanya ingin tau"
"Sebenernya dulu wanita itu adalah kekasih tuan El nyonya namun setahun belakangan ini saya sudah tidak pernah melihatnya, saya mengira mereka sudah putus" jawab Rania dengan jujur.
"Jadi bener dugaanku jika wanita itu adalah mantannya mas El" gumam Najwa dalam hati.
"Nyonya sebaiknya kita kembali ke kamar saja ya, saya takutnya nanti nyonya jadi nyasar lagi karena gak tau daerah sini" ajak Rania yang langsung di angguki oleh Najwa.
Akhirnya Rania dan Najwa memilih untuk kembali ke kamar, lagian Najwa sudah gak mood untuk pergi jalan jalan karena melihat suaminya mengejar wanita lain, apalagi wanita itu masih mencintai suaminya dan najwa jadi berfikir jika suaminya juga masih mencintai wanita itu, buktinya suaminya sampai mengejarnya tadi.
Sesampainya di kamar hotel Najwa langsung membersihkan dirinya lalu setelah itu Najwa langsung mengambil air wudlu untuk melaksanakan sholat, Najwa ingin mengadu kepada allah dan semoga saja allah memberinya jalan keluar tanpa harus berpisah dengan suaminya.
Sedangakan El belum menyadari jika istrinya sudah pergi.
"Apa? kamu bilang cinta? kalau kamu memang mencintaiku kamu gak akan pergi meninggalkanku" ujar El yang bingung dengan jalan fikiran Serin, katanya cinta tapi malah pergi meninggalkannya tanpa kejelasan.
"Kamu gak tau alasanku yang sesunguhnya El, aku kira kamu masih setia menungguku" jawab Serin dengan menangis.
"Terus apa alasan kamu pergi meninggalkanku hem?" tanya El yang ingin tau kenapa Serin meninggalkannya.
"Maaf El aku belum bisa menjelaskannya sekarang yang pasti aku masih sangat mencintaimu" jawab Serin sedangkan El mengusap wajahnya kasar saat mendengar wanita yang pernah di cintainya mengucapkan kata cinta untuknya. "tapi sekarang apa kita masih bisa bersama El mengingat kamu sudah menikah" ujar Serin yang seketika membuat El teringat dengan istrinya.
"Najwa, astagfirullah Najwa mana, haduh kemana dia bukannya dia bersamaku tadi disini" gumam El dengam mengedarkan pandanganya untuk mencari istrinya yang ternyata sudah tidak ada.
Menyadari istrinya yang sudah pergi lantas El langsung meninggalkan Serin yang sudah di anggap mantan kekasihnya berbeda dengan Serin yang menganggap El masih kekasihnya.
"El, tunggu kamu mau kemana? kita belum selesai bicara El" teriak Serin saat El pergi begitu saja, tapi El tidak menghiraukan teriakan dari Serin karena El kebingungan mencari istrinya yang tiba tiba saja hilang.
__ADS_1
"Haduh kemana lagi Najwa, gawat kalau sampai hilang gimana, coba aku cari ke kamar aja deh siapa tau aja Najwa sudah kembali ke kamar" gumam El dalam hati dengan mencari istrinya.
Akhirnya El memilih kembali ke kamar karena filing El mengatakan jika istrinya itu kembali ke kamar, karena menurut El istrinya itu gak akan mungkin pergi sendiri mengingat dia telah melarangnya, jikalaupun istrinya pergi pasti dengan sekertarisnya.
Sesampainya di dalam kamar ternyata filingnya benar El melihat istrinya itu sedang sholat sehingga membuat El bernafas dengan lega.
"Huh syukur lah ternyata Najwa memang berada di kamar" gumam El lagi yang merasa lega telah menemukan istrinya di kamar.
El memutuskan untuk membersihkan dirinya lalu ingin segera melaksanakan Sholat, sekarang El sudah terbiasa menjalankan sholat lima waktu tanpa harus Najwa merayunya terlebih dahulu.
Setelah El seledai mandi dan berwudlu El melihat Istrinya yang duduk diatas ranjang dengan memainkan ponsel ditangannya.
"Sayang baju aku mana?" tanya El saat tidak menemukan baju yang disiapkan oleh istrinya karena biasanya setelah dia mandi pasti istrinya itu sudah menyiapkan baju ganti untuknya bahkan kadang sampai membantu mengenakannya tapi kali ini sepertinya istrinya itu tidak menyiapkan baju ganti untuknya.
"Mas El kan bisa ambil sendiri" jawab Najwa dengan ketus sehingga membuat El sedikit terkejut pasalnya sebelumnya istrinya tidak pernah berkata seperti itu.
Najwa sangat tau ajaran agama jadi Najwa tidak pernah sekalipun berkata ketus terhadap suaminya karena Najwa takut berdosa, bahkan kebanyakan Najwa yang suka merayunya hingga meluluhkan hatinya tapi kali ini Najwa bersikap ketus terhadap suaminya, itu semua Najwa lakukan karena merasa sakit hati dengan suaminya yang seenaknya malah mengejar wanita lain padahal dirinya sudah beristri.
"Tapi sayang aku gak tau dimana saja kamu menata baju bajuku, biasanya kan kamu yang siapin semuanya" ujar El yang masih menggunakan selembar handuk, El sudah terbiasa apa apa di layani oleh istrinya dan kini El jadi kebingungan ketika istrinya tidak menyiapkan baju ganti untuknya.
"Mas El ambil sendiri aja Najwa lagi males" jawab Najwa dengan hati yang begemuruh.
Kalau dirinya yang begitu pasti suaminya itu sudah pasti akan ngamuk, tapi suaminya sendiri malah begitu dan seolah olah gak merasa bersalah sekarang.
El sudah tau sekarang kalau istrinya itu sedang marah, Akhirnya El mengambil bajunya sendiri karena gak tau tata letaknya jadi El gak sengaja bikin berantakan.
Kini El sudah memakai sarung dengan atasan baju koko dan peci yang menghiasi kepalanya, setelah selesai bersiap El dengan segera melaksanakan sholat.
BERSAMBUNG
MANA DUKUNGANYA BUAT AUTHOR JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
__ADS_1