
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH BINTANG LIMA LALU MASUKKAN BUKU INI KE DAFTAR FAVORIT KALIAN.
*****
Di yogya Bryan menyuruh seseorang untuk menghias sebuah taman supaya taman itu terlihat indah dan terkesan romantis, rencananya Bryan ingin mengajak Nesya untuk dinner romantis dan Bryan juga ingin menembak Nesya yang sudah kesekian kalinya, Bryan berharap kali ini ditaman itu Nesya akan menerima cintanya.
"Nes nanti malam kita jalan yuk, aku mau mengajakmu ke suatu tempat" ajak Bryan saat mereka baru saja selesai mengurus sebuah kerjasama antar perusahaannya dan sekarang mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju ke hotel tempatnya menginap.
"Mmmm, gimana ya" jawab Nesya yang nampak berfikir fikir.
"Ayo dong Nes please, mau ya" ajak Bryan dengan memohon.
"Ya udah iya deh" balas Nesya yang akhirnya mau di ajak jalan oleh Bryan, lagian Nesya juga merasa bosan jika harus berdiam diri dikamar sepulang kerja.
Betapa Senengnya Bryan kala Nesya mau di ajaknya jalan, Bryan jadi gak sabar menunggu nanti malam, sesampainya mereka di hotel lantas mereka mesasuki kamar yang mereka pesan masing masing, kebetulan sekali kamar mereka berdua bersebelahan.
Setelah Nesya memasuki kamarnya Nesya segera mandi dan bersiap karena Bryan akan mengajaknya jalan, gak hanya Nesya begitupun juga dengan Bryan yang memilih langsung segera mandi dan bersiap.
Setelah selesai mandi Bryan segera berdandan semaksimal mungkin supaya terlihat lebih tampan dari biasanya, Bryan memilih memakai celana jins dan atasan kaos oblong lalu di padukan dengan kemeja, Bryan memakai minyak rambut dan membuat bagian depan rambutnya itu berdiri sehingga membuatnya semakin keren dengan gaya nya, tidak lupa Bryan meyemprotkan parfum ke beberapa bagian tubuhnya supaya wangi, dirasanya sudah sempurna lantas Bryan segera menghampiri Nesya ke kamarnya.
Sedangkan Nesya di dalam kamar gak mau terlalu ribet, Nesya memilih memakai celana jins serta atasan blus tanpa lengan sedangkan rambunya yang lurus dibiarkan tergerai begitu saja, walaupun dandanan Nesya tanpak sederhana tapi Nesya tetap terlihat cantik, tak lupa pula Nesya menyemprotkan parfum ke beberapa bagian tubuhnya supaya wangi, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu di kamarnya.
TOK ..... TOK ...... TOK
Nesya sudah bisa menebak jika Bryan lah yang mengetuk pintu kamarnya, dengan segera Nesya membukanya.
"Hay Nes udah siapkan?" tanya Bryan saat Nesya membuka pintu kamarnya.
"Iya udah nih" jawab Nesya.
"Kita langsung jalan aja ya" ajak Bryan yang langsung di angguki oleh Nesya.
Akhirnya mereka pergi berdua dengan menggunakan mobil yang sudah Bryan siapkan sebelumnya, sesampainya di lokasi Bryan langsung memakirkan mobilnya.
__ADS_1
"Eh Nes jangan turun dulu" ujar Bryan dengan menarik lengan Nesya di saat Nesya ingin turun dari mobil.
"Memangnya kenapa sih Bry?" tanya Nesya.
"Kamu harus pakai penutup mata dulu ya" Bryan ingin penutup mata Nesya dulu karena Bryan ingin memberinya sebuah kejutan.
"Kenapa harus pakai penutup mata segala sih, kamu gak lagi ngerjain aku kan" ujar Nesya dengan menyelidik.
"Ya enggaklah Nes, aku ada kejutan untukmu jadi kamu harus memakai penutup mata ini" jawab Bryan yang langsung menutup mata Nesya dengan sebuah kain, sedangkan Nesya mau gak harus menuruti Bryan.
"Ya ampun Bryan kan jadi gelap, aku gak bisa lihat jalan" ujar Nesya setelah Bryan selesai menutup matanya.
"Kamu tenang saja Nes nanti biar aku saja yang membantumu untuk berjalan"
Bryan segera turun dari mobil lalu Bryan memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Nesya dan setelah Nesya turun dari mobil Bryan dengan sigap langsung menuntun Nesya untuk berjalan.
Sekarang disinilah Nesya dan Bryan, mereka berdiri di sebuah taman yang sudah di hiasi oleh lilin dan balon di sekeliling taman dan di sana juga ada sepasang kursi dan satu meja yang di atasnya sudah tersaji aneka makanan yang lezat.
"Bryan udah sampai belum sih lama banget" ujar Nesya yang sudah ingin melepas penutup matanya.
"Iya ini juga udah sampai kok, bentar aku bukain penutup matanya" jawab Bryan yang langsung melepas menutup matanya Nesya.
Tapi tiba tiba senyum Nesya meredup kala mengingat buka El yang memberinya surprice itu, Nesya berharapnya El yang melakukan itu bukan Bryan.
"Gimana apa kamu suka?" tanya Bryan.
"Iya suka cuma lain kali kamu gak usahlah pakai acara gini segala" ujar Nesya karena Nesya takut Bryan akan kecewa untuk yang kesekian kalinya karena Nesya hak akan pernah bisa membalas perasaan Bryan, entahlah Nesya juga gak bisa membohongi perasaanya sendiri jika dirinya tidak mencintai Bryan.
"Memangnya kenapa lagian aku suka kasih kamu kejutan kaya gini, ya sudah mending kita sekarang langsung makan yuk kamu pasti sudah laper kan" ajak Bryan karena Bryan tau pasti Nesya itu belum makan sedangkan Nesya langsung menganggukkan kepalanya karena Nesya memang sudah merasa sangat lapar.
Bryan dengan Sigap menarik kursi untuk Nesya duduki setelah itu barulah Bryan duduk di sebelah Nesya.
"Wah makanannya kesukaan aku semua ya" ujar Nesya dengan berbinar kala melihat hidangan di atas meja. sengaja Bryan menyajikan makannan kesukaan Nesya semua karena Bryan tau banget apa makanan kesukaan Nesya.
"Kamu suka kan?" tanya Bryan.
__ADS_1
"Iya aku suka makanan ini" balas Nesya.
Nesya mulai mengambil makanan lalu Nesya segera memakannya dengan lahap, karena jujur saja makanannya sangat enak ditambah perutnya sudah lapar, sedangkan Bryan jadi tersenyum senang karena melihat Nesya yang makan dengan lahapnya.
Setelah selesai makan tiba tiba saja Bryan berlutut dengan megang sebuket bunga mawar di depan Nesya sehingga membuat Nesya jadi terkejut.
"Bryan kamu apa apaan sih ayo berdiri" ujar Nesya yang merasa takut jika Bryan akan menyatakan perasaannya kembali karena jujur saja Nesya tidak bisa menerimanya karena Nesya tidak mencintainya.
Bryan tidak bergeming Bryan tetap berlutut di hadapan Nesya. "Nesya aku tau aku sudah menyatakan perasaanku berkali kali dan berkali kali juga kamu telah menolakku, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu karena aku sangat mencintaimu" ujar Bryan yang menyampaikan perasaannya sedangkan Nesya jadi bingung, di satu sisi Nesya tidak mencintai Bryan dan di satu sisi lagi Nesya tidak tega menolaknya.
Nesya tanpak berfikir fikir dan Nesya memutuskan untuk tetap menolak Bryan karena Nesya tidak mau membohongi perasaannya sendiri lagian Nesya merasa kasihan dengan Bryan jika dia menerimanya dengan posisi tidak mencintainya, Nesya berfikir Bryan akan semakin sakit hati nantinya jika Bryan tau bahkan dirinya tidak mencintainya melainkan menerimanya hanya karena rasa kasihan.
"Maaf Bryan aku tidak bisa menerimanya" jawab Nesya yang seketika membuat Bryan menjadi kecewa untuk yang kesekian kalinya. "Maaf Bry aku mau ke toilet sebentar" Nesya langsung berdiri dan berjalan ke toilet meninggalkan Bryan begitu saja.
Sedangkan Bryan langsung menjabak rambutnya frustasi. "kenapa sih Nes kamu selalu saja menolak cintaku ,kenapa? lagian apa yang kamu harapkan dari El lagi, sekarang dia sudah punya istri" gumam Bryan yang seketika terduduk lemah di lantai.
Tiba tiba Bryan punya Niat yang gak baik terhadap Nesya. "Okey Nesya jika kamu tidak bisa aku miliki secara baik baik aku akan mengunakan cara lain supaya kamu bisa menjadi milikku seutuhnya" gumam Bryan dengan senyum miringnya.
Bryan segera berdiri lalu mengambil sesuatu dari saku celananya, kemudian Bryan memberikan sesuatu di dalam minuman milik Nesya yang masih tersisa, gak lama setelah itu Nesya sudah kembali dari toilet dan sekarang Nesya duduk kembali di sebelah Bryan.
"Bryan aku bener bener minta maaf ya, aku gak bisa menerimanya, aku gak bisa membohongi perasaanku sendiri" ujar Nesya dengan memegang kedua tangan Bryan.
"Iya aku gak pa pa kok sya, tapi kamu janji ya jangan pernah menghindariku kita masih bisa berteman" balas Bryan dengan santainya padahal dia sudah punya rencana lain, sedangkan Nesya gak ada curiga sama sekali dengan Bryan karena selama ini Bryan tidak pernah berbuat aneh aneh terhadapnya.
Tanpa rasa curiga Nesya langsung meminum minumannya yang masih tersisa tadi hingga tandas.
"Bagus sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya, hanya ini satu satunya cara supaya kamu bisa aku miliki" gumam Bryan saat melihat Nesya meminum minumanya yang tadi sudah di campur sesuatu oleh Bryan.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
TERIMAKASIH