Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Jalan ke pantai 1


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


*****


Akhirnya mereka ber empat sampai juga di pantai, Zeline segera turun karena sudah gak sabar ingin bermain air dipantai.


"Hey dek jangan main lari aja ntar kamu ilang lagi" terial Exel dengan geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya, sedangkan El ingin segera menyusul Zeline menyusuri pantai tapi langsung di cegah oleh Exel.


"Biar gue aja yang menyusul Zeline mending kamu temenin istri cantik kamu itu, ntar di ambil orang nangis kejer lo" Bisik Exel di dekat El sehingga El menguringkan niatnya yang ingin ikut Zeline.


"Kenapa mas kok bisik bisik" ujar Najwa yang baru turun dari mobil, sedangkan Exel sudah menyusul adiknya yang tanpak senang bermain air laut.


"Ha engak siapa yang bisik bisik, emang dasar si kodok aja tuh yang aneh aneh" jawab El.


"Kita susul Zeline ke sana yuk mas, lihat deh sepertinya seru banget main airnya" ujar Najwa dengan menunjuk ke arah Zeline.


"Boleh ayuk"


El menggenggam tangan Najwa untuk menyusul Zeline yang tanpak asyik bermain air dengan Exel.


"Ih kak Exel jangan gitu dong nanti bajuku basah" ujar Zeline karena Exel dengan iseng memercikkan air ke arah adiknya itu.


Karena tidak terima dirinya di siram air kini Zeline membalas kakaknya dengan balik menyiramkan air ke arah Exel dengan tanganya.


"Seru banget ya mas mereka" ujar Najwa yang melihat interaksi antara Zeline dan Exel.


"Iya, kadang aku itu iri banget sama Exel yang punya adik kaya Zeline enak banget ya punya saudara gak kaya aku yang cuma anak tunggal, sedari kecil aku itu sudah deket banget sama Zeline karena memang aku ingin punya adik perempuan" jawab El dengan memandang Zeline yang tersenyum ceria.


"Dia kan memang adik sepupu kamu"


"Iya tapi kadang aku itu sebel banget sama si kodok yang kaya gak boleh kalau aku deket sama Zeline" ujar El yang memang agak sebel sama Exel pasalnya sedari kecil Exel gak begitu suka jika El dekat apa lagi manjain Zeline sebagai adinya karena Exel bilang Zeline itu hanya adiknya.


"Mungkin Exelnya cemburu kali karena kamu terlalu sayang sama adiknya" jawab Najwa yang melihat suaminya itu sangat menyayangi adik sepupunya, Najwa sih memakluminya mungkin itu karena suaminya menginginkan adik perempuan.


"Ah masak atau jangan jangan kamu juga cemburu ya sama Zeline" ujar El yang sengaja ingin menggoda Najwa.


"Eng....enggak siapa yang cemburu"


"Owh iya seriusan kamu, terus itu kenapa muka kamu jadi merah gitu" ledek El sedangkan Najwa reflek langsung memegang wajahnya padahal suaminya itu hanya mengerjainya saja.

__ADS_1


"Mana enggak kok biasa aja"


"Hahaha ditipu mau aja" ujar El dengan ketawa sedangkan Najwa merasa kesal karena udah di kerjain.


Najwa dengan sengaja menyiaram air dengan tangannya ke arah suaminya. "wekkk" Najwa menjulurkan lidahnya untuk membalasnya.


"Owh berani kamu ya" El membalas Najwa dengan hal yang sama jadilah mereka saling menyiram antara satu dan yang lainnya dan mereka juga kejar kejaran di tepi pantai hingga akhirnya El gak sengaja melihat Nesya.


"Nesya" panggil El yang melihat Nesya sedang berada di pantai sendirian.


Nesya yang merasa namanya di panggil langsung menoleh ke arah sumber suara. "El, kok El bisa ada di sini sih" ujar Nesya yang merasa terkejut dengan adanya El dan istrinya yang berada di pantai yang sama.


Nesya malah berlari berusaha menghindari El, Nesya pura pura gak denger dan gak tau jika ada El di sana, niat hati ingi jalan jalan untuk menenangkan hatinya Eh malah gak sengaja bertemu El dengan istrinya pula, gimana gak makin panas tu hatinya Nesya.


"Nes, Nesya teriak El karena melihat Nesya malah berlari"


"Mana ada Nesya mas?" tanya Najwa yang tidak melihat adanya Nesya karena memang Nesya sudah pergi dengan berlari.


"Gak tu anak di panggil malah pergi" jawab El yang sudah tidak melihat Nesya lagi.


"Mungkin Nesya nya gak denger kali mas" ujar Najwa.


"Mas kita minum air kelapa yuk kayaknya seger deh" ajak Najwa yang ingin meminum air kelapa muda sedangkan El langsung menyetujuinya.


"Boleh ayok, Woy Zeline, Exel kita mau minum air kepala kamu mau gak?" tanya El dengan berteriak karena jarak mereka cukup jauh.


"Boleh kamu pesenin dulu aja buat kita sekalian sama cemilannya ntar kita nyusul" jawab Exel dengan berteriak pula.


"Ya udah ayo Najwa nanti biar mereka nyusul aja"


Akhirnya mereka berdua berjalan ke cafe yang berada di pinggir pantai dan setelah sampai di sana El langsung memesan empat air kelapa muda dan beberapa cemilan dan setelah itu Najwa dan El memilih tempat duduk untuk empat orang.


"Najwa aku ke toilet dulu ya, kamu gak pa pakan di sini sendiri" ujar El yang mendadak ingin buang air kecil.


"Iya gak papa mas tapi jangan lama lama ya" jawab Najwa yang di angguki oleh El.


"Eh dek udahan ah main airnya kita udah di tungguin tuh sama kak El dan kak Najwa di cafe" ujar Exel yang melihat Zeline masih asyik bermain pasir.


"Iya bentar ih Zeline kan lagi bikin istana pasir" jawab Zeline yang masih sibuk dengan pasir di tangannya.

__ADS_1


"Nanti kakak bikinin istana pasir yang bagus deh buat kamu sekalian nanti kakak fotoin kamu dengan istana pasir buatan kakak, gimana mau gak?" tawar Exel.


"Wah beneran kak Zeline mau" jawab Zeline dengan antusias.


"Tapi dengan syarat, kamu gak boleh minta kado ponsel ke kak El nanti biar kak Exel aja yang beliin, gimana?"


"Janji ya beliin Zeline ponsel keluaran terbaru" ujar Zeline dengan mengacungkan jari klingkingnya dan Exel dengan senang hati melingkarkan jari klingkingnya di jari klingking milik Zeline, entahlah Exel dari dulu selalu saja merasa cemburu jika melihat adik kesayangannya itu bermanja manja dengan El.


Sedangkan Ares yang kebetulan sedang berjalan dengan seorang wanita tidak sengaja melihat Najwa yang sedang duduk sendirian di dalam Cafe.


"Kamu pergilah aku mendadak ada urusan penting" ujar Ares yang mengusir wanita yang sedang jalan bersamanya hanya karena Ares melihat Najwa.


"Ta....tapi kan" belum selesai wanita itu berbicara Ares sudah memotongnya.


"Nih buat kamu dan aku minta sekarang juga kamu pergi" Ares memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan untuk wanita bayaran yang berada di sampingnya dam wanita itu dengan senang hati langsung menerimanya.


"Terimakasih" ujar Wanita itu yang memilih langsung pergi, setelah wanita bayarannya pergi Ares langsung nyamperin Najwa yang terlihat sendirian karen El sedang ke toilet.


"Hay cantik kita ketemu lagi disini" sapa Ares dengan lancangnga duduk di kursi sebelah Najwa, padal Najwa tidak mempersilahkanya duduk.


"Eh tuan bukannya anda itu rekan busnisnya mas El ya?" tanya Najwa yang masih mengenali Ares tapi Najwa merasa tidak nyaman dengan panggilan laki laki itu yang memanggilnya dengan sebutan cantik.


"Iya bener, lagian kamu ngapain di sini sendirian?" tanya Ares yang tidak melihat adanya El disana.


"Nggak siapa bilang aku sendirian aku tadi sama mas El kok disini" jawab Najwa dengan jujur.


Sedangkan El yang sudah kembali dari tolet di kejutkan dengan adanya Ares yang sedang ngobrol berdua dengan istrinya, El mengepalkan tangannya kuat melihat pemandangan itu, El tidak rela jika Najwa bersama dengan laki laki lain.


BERSAMBUNG


MANA SAWERANNYA BUAT AUTHOR


LIKE


KOMEN


VOTE


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2