Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Pernikahan Nesya dan gus ikhsan


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN


******


Di saat waktunya melaksanakan sholat ashar Najwa membangunkan suaminya yang masih tertidur karena tadinya Najwa bangun lebih dulu.


"Mas El ayo bangun ini sudah waktunya sholat ashar" ujar Najwa dengan menggoyangkan punggung suaminya, karena sekarang posisi tidur suaminya itu tengkurap.


"Hemmmm" gumam El dengan memejamkan matanya.


"Ayo buruan bangun mas, susah banget sih di bangunin lagian malu sama abah dan umi kalau mas El gak ikut sholat berjama'ah di mushola pondok" ujar Najwa yang langsung membuat El terbangun, El sampai lupa kalau sekarang dirinya sedang berada di rumah mertuanya.


"Ah iya sayang aku ikut sholat berjama'ah dengan abah" jawab El yang seketika langsung bangun.


"Ya udah makanya buruan mas El ambil wudlu" ujar Najwa sedangkan El langsung pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya secara kilat lalu setelah itu El langsung mengambil Wudlu sedangkan Najwa langsung mengambilkan perlengkapan suaminya yang akan di gunakan untuk sholat, dari sarung, peci hingga sajadah.


Setelah selesai mandi dan berwudlu El langsung mengenakan sarung, baju koko serta peci di kepalanya, uh suaminya itu bener bener terlihat tampan dengan pakaian itu.


"Sayang kamu juga ikut kan sholat berjama'ah di mushola?" tanya El.


"Iya Najwa ikut mas lagian Najwa sudah kangen sholat berjama'ah di mushola bareng anak anak pondok" jawab Najwa yang sudah bersiap mengenakan mukenanya.


Di saat Najwa dan El ingin keluar pintu kamarnya tiba tiba ada yang mengetuknya


Tok ..... tok ..... tok


Najwa yang mendengarnya segera membuka pintunya.


"Najwa kalian ikut sholat berjama'ah kan" tanya umi Aisyah yang mengira Putrinya itu masih tidur, tadinya umi Aisyah berniat membangunkan Najwa dan El siapa tau ajakan mereka jadi keblablasan tidurnya karena kecapekan.


"Iya umi ini udah siapa kok" jawab Najwa.


"Giman apa kepala kamu masih merasa pusing?" tanya Umi Aisyah yang masih mengkhawatirkan putrinya.


"Udah enggak kok umi, lagian umi gak usah khawatir" jawab Najwa sedangkan Umi Aisyah hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah itu mereka bertiga pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat berjama'ah sedangkan kyai Hasan sudah pergi duluan.


"Subhanallah ganteng banget siapa itu?" ujar salah satu santri putri yang melihat El berjalan berdampingan dengan Najwa dan umi Aisyah menuju mushola.


"Eh iya subhanallah gantengnya, apa dia suaminya mbak Najwa ya, denger denger mbak Najwa kan sudah menikah" saut teman sesama santri.


"Beruntungnya mbak Najwa dapet suami ganteng" jawab Santri yang lainnya.


"Assalamualiakum umi dan mbak Najwa" sapa para santri itu dengan bersamaan kala umi Aisyah, Najwa dan El melewatinya.


"Wa'alaikumsalam" jawab umi Aisyah, Najwa dan El secara bersmaan. "ikut sholat berjama'ah kan?" tanya Umi Aisyah.


"Iya Umi ini kita pada mau ke mushola" jawab Salah satu santri itu sedangkan Umi Aisyah hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Para santri putra berada di barisan depan dedangkan para santri Putri berada di barisan belakang, El ikut barisan depan dengan bergabung bersama para santri Putra sedangkan umi Aisyah dan Najwa berada di barusan belakang bareng para santri Putri sedangkan Kyai Hasan sebagai imamnya.


"Mbak Najwa itu tadi suaminya ya?" tanya salah satu santri putri yang kebetulan berada di sebelahnya.


"Iya, memangnya kenapa?" tanya Najwa.


"Enggak apa pa mbak suaminya mbak Najwa ganteng banget" jawab Santri itu dengan polosnya sehingga membuat Najwa ingin ketawa.


"Terimakasih" balas Najwa, Najwa juga membenarkan perkataan santri itu jika suaminya itu memang tampan.


Setelah selesai sholat berjama'ah sekarang disinilah Najwa, Najwa berada di dapur untuk membantu uminya memasak untuk makan malam nanti.


Kebetulan Umi Aisyah memasak menu makanan sesukaan Najwa tapi tiba tiba Najwa malah merasa mual mencium aroma masakan itu.


Seketika Najwa langsung memutahkan isi perutnya di wastafel yang berada di dapur.


Huek ..... huek ..... huek.....


"Najwa kamu kenapa?" tanya umi Aisya dengan membantu memijit tengkuk putrinya.


"gak tau umi Najwa merasa mual aja mencium bau masakan itu" jawab Najwa. "Akhir akhir ini Najwa merasa aneh dengan diri Najwa sendiri Umi, Najwa jadi sensitif, kepala juga sering merasa pusing dan kadang meras mual juga" ujar Najwa yang menyampaikan keluhannya terhadap uminya.


"Apa jangan jangan kamu hamil lagi Najwa" tebak Uminya karena yang Najwa sebutkan itu seperti ciri ciri orang hamil, dulu juga umi Aisyah merasa seperti itu saat mengandung Najwa dan Rizky.


"Apa Najwa ha .... hamil umi?" tanya Najwa yang merasa terkejut sekaligus seneng dengan perkataan uminya barusan.


"Itu kan baru tebakan umi, coba Najwa tes dengan alat kehamilan" jawab uminya memberi saran.


"Owh iya umi Najwa baru ingat jika Najwa belum mendapat tamu bulanan setelah menikah dengan mas El, kemarin sih sempat keluar flek sedikit kirain Najwa dateng bulan tapi ternyata nggak umi" ujar Najwa yang menceritakannya kepada uminya.


Umi Aisyah langsung tersenyum mendengar perkataan dari Putrinya, Umi Aisyah menebak jika putrinya sedang hamil, tapi Umi Aisyah tidak mau memberikan harapan kepada Putrinya sebelum ada buktinya, takutnya putrinya nanti akan kecewa.


"Ya sudah menurut umi, Najwa belilah alat tes kehamilan lalu Najwa coba tes" ujar umi Aisyah yang langsung di angguki oleh Najwa.


"Iya umi nanti Najwa akan membeli alat itu untuk mengetesnya" jawab Najwa dengan senyum bahagianya, Najwa berharap dirinya memang hamil pasti nanti suaminya itu akan seneng banget mengetahui jika ternyata dirinya hamil.


*****


Di rumah Nesya sedang di rias oleh MUA terkenal karena sebentar lagi acara pernikahannya dengan gus Ikhsan akan segera di gelar, Nesya terlihat begitu anggun dan cantik dengan pakaian adat yang di kenakannya.


Acara pernikahan Nesya dan gus Ikhsan di gelar dengan sangat sederhana mengingat pernikahan itu mendadak, Riska dan Ken tidak sempat membuat undangan, pesan makanan, Dekor dan yang lainnya, semua serba seadanya, ken berfikir suatu saat akan mengadakan pesta pernikahan untuk putri satu satunya itu.


Setelah gus Ikhsan mengucapkan ijab kabul akhirnya detik itu juga Nesya sudah resmi menjadi istrinya di mata hukum dan agama, setelah mengucap ijab kabul Nesya keluar dengan di dampaingi oleh mamahnya.


"Subhanallah cantiknya istriku, andai saja di tambah mengenakan hijab pasti akan lebih cantik" gumam Gus Ikhsan yang mengagumi kecantikan istrinya.


"Ayo Nesya ciumlah pungung tangan suamimu, sekarang nak Ikhsan sudah resmi menjadi suamimu" titah Riska dengan berbisik.


Dengan malas Nesya terpaksa mencium punggung tangan suaminya sedangkan Gus Ikhsan merasa bergetar hatinya saat Nesya mencium punggung tangannya, dengan hati berdebar debar gus Ikhsan mencium kening wanita yang beberapa menit yang lalu telah resmi menjadi istrinya.


"Selamat ya sayang semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, nesya jadilah istri yang berbakti terhadap suami, sekarang Nesya sudah resmi menjadi seorang istri maka menurutlah dengan suamimu Nak" ujar Riska dengan memeluk Putri kesayangannya.

__ADS_1


""Iya mah" jawab Nesya yang masih tanpak bersantai padahal setelah dia resmi di persunting oleh gus Ikhsan dirinya akan di boyong ke kota Solo di mana gus Ikhsan tinggal.


"Iya Nesya putri papah jadilah istri yang baik, menurutlah dengan suami karena mulai sekarang Nesya bukan tanggung jawab papah dan mamah lagi tapi sekarang Nesya sudah menjadi tanggung jawab suami Nesya" ujar Ken dengan memeluk Putrinya juga.


"Iya papah" jawab Nesya dengan membalas pelukan dari papahnya.


Setelah acara pernikahan yang sederhana itu selesai Umi Azizah dan Kyai Ansory memilih untuk kembali ke hotel padahal Ken dan Riska sudah menawarinya untuk menginap di rumahnya tapi Umi Azizah dan Kyai Ansory menolaknya karena sumua perlengkapannya berada di hotel.


"Gus kita bembali ke hotel dulu ya, besok pagi kan kita harus pulang ke solo" ujar Umi Azizah yang ingin kembali ke hotel.


"Iya Umi, Abah hati hati ya" jawab gus Ikhsan sedangkan umi Azizah dan kyai Ansory hanya menganggukkan kepalanya, umi Azizah dan kyai Ansory juga berpamitan kepada ken, Riska dan Nesya sebelum kembali ke hotel, mereka berdua kembali ke hotel dengan menaiki mobil yang sudah di sediakan oleh Ken, memang ken sengaja menyediakannya supaya besannya itu lebih mudah dan tidak nyasar jika ingin berpergian di ibu kota.


"Tuan saya..." belum selesai Gus Ikhsan berbicara tapi Ken sudah memotongnya.


"Kok panggilnya tuan, panggil kami papah dan mamah kerena sekarang nak Ikhsan kan sudah resmi menjadi menantu kami" ujar Ken yang sedari awal memang tidak suka jika gus Ikhsan memanggilnya tuan.


"Iya panggilnya sama dong seperti Nesya papah dan mamah" tambah Riska.


"Iya pah, mah, jadi gini sekarang kan Nesya sudah resmi menjadi istriku dan Ikhsan ingin membawa Nesya pulang ke solo" ujar Ikhsan menyampaikan keinginannya.


"Iya nak Ikhsan, nak Ikhsan berhak membawa puti kami kemanapun nak Ikhsan tinggal karena mulai sekarang Putri kami sudah menjadi tanggung jawab Nak Ikhsan" jawab Ken menyetujuinya.


"Apa? Nesya harus tinggal di solo, Nesya gak mau pah Nesya maunya tinggal disini dengan mamah dan papah" saut Nesya yang mendengar jika dirinya akan di ajak untuk tinggal di solo dengan suaminya.


"Sayang dengerin mamah, sekarang Nezya kan sudah menjadi seorang istri jadi menurutlah nak dengan suamimu, kamu akan berdosa jika tidak menurut" ujar Riska yang menasehati anaknya.


"Iya Nesya kamu harus ikut dengan suamimu" tambah Ken yang seketika membuat Nesya jadi cemberut.


"Ayo sekarang ajaklah suamimu untuk kekamar biar bisa istirahat" titah Ken.


"Ke kamar siapa pah?" tanya Nesya dengan polosnya sehingga membuat gus Ikhsan ingin ketawa, sungguh istrinya itu terlihat menggemaskan sekali dimatanya.


"Ya kamar kamu dong sayang kan sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suami istri jadi mulai sekarang kalian harus tidur berdua" jawab Riska yang membuat Nesya mlongo.


"Apa? ke kamarnya Nesya dan Nesya harus Tidur dengan dia gitu" ujar Nesya dengan menunjuk ke arah gus Ikhsan.


"Huss ...... Nesya" ujar papahnya dengan nada tegas sehingga membuat nyali Nesya menciut, akhirnya mau gak mau Nesya mengajak gus Ikhsan ke kamarnya.


Nesya merasa takut jika papahnya sudah bersuara tegas begitu, Nesya takut jika papahnya akan marah.


BERSAMBUNG


AYO MANA SEMANGATNYA BUAT AUTHOR JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


VOTE


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2