
Sesampainya di rumah sakit Najwa langsung di masukkan ke uang UGD dan tentunya El tidak di perbolehkan untuk ikut masuk.
"Maaf tuan mohon anda tunggu di luar saja biar pasien saya periksa dulu" ujar sorang dokter yang menahan El supaya tidak ikut masuk.
"Tolong berikan yang terbaik untuk istri saya dok" balas El.
"pasti tuan" setelah mengatakan itu dokter itu langsung menutup rungan UGD dan mau gak mau El menunggu di luar dengan duduk di kursi tunggu.
""Ya allah mudah mudahan Najwa gak kenapa kenapa" ujar El berdo'a dalam hati, El segera menghubungi mommynya untuk mengabarkan jika Najwa sedang berada dirumah sakit.
"Halo El" jawab Dara setelah sambungan telfonnya terhubung.
"Iya halo mom"
"Gimana sayang kamu jadi kan pulang hari ini?" tanya Dara.
"Jadi kok Mom bahkan sekarang El dudah ada di jakarta, tapi sekarang El sedang di rumah sakit Mom tadi sewaktu di bandara tiba tiba Najwa jatuh pingsan"jawab El yang membuat Dara terkejut.
"Apa? di rumah sakit? Najwa kenapa El?" tanya Dara dengan khawatir.
"El juga gak tau mah, sekarang Najwa baru di tangani oleh dokter" jawab El dengan lesu karena memikirkan istrinya.
"Ya sudah mommy dan Daddy akan segera menyusul kesana"
"Iya mam, El tunggu" setelah mengatakan itu El langsung memutuskan sambungan telfonnya secara sepihak.
Gak lama pintu UGD sudah terbuka dan El segera menghampiri dokternya untuk menanyakan keadaan istrinya.
"Dok gimana keadaan istri saya dok?" tanya El dengan tidak sabaran.
"Istri tuan tidak apa apa tuan" jawab dokter itu.
"Gak apa apa gimana orang istriku sampai pingsan begitu di bilang gak pa pa, dokter ini bisa periksa gak sih" ujar El dengan dada naik turun.
"Menurut pemeriksaan istri anda sehat sehat saja, hanya saja...." belum selesai dokter itu berbicara sudah dipotong sama El.
"Hanya saja apa dok, bicara yang jelas dong jangan bertele tele" bentak El yang udah kesal dengan dokter itu.
"Perkiraan saya istri anda sedang hamil untuk memastikannya bisa di periksakan ke dokter obgyn" ujar Dokter itu yang membuat El sangat terkejut sekaligus terharu.
"Apa dok? istri saya hamil?" tanya El seakan tak percaya.
"Ini baru perkiraan saya tuan, nanti tolong diperiksakan saja ke dokter obgyn untuk lebih pastinya" jawab dokter itu.
"Baik dok terimakasih, apa saya sudah boleh bertemu dengan istri saya dok?" tanya El.
__ADS_1
"Nanti saja ya tuan kalau pasien sudah pindah ke ruang perawatan, istri anda masih belum sadarkan diri tapi tuan gak usah khawatir sebentar lagi juga akan siuman" jawab Dokter itu yang membuat El lega.
"Baik dok"
Setelah mengatakan itu doktet itu langsung pergi dan pertepatan dengan itu Dara dan Bima sudah sampai dirumah sakit.
"El gimana keadaan istri kamu?" tanya Bima.
"Iya El gimana keadaan Najwa?" tambah Dara yang sangat khawatir dengan keadaan menantunya.
"Deddy sama Mommy gak usah khawatir Najwa gak pa pa kok, kata dokter kemungkinan Najwa hamil" jawab El yang membuat Dara dan Bima menjadi tersenyum senang.
"Najwa hamil? berarti kita akan segera punya cucu mas dan kamu akan menjadi seorang ayah El" ujar Dara dengan memeluk El.
"Selamet Ya El karena sebentar lagi kamu akan menjadi Ayah" ujar Bima dengan menepuk punggung putranya.
"Iya Ded, El seneng banget" jawab El dengan senyum bahagianya.
"Ya sudah sekarang dimana Najwa?" tanya Dara yang ingin segera bertemu Najwa.
"Baru di pindahin ke ruang perawatan Mom" jawan El.
"Ya sudah sekarang ayo kita lihat El" ajak Bima yang langsung di setujui oleh El dan Dara.
"Sayang bangun dong, kamu pasti seneng banget jika mendengar kabar bahwa kamu hamil" ujar El dengan mencium punggung tangan istrinya.
"Memang kata dokternya gimana El?" tanya Dara.
"Kata dokternya sih sebentar lagi juga sadar Mom" jawab El yang langsung di angguki oleh Dara.
***
Kyai Ansory, umi Azizah, Gus Ikhsan dan Nesya kini sudah sampai di kediaman kyai Ansory, kedatangan mereka langsung di sambut oleh anak anak pondok.
"Selamat datang kyai, ustazah, selamat ya Gus Ikhsan atas pernikahannya" ujar para santriawan dan santriwati yang ikut menyambut kedatangan keluarga kyai Ansory, semua anak anak pondok sudah tau jika Kyai Ansory dan ustazah Azizah pergi ke ibu kota untuk menikahkan anaknya.
"Ya terimakasih" balas Gus Ikhsan sedangkan Nesya yang berjalan di samping gus Ikhsan hanya diam saja sewaktu melihat para anak pondok menyambut kedatangannya.
"Eh lihat tuh Istrinya Gus Ikhsan Cantiknya subkhanallah, itu orang apa bidadari" celetuk salah satu santri yang mengagumi kecantikan Nesya.
"Iya Cantik tapi kok sayang gak pakai hijab padahalkan dia ini istrinya gus" jawab teman sesama santri.
"Iya juga ya"
"Setau aku Gus Ikhsan kan sudah berta'aruf dengan mbak Rahma kok malah Gus Ikhsan udah Nikah duluan sama mbak cantik itu"
__ADS_1
"Aku juga gak tau, aku mikirnya juga gitu"
Begitulah ya kira kira kasak kusuk para anak pondok saat melihat istrinya Gus Ikhsan.
Sedangkan Rahma langsung merasa kesal dan marah saat melihat Gus Ikhsan membawa istrinya pulang ke pondok.
"Jadi ini istrinya gus Ikhsan, cantik sih tapi gak pakai hijab pasti gak sedrajat dengan keluarganya kyai, tidak masalah kita lihat saja nanti pasti aku istri yang lebih pantas untuk gus Ikhsan " gumam Rahma dalam hati saat melihat Nesya.
"Selamat datang Gus" sapa Rahma dengan lemah lembut.
"Iya Rahma terimakasih" jawab Gus Ikhsan dengan menyatukan kedua tangannya di depan dada.
"Ayo dek langsung masuk ke dalam rumah saja" ajak Gus Ikhsan dengan menggandeng Nesya sedangkan Nesya hanya nurut aja, karena Nesya belum tau posisi tata ruang di rumahnya Gus Ikhsan, Nesya belum tau di mana kamarnya jadi Nesya memutuskan hanya mengikuti Gus Ikhsan.
"Huffft masak aku harus tinggal di sini sih, apa aku bisa betah tinggal disini" gumam Nesya dalam hati dengan Sedih.
"Gus kamu ajak istri kamu istirahat dulu gih pasti capek habis perjalanan jauh" titah umi Azizah.
"Baik Umi" jawab Gus Ikhsan.
"Dek sekarang langsung istirahat di kamar aja ya pasti kamu capek kan" ujar Gus Ikhsan yang langsung di angguki oleh Nesya.
Gus Ikhsan segera mengajak istrinya ke dalam kamarnya. "Nah ini kamar kita dek"
"Mmmmm, lumayan juga kamarnya luas, rapi dan sepertinya nyaman" gumam Nesya saat memasuki kamarnya gus Ikhsan.
"Uhhh enaknya, gus aku mau langsung tidur ya, aku capek" ujar Nesya yang langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Iya dek kamu istirahat aja dulu" jawab Gus Ikhsan.
Sementara Nesya tidur tapi Gus Ikhsan malah yang memberesi baju baju Nesya untuk di taruh di Almarinya yang masih kosong, Gus Ikhsan di buat geleng geleng kepala melihat semua baju yang di bawa oleh Nesya, pasalnya semua baju yang di bawa Nesya itu baju Sexy semua.
"Ya allah dek Nesya masak baju kaya gini semua yang di bawa, ya udahlah nanti aku ajak beli baju gamis aja" gumam gus Ikhsan dalam hati saat memberesi baju bajunya Nesya.
BERSAMBUNG
MANA SEMANGATNYA BUAT AUTHOR JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
__ADS_1