Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Menyekap Bryan


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


******


Keesokan paginya setelah selesai sholat subuh El lebih memilih tidur lagi dengan alasan karena masih mengantuk, sedangkan Najwa lebih memilih langsung terjun ke dapur untuk membuat sarapan pagi untuk suaminya, setelah selesai membuat sarapan pagi Najwa kembali lagi kekamarnya untuk membangunkan suaminya.


Setelah sampai di dalam kamarnya ternyata suaminya itu sudah bangun dan sedang mandi karena terdengan suara gemercik air dari dalam kamar mandi, Najwa dengan cekatan segera menyiapkan semua keperluan suaminya, dari kemeja, jas, celana, Dasi dan serentetan yang lainnya yang akan di gunakan suaminya untuk pergi ke kantor.


"Mas ini baju buat kamu pergi ke kantor ya" ujar Najwa yang di angguki oleh El.


Sekarang El udah gak kaget lagi jika apa apa selalu di layani oleh istriya, semua kebutuhannya dari A sampai Z di layani penuh oleh Najwa, terkadang El berfikir apa istrinya itu gak capek gitu bangun pagi bikin sarapan lalu mengurusnya yang akan pergi ke kantor, padahal El bisa melakukannya sendiri tapi Najwa selalu beralasan mencari pahala dan El udah gak bisa berkata apa apa lagi jika Najwa sudah berkata seperti itu.


Seperti sekarang ini istrinya itu membantu mengancingakan kemejanya, memasangkan dasinya memakaikan jam tangan dan sepatunya duh El bener bener bener merasa beruntung memiliki istri seperti Najwa.


"Udah mas sekarang kita sarapan dulu yuk baru pergi ke kantor" ajak Najwa yang langsung di iyakan oleh El.


"Okey sayang, aku juga udah laper ini" jawab El yang membuat hati Najwa berdesir, entahlah Najwa seneng banget di panggil sayang oleh suaminya.


Sesampainya di meja makan Najwa dengan cekatan mengambilkan omlet untuk suaminya sarapan pagi.


"Ini makanannya mas" ujar Najwa dengan menaruh makanan itu di depan meja suaminya.


"Gak sekalian di suapain gitu" kata El dengan asal pasalnya sedari tadi dirinya itu udah kaya anak TK yang apa apa harus di layani.


"Uhh suamiku manja banget sih, ya udah sini Najwa suapin" jawab Najwa yang membuat El menganga tak percaya pasalnya tadi El cuma asal bicara eh malah istrinya itu nyuapin beneran, udah kaya Daddynya aja makan harus di suapin sama Mommynya.


"Ayo a' " Najwa menyuapkan satu sendok makan dan mau gak mau El langsung menerimanya.


"Gak sekalian di kunyahin sayang" ujar El dengan mengunyah makanan di dalam mulutnya.


"Memangnya mas El mau Najwa kunyahin" jawab Najwa dengan polosnya.


"Habis kamu sedari tadi ngurusin aku ini lah itu lah gak capek apa kamu sayang"


"Nggak kan Najwa mau cari pahala" jawab Najwa sedangkan El hanya mengangguk nganggukkan kepalanya, terserah istrinyalah begitu fikirnya.


"Nanti kamu di rumah aja ya sayang gak usah ngintilin aku, soalnya aku sibuk hari ini" ujar El yang takut Najwa hari ini akan mengikutinya karena El hari ini punya misi untuk mengintrogasi Bryan.


"Iya ya Najwa di rumah aja tapi mas El janji ya jangan genit genit dengan wanita di luaran sana, jaga mata jaga hati biar gak kegoda tu sama sekertaris kamu yang sexy" pesan Najwa yang takut suaminya akan kegoda dengan wanita lain pasalnya suaminya itu ganteng dan kaya, wanita mana sih yang gak suka sama suaminya, pasti banyak wanita cantik di luaran sana yang menggoda suaminya begitu fikir Najwa.

__ADS_1


"Iya ya sayang kamu khawatir banget sih lagian kamu lebih sexy dan lebih cantik dari wanita manapun"


"Dasar gombal"


"Nggak aku serius sayang, owh iya ini ada kartu buat kamu, kamu bisa gunain buat belanja, atau buat beli keperluan kamu atau apalah terserah kamu" ujar El dengan memberikan kartu black card kepada istrinya.


"Mmmm kayaknya gak usah deh mas lagian Najwa gak perlua apa apa, lagian kan semua kebutuhanku sudah lengkap di beliin sama mas El" jawab Najwa dengan mengembalikan kartu black card itu kepada suaminya. "Najwa minta uang cas aja deh mas buat blanja keperluan dapur ke pasar"


"Apa? ngapain blanja kepasar nggak, blanjanya di supermarket aja"


El mengambil dompetnya lagi lalu mengambil uang seratus ribuan yang ada di dalam dompetnya. "ini uang cas buat kamu, dan ini tetap kamu pegang, terserahlah mau buat beli apa" ujar El dengam memberikan uang cas sebanyak lima juta rupiah dan El juga memberikan kembali kartu black cardnya ke Najwa.


"Ini gak kebanyakan mas"


"Nggak kamu pegang aja"


"Terimakasih mas El" ujar Najwa dengan mengecup pipi kanan El.


"Sayang aku ini mau berangakt ke kantor lo masak kamu godain sih"


"Aku gak godain kok mas itukan cuma kecupan tanda terima kasih aja karena mas El udah ngasih uang ke Najwa banyak banget"


"Ya udah deh sayang aku berangkat dulu" uang segitu mah gak ada artinya buat El.


"Apa aja sayang aku makan, asal itu masakan kamu" jawab El yang membuat Najwa seneng.


Karena sudah selesai makan El langsung berangkat sedangkan Najwa langsung mengantarkan suaminya kedepan, Najwa mengambil tangan suaminya lalu mencium punggung tangannya sebagai baktinya seorang istri sedangkan El membalas mencium kening istrinya, setelah itu El langsung masuk kedalam mobil sportnya dan melajukannya ke markas di mana Bryan di amankan.


Sekitar satu jam perjalanan barulah El sampai di markasnya yang terletak di tengah tengah hutan, tanpa menunggu lama El langsung masuk kedalam markasnya.


"Selamat pagi tuan muda" ujar semua anak buahnya dengan membungkukkan setengah badanya untuk menyapa El yang baru datang ke markas sedangkan El hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Di mana manusia iblis itu?" tanya El.


"Ada di ruang penyekapan tuan" jawab salah satu anak buahnya.


El langsung menuju ke ruang penyekapan dan di sana ternyata sudah ada Felix. "Selamat pagi bos" ujar Felix yang melihat El datang.


"Hemm" jawab El yang hanya dengan sebuah deheman.

__ADS_1


"Sialan kamu El lepasin aku" Bryan memberontak minta di lepaskan sedangkan El hanya tersenyum miring, sengaja El tidak memberitahu istrinya tentang dirinya yang akan mengeksekusi Bryan yang sudah menjebaknyan kalau El bilang takutnya Najwa akan melarangnya untuk membalas perbutan Bryan, El harus memberi peringatan ke Bryan karena ini sudah menyangkut masalah bisnis juga, berani beraninya Bryan menyuruh seseorang untuk mencuri berkas pentingnya.


"Berani sekali kamu bermain api denganku, padahal aku gak ada masalah denganmu tapi kenapa kamu mencari masalah denganku" ujar El yang sudah geram dengan Bryan yang merupakan rekan bisnisnya.


"Gak ada urusan kamu bilang, heh apa kamu itu gak nyadar gara gara kamu gadis yang aku cintai selalu aja menolak cintaku" jawab Bryan sehingga membuat El mengernyitkan alisnya.


"Gara gara aku, gadis? gadis siapa maksud kamu?" tanya El yang gak tau apa apa jika ternyata Nesya menyukainya dan El juga gak tau jika ternyata Bryan sangat mencintai Nesya teman sedari El kecil hingga saat ini.


"Kamu itu bodoh apa pura pura bodoh sih, Gara gara kamu Nesya selalu saja menolak cintaku"


"Tunggu tunggu, gara gara aku Nesya menolak cintamu, memang apa hubungannya cinta kamu ke Nesya dengan aku sehingga aku kamu kait kaitkan?"


"Jangan pura pura gak tau deh kamu, Nesya itu suka sama kamu makannya dia itu selalu saja menolak cintaku" jawab Bryan yang membuat El menganga tak percaya, apa tadi katanya Nesya menyukainya.


"Jangan mengada ada deh kamu, Nesya itu sudah aku anggap sebagai adik aku sendiri jadi mana mungkin dia menyukaiku"


"Terserah jika kamu tidak percaya tapi memang itu kenyataannya"


"Ape bener selama ini Nesya menyukaiku, rasanya aku tidak percaya" gumam El dalam hati yang tidak peracaya dengan ucapan dari Bryan.


"Udahlah gak usah omong kosong sekarang mana berkas yang telah kamu curi, kamu sudah mengibarkan bendera perang karena sudah berani bermain main denganku, orang suruhanmu sudah aku jebloskan kepenjara, apa kamu mau juga aku jebloskan kepenjara" ancam El yang membuat nyali Bryan menciut, kan bisa gawat jika dirinya di penjara pasti nama baiknya akan tercoreng begitu fikirnya.


"Berkasmu ada di tanganku"


"kalau sampai besok kamu tidak juga menyerahkanya padaku akan aku seret kamu ke penjara" ujar El yang langsung memilih pergi.


"El tunggu El lepasin aku, iya kau janji akan mengembalikannya" teriak Bryan yang membuat langkah El berhenti.


"Oke aku tunggu besok di jln xx, suruh orangmu buat mengantarkannya setelah itu baru aku lepasin kamu" jawab El yang langsung pergi dan Felix selaku asistennya langsung mengekori bosnya dari belakang.


"El lepasin aku El" teriak Bryan yang tidak di gubris oleh El, saat ini posisi Bryan sedang di ikat dengan posisi berdiri dari semalam, jujur saja Bryan udah capek berdiri terus dengan kedua tangan di ikat ke atas sedangkan kakinya di ikat di sisi kanan dan kirinya, Bryan ingin bebas.


BERSAMBUNG


AYO MANA SEMANGATNYA BUAT AUTHOR


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


TERIMAKASIH


__ADS_2