Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Ingin membuat perhitungan dengan Rahma


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


*******


Najwa menghubungi abah dan uminya yang berada di solo, jujur saja Najwa sangat kangen banget dengan keluarganya selain itu Najwa juga ingin menyampaikan kepada kedua orang tuanya jika yang menjebaknya adalah Rahma.


"Halo Najwa" jawab uminya di sebrang sana saat sambungan telfonnya sudah terhubung.


"Halo umi, Najwa kangen banget sama umi" ujar Najwa dengan meneteskan air matanya, Najwa sedari kecil tidak pernah berpisah jauh dengan keluarganya, tapi sekarang harus hidup berjauhan .


"Iya Najwa kami di sini semua juga kangen banget sama kamu Najwa, bagaimana kabar kamu sayang?" tanya uminya khawatir dengan keadaan anaknya yang jauh di sana.


"Alhamdulillah Najwa baik baik saja umi, bagaimana keadaan umi dan abah disana?" jawab Najwa dengan balik bertanya.


"Alhamdulillah kami disini juga baik baik saja Najwa, keluarga barumu baik kan sama kamu Najwa?" tanya uminya khawair jika saja anaknya di perlakukan semena mena di sana mengingat anaknya menikah karena sebuah kecelakaan.


"Umi gak usah khawatirkan Najwa disini, karena kedua mertua Najwa sangat baik dengan Najwa begitupun Mas El, dia juga sayang banget dengan Najwa mereka tidak pernah jahat dengan Najwa" jawab Najwa yang membuat uminya menjadi lega.


Uminya Najwa sangat bersyukur sekali jika anaknya itu di terima di keluarga dari pihak suaminya.


"Owh iya umi apa abah ada? Najwa ingin bicara penting" ujar Najwa yang ingin menceritakan ke keluarganya tentang Rahma yang sudah menjebaknya.


"Ada Najwa sebentar ya umi panggilkan"


Aisyah segera memanggil suaminya yang sedang berada di dalam kamar, pasalnya tadi sehabis mengajar para santri Kiyai Hasan langsung masuk ke dalam kamar. "Abah ini ada Najwa telfon katanya ingin bicara penting " ujar Aisya memberitahu.

__ADS_1


"Ah iya Umi bawa sini ponselnya " kemudian Aisyah segera memberikan ponselnya ke suaminya dengan mengeraskan volume suaranya supaya Aisyah bisa ikut mendengar dengan apa yang ingin putrinya sampaikan.


"Halo Najwa ada apa nak kamu baik baik saja kan disana?" tanya abahnya yang sama khawatirnya dengan istrinya.


"Alhamdulillah Najwa baik baik saja abah, abah gak usah khawatirkan Najwa disini karena kedua mertua serta suami Najwa sangat baik dengat Najwa" jawab Najwa yang membuat perasaan abahnya nenjadi lega.


"Tadi katanya ada yang ingin kamu sampaikan sama abah apa itu nak?" tanya Abahnya penasaran.


"Abah, umi ternyata yang menjebak Najwa waktu itu adalah Rahma, Mas El sudah menyelidikinya abah, dan Najwa benar benar tidak menyangka jika Rahma bisa berbuat hal sekeji itu terhadap Najwa" jawab Najwa yang membuat abah dan uminya sangat terkejut.


Rahma adalah santrinya dan sekarang statusnya sudah mengajar di pondok pesantrennya, bagaimana bisa Rahna tega berbuat hal sekeji itu, kiyai Hasan dan istrinya hampir tidak percaya dengan berita yang Najwa sampaikan.


"Astagfirullah halazim Najwa tega sekali Rahma berbuat begitu pada putri abah" ujar Kiyai Hasan dengan mengelus dadanya begitupun dengan umi Aisyah yang yang tanpak bengong dengan kabar yang di sampaikan oleh Putrinya, memang Rahma itu dulunya Santri yang paling bandel di pondoknya kiyai Hasan pasalnya dulu sewaktu pertama kali kedua orang tuanya Rahma memasukkan Rahma ke pondok pesantren kiyai Hasan Rahma sering mencoba untuk kabur dan bahkan Rahma itu juga sering membuat keributan dengan santri yang lainnya.


"Abah tidak terima umi dengan kelakuan keji Rahma, Abah tidak mau lagi ada orang seperti Rahma mengajar di pondok Abah, padahal Rahma itu paham betul dengan ajaran agama tapi kenapa malah dia sengaja berbuat dosa besar" ujar kiyai Hasan yang ingin membuat perhitungan dengan Rahma biar bagaimana pun perbuatan Rahma itu tidak benar dan melanggar hukum agama, kemana ilmu yang dia pelajari sehingga berani membuat dosa besar.


"Abah, Umi Najwa hanya ingin memperingatkan Abah dan umi untuk berhati hati dengan Rahma, karena Rahma masih mengajarkan di pondok Abah kan"


Najwa cuma khawatir aja kalau Rahma juga akan berbuat hal yang tidak benar terhadap keluarganya di solo, padahal Najwa tidak merasa pernah menyakiti hati Rahma lantas apa alasan Rahma menjebaknya begitu fikir Najwa.


"Iya Najwa nanti abah akan membuat perhitungan dengan Rahma dan Abah juga akan mengeluarkan Rahma dari pondok abah,abah gak rela jika putri abah di perlakulan seperti itu, perbuatan itu sudah sangat keterlaluan nak"


"Umi setuju abah bahkan perbuatan Rahma itu bisa di laporkan kepolisi" tambah umi Aisyah yang seketika jadi kesal dengan Rahma, orang tua mana sih yang gak marah jika anaknya di perlakukan seperti itu, walaupun mereka dari keluarga yang alim dan taat beragama tapi tetep aja mereka itu hanya manusia biasa yang punya rasa kesal dan marah, terutama kiyai Hasan yang merasa marah dengan emosi yang meledak ledak cuma kiyai Hasan selalu berusaha untuk bersabar dan menahan emosinya, kiyai Hasa selalu mengecap istigfar di dalam hatinya ketika sedang marah padahal sebelumnya kiyai Hasan tidak pernah merasa seperti ini, biasanya kiyai Hasan selalu bersikap tenang dalam situasi apapun dan baru kali ini kiyai Hasan merasa marah sampai sebegitunya karena mengetahui salah satu santrinya berbuat keji terhadap putrinya.


"Menurut abah tidak perlu melaporkan Rahma ke kantor polisi itu akan mencoreng nama baik kita umi, kasian Najwa nanti akan menjadi bahan gunjingan orang biarlah Rahma allah yang akan membalasnya" ujar kiyai Hasan yang di setujui oleh Najwa.

__ADS_1


"Iya umi lagian kita ambil aja hikmahnya dari kejadian itu, mungkin saja memang gus Ikhsan itu bukan jodohnya Najwa, jadi gak usah melaporkan Rahma ke kantor polisi lagian Najwa malu umi jika semua orang tau dengan kejadian itu" saut Najwa di sebrang sana.


"Iya ya Umi kok gak kefikiran ke sana, ya udah umi setuju dengan abah dan Najwa"


"Ya udah Najwa kamu tenang saja nanti Rahma biar abah yang urus"ujar Abahnya sedangkan Aisyah hanya menganggukkan kepalanya setuju.


"Udah dulu ya abah Najwa hanya ingin menyampaikan itu, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab kiyai hasan dan Aisyah setelah itu panggilan telfonnya langsung di matikan oleh Najwa.


"Umi tolong kasih tau gus Rizky ya supaya datang kerumah soalnya nanti abah mau buat perhitungan dengan Rahma" titah kiyai Hasan.


"Baik abah nanti umi akan memberitahu gus Rizky tentang ini" jawab Aisyah yang di angguki oleh suaminya.


BERSAMBUNG


AYO MANA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR


LIKE


KOMEN


VOTE


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2