Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Alasan Serin meninggalkan El


__ADS_3

Seharian ini Serin berusaha mencari El di hotel itu karena Serin yakin El menginap di hotel yang sama dengannya kalau tidak gak mungkin mereka bisa ketemu di hotel yang sama, tapi Serin seharian ini tidak menemukan El, iyalah gak ketemu El karena El seharian keluar dari hotel untuk mengurus proyeknya.


Pagi ini Serin sudah standby di lobby hotel karena Serin Berfikir pasti El akan keluar dari hotel. "Aku akan menunggu El di sini, karena aku yakin El masih Disini, pasti nanti dia akan keluar dari hotel ini gak mungkin El di hotel terus, mudah mudahan El belum balik ke jakarta" gumam Serin dengan duduk di sebuah kursi yang berada di lobby hotel.


Sedangkan El dan Najwa sudah bersiap akan pergi ke solo pagi ini, El juga sudah memberitahu sekertarisnya jika dirinya akan pergi kesolo jadi El menyuruh sekertarisnya untuk pulang ke jakarta sendiri tapi kebandaranya tetap bersama karena kebetulan Rania mendapat penebangan pagi.


Mereka bertiga sudah turun mengunakan lift sesampainya di lobby El di kejutkan dengan adanya Serin yang tiba tiba saja datang menghampirinya.


"El tunggu kamu mau kemana?" tanya Serin saat melihat El membawa koper, Serin berfikir El akan pulang ke jakarta.


"Bukan urusan kamu" jawab El dengan cuek, El sangat kesal dengan Serin karena perempuan itu tidak mau mengatakan alasan kenapa dirinya meninggalkannya.


"Kamu kok gitu banget sih El sama aku padahal aku hanya ingin bicra sama kamu berdua" ujar Serin.


"Maaf aku gak bisa Rin kalau ingin bicara berdua karena aku sudah punya istri sekarang" balas El yang seketika membuat Serin jadi kesal, Serin memandang Najwa dengan tidak suka sedangkan Najwa hatinya bergemuruh saat melihat mantan dari suaminya terlihat menghampiri suaminya, Najwa sudah ingin langsung pergi dari sana tapi sayang tangannya di genggam erat oleh suaminya sehingga membuat Najwa gak bisa kemana mana.


"Ih mas ayo dong nanti kita bisa telat pergi bulan madunya" ujar Najwa yang ingin membuat mantan dari suaminya itu cemburu, entahlah sekarang perasaan Najwa jadi sensitif sedikit sedikit di ambil hati gak seperti biasanya padahal Najwa sudah mengucap istigfar berulang kali di dalam hatinya.


Sedangkan El ingin ketawa mendengar perkataan istrinya yang bilang mau pergi bulan madu, istrinya ini ada ada aja jadi bikin El makin gemes, El berfikir jadi ingin mengajak istrinya berbulan madu.


"Apa? jadi kalian kesini karena pergi bulan madu, tapi aku kok gak percaya ya masak bulan madu ngajak sekertaris" ujar Serin yang membuat Najwa kesal tapi Najwa memilih diam tidak membalasnya Najwa lebih memilih mengucap istigfar sebanyak banyaknya dalam hati supaya gak terbakar api cemburu.

__ADS_1


"Maaf ya Serin aku buru buru soalnya istriku udah gak sabar ingin bulan madu" setelah mengatakan itu El langsung mengajak istrinya pergi dari sana sedangkan Rania segera mengekor dari belakang, Serin di buat menganga dengan perkataan El barusan, sakit banget rasanya melihat orang yang kita cintai bersama dengan wanita lain.


"Gak El kamu pasti bohong aku tau kamu hanya ingin membalasku yang sudah meninggalkanmu, aku tau sebenernya kamu masih mencintaikukan El, lagian mana ada bulan madu pakai bawa sekertaris segala yang ada bulan madu itu ya hanya berduaan" gumam Serin yang gak percaya dengan ucapan El, Serin tau Rania itu sekertarisnya El karena dulu sewaktu dirinya menjadi kekasih El dirinya sering main ke kantornya El. "Aku pergi bukan berarti sudah tidak mencintaimu El justru itu semua aku lakukan karena aku sangat mencintaimu" Gumam Serin lagi dengan meneteskan air matanya.


Tiba tiba saja ponsel yang berada di tangannya berdering setelah Serin melihatnya ternyata dari mamanya, dengan malas Serin langsung mengangkatnya.


"Halo mah" jawab Serin.


"Halo Serin kapan kamu kembali anak kamu rewel mungkin kangen sama mamahnya" ujar mamah Serin menyampaikan.


"Haduh mamah dia bukan anakku lagian kan dulu mamah yang selalu melarang Serin untuk menggugurkan janin itu jadi sekarang mamah saja yang merawatnya Serin gak sudi, gara gara anak sialan itu aku jadi kehilangan El sekarang ma" balas Serin yang benci dengan darah dagingnya sendiri.


Serin pergi meninggalkan El karena dirinya hamil dengan laki laki lain, Serin sudah sering kali berusaha mengugurkan kandunganya karena Serin takut jika El akan tau lalu setelah itu El akan meninggalkannya tapi mamahnya selalu saja mengagalkan niatnya yang ingin menggugurkan kandungannya, mamanya selalu bilang jika dirinya mau merawat anaknya kelak jika anaknya sudah lahir kedunia sehingga Serin memilih pergi dan tinggal di surabaya untuk menyembuhnyikan kehamilannya terhadap El, makanya kemarin sewaktu Serin gak sengaja di pertemukan dengan El kembali dirinya memilih untuk berlari karena Serin belum siap bertemu dengan El, Serin bingung mau kasih alasan apa ke El tapi di situ Serin di buat terkejut saat mendengar El sudah menikah sungguh sakit rasa hatinya karena Serin masih sangat mencintai El.


Serin ke bali berniat liburan karena selama dirinya hamil dan melahirkan selalu menghabiskan waktunya di dalam rumah dan itu sungguh membuat Serin sangat jenuh dan stres, selama ini Serin tinggal di kota surabaya untuk menghindari El.


Serin memang tidak meminta pertanggung jawaban dari laki laki yang sudah menghamilinya karena Serin gak mencintai laki laki itu Serin hanya mencintai El.


Hayo tebak siapa kira kira laki laki yang tidak sengaja sudah menghamili Serin?


********

__ADS_1


"Rahma kok ibu lihat sekarang kamu di rumah terus biasanya di pondok pesantren?" tanya Ibunya Rahma yang merasa heran dengan anaknya karena Rahma terlihat di rumah terus padahal biasanya kesehariaannya selalu di habiskan di pondok pesantren.


"Iya Bu Rahma sekarang sudah tidak mengajar lagi di pondok pesantrennya kyai Hasan, rencananya Rahma mau mengajar dan mondok di pondok pesantrennya kyai Ansory aja lagian Rahma kan sudah berta'aruf dengan gus Ikhsan" jawab Rahma memberi alasan padahal yang terjadi sebenernya bukan seperti itu.


"Owhhh jadi begitu kirain ibu kamu ada masalah sehingga udah gak penah pergi ke pondoknya kyai Hasan" balas ibunya.


"Enggaklah bu lagian dengan begitukan Rahma bisa mengenal lebih jauh lagi dengan keluarganya gus Ikhsan, Rahma kan mau menjadi menantu di keluarganya gus Ikhsan Bu" ujar Rahma sedangkan Ibunya hanya mengangguk nganggukkan kepalanya mengerti.


Selama ini Rahma dan gus Ikhsan jarang berinteraksi secara langsung, mereka hanya sesekali berbalas pesan melalui aplikasi hijau itupun biasanya Rahma dulu yang memulainya sedangkan gus Ikhsan hanya sekedar membalasnya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SEMANGATNYA BUAT AUTHOR


LIKE


KOMEN


VOTE


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2