Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Ares yang membuat El kesal


__ADS_3

petugas keamanan yang melihat Najwa malah berlari langsung segera mengejarnya. "Hey tunggu mau kemana kamu" teriaknya, tapi Najwa tak menghiraukannya Najwa memilih masuk ke dalam lift, saat petugas keamaan itu sampai di dekat lift, lift itu sudah tertutup sehinga membuat Najwa jadi lega karena dikiranya Najwa udah lolos dari kejaran itu.


"Ya allah untung aja Najwa gak ke tangkep, kalau ketangkepkan bisa gawat apalagi Najwa gak ada siapa siapa di jakarta najwa hanya punya mas El di jakarta ini, bisa gawat ini kalau najwa sampai gak ketemu sama mas El bagaimana hidup najwa selanjutnya ya allah apa lagi uang Najwa udah menipis" gumam Najwa yang udah hampir menangis.


Melihat lift itu yang bergerak ke lantai paling atas lantas petugas keamanan itu dengan sigap menaiki tangga darurat untuk mengejar Najwa, sampai sampai petugas keamanan itu menghubungi teman sesama profesinya hanya untuk menangkap Najwa.


Sesampainyan di lift paling atas lantas Najwa segera keluar dari dalam litf, baru aja Najwa keluar dirinya udah di kejar lagi sama dua petugas keamanan. "Hey berhenti" ujar petugas keamanan itu yang melihat Najwa malah berlari.


"Haduh gawat ini bisa ke tangkep aku" gumam Najwa dengan terus berlari dan sialnya Najwa baru menyadari jika dirinya berada di lantai yang sangat sepi dan Najwa jadi kebingungan mau meminta bantuan siapa secara di situ gak ada orang, kemudian Najwa berniat untuk bersembunyi di suatu rauangan karena dua petugas keamanan itu terus mengejarnya.


Saat Najwa membuka pintu ruangan itu ternyata di dalam ada banyak orang dan Najwa juga melihat bahwa ada suaminya juga disana jadi Najwa memilih untuk berlindung di belakang tubuh suaminya. "Mas tolongin Najwa"


"Ada apa ini?" tanya El kala melihat istrinya masuk ke dalam ruangan itu dan di susul oleh dua petugas keamanan.


" Maaf tuan kami mengejar perempuan itu, karena perempuan itu bukan kariawan diperusahaan ini dan tingkahnya sangat mencurigakan karena saya sudah mengamatinya yang mondar mandir naik turun lift di perusahaan ini, saat saya tanya malah dia lari" jelas petugas keamanan itu.


Sedangkan Ares yang melibat Najwa memasuki ruangan itu langsung tersenyum senang. "Itukan wanita cantik tadi yang bertabrakan dengan ku, memang kalau jodoh tak kan kemana" gumam Ares yang melihat Najwa tiba tiba memasuki ruangan itu.


"Apa? kalian mengejarnya?" tanya El yang gak habis fikir dengan tingkah istrinya, dan El juga ingin tepuk jidat karena baru menyadari kalau Najwa itu baru menginjakkan kakinya di perusahaannya jadi wajar jika Najwa itu gak tau dimana ruangannya.


"Iya tuan kami ingin menangkapnya siapa tau aja kan dia punya niat yang gak bener diperusahaan ini" ujar petugas keamanan itu yang membuat El menghembuskan nafasnya kasar.


"Hufff"


"Hey memangnya kamu itu siapa? masuk ke ruangan ini sembarangan, kamu tidak tau apa kalau kita ini sedang rapat" ujar Rania yang melihat Najwa bersembunyi di belakang tuanya, sedangakan Ares memilih diam karena kini dia sedang tidak berada di perushaannya sendiri, Ares hanya fokus memperhatikan Najwa saja yang berlindung di belajang El dengan ketakutan.


"Rania cukup" balas El dengan kesal karena berani beraninya Rania memarahi istrinya.

__ADS_1


"Tapi tuan dia sudah lancang masuk ke dalam ruangan ini padahal kita sedang ada rapat" jawab Rania membela diri.


"Diamlah" bentak El yang membuat Rania langsung bungkam.


"Kalian tidak perlu menangkapnya lagian dia itu istriku, jadi lain kali kalau melihat dia diperushaan ini antarkan saja ke ruanganku" ujar El yang membuat semua orang menganga tak percaya, terutama Rania dan Ares yang tidak percaya bahwa El itu ternyata sudah menikah.


"Apa istri? jadi tuan sudah menikah, pantesan aja aku di betak karena sudah memarahi istrinya" gumam Rania dalam hati.


"Apa? jadi wanita cantik itu ternyata istrinya El, tapi gak apa sepertinya istri orang jauh lebih menarik" gumam Ares dalam hati, awalnya Ares kecewa karena Najwa ternyata istrinya El rekan bisnisnya tapi itu tidak mematahkan Ares yang berniat untuk mendekati Najwa.


"Ma.....maaf tuan kami tidak tau bahwa itu adalah istri anda" ujar kedua petugas kemanan itu dengan menunduk karena merasa bersalah, ternyata yang dia kejar kejar itu adalah istri tuannya.


"Kali ini saya maafkan tapi tidak untuk lain kali" jawab El penuh penekanan.


"Baik tuan kalau begitu kami permisi dan maaf sudah mengganggu rapat anda" ujar pegugas kemanan itu dan El hanya menganggukkan kepalanya lalu setelah itu petugas keamanan itu segara pergi.


"Ehhmmm, kenalkan ini Najwa istriku, kami sudah menikah tapi memang belum mengadakan pesta pernikahan" ujar El yang merangkul Najwa dengan mesra.


"Jadi namanya Najwa, nama yang cantik secantik orangnya" gumam Ares dalam hati dengan mengelus elus dagunya.


"Owh selamat ya tuan atas pernikahannya, istri anda sungguh cantik" ujar salah satu rekan bisnis El sedangkan El hanya mengangukkan kepalanya.


"Selamat ya tuan untuk pernikahannya, istri anda yang cantik ini sangat beruntung bisa mendapatkan suami seperti anda yang merupakan pembisnis yang hebat" ujar rekan bisnis El yang lainnya.


"Iya terimakasih, menurut saya bukan dia yang beruntung tapi sayalah yang beruntung karena sudah mendapatkan istri secantik dan sholehah sepertinya" jawab El dengan bangganya sedangkan Ares tidak mengucapkan selamat untuk El Ares lebih tertarik melihat wajah cantik Najwa.


Sedangkan Najwa merasa tersentuh kala El bilang merasa beruntung sudah mendapatkannya ditambah lagi suaminya itu memuji dirinya cantik dan sholehan, huhhh sungguh itu membuat hati Najwa jadi meleleh.

__ADS_1


"Sayang" panggil El dengan lembut sehingga membuat darah Najwa berdesir, entahlah Najwa merasa seneng dan berbunga bunga banget ketika suaminya memanggilnya sayang dengan mesra di depan banyak orang padahal suaminya itu tadi sedang marah tapi sekarang tiba tiba bersikap mesra di depan banyak orang sehingga membuat wajah Najwa merona malu.


"Kamu duduk sini ya temani aku rapat" ujar El dengan menarik kursi yang tadinya di duduki oleh sekertarisnya dan Najwa hanya menganggukakan kepalanya, entahlah Najwa merasa bahagia sekali saat di perlakukan semanis itu oleh suaminya seolah olah dirinya itu seorang ratu kursi aja pakai tarikin segala.


"Kamu duduk disini dan diamlah " bisik El memperingatkan Najwa suapaya tidak berbuat yang aneh aneh yang bisa membuatnya malu, sedangkan Najwa hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Tapi tuan ini kan kursi untuk saya" ujar Rania karena kursinya malah di duduki oleh Najwa.


"Kamu bisa cari kursi yang lain sana" titah El sedangkan Rania hanya bisa pasrah kursinya di duduki oleh Najwa, dengan kesal Rania mengambil kursi lagi lalu di taruh di sebelah kiri El karena di kursi sebelah kanan sudah ada najwa.


"Sebelumnya saya minta maaf dengan adanya keributan kecil tadi, sekarang kita lanjutkan lagi rapatnya" ujar El yang kini duduk di tengah tengan antara Rania dan istrinya.


Setelah satu jam berlalu akhirnya rapat selesai dan semua orang mulai keluar daru ruangan itu satu persatu, sedangkan Ares sengaja menyapa Najwa terlebih dahulu sebelum keluar.


"Hay cantik kita ketemu lagi" ujar Ares tapi Najwa tak menanggapinya.


"Kenapa Ares menyapa Najwa apa mereka saling mengenal" gumam El dalam hati saat melihat Ares menyapa istrinya.


Karena gak ada tanggapan dari Najwa Ares memilih untuk segera keluar, saat Ares ingin keluar dari ruangan itu Ares membisikan sesuatu yang membuat El kebakaran jenggot.


"Istrimu begitu cantik, jagalah baik baik kalau tak ingin aku rebut" bisik Ares ketika melewati El yang ingin keluar juga dari ruangan itu.


"Kurangajar banget dia, maksudnya apa coba ngomong gitu" Gumam El dengan mengepalkan tangannya kuat.


BERSAMBUNG


MANA DUNGANNYA BUAT AUTHOR

__ADS_1


__ADS_2