Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Rencana pernikahan


__ADS_3

AUTHOR KASIH BONUS VISUALNYA NESYA DAN GUS IKHSAN





NESYA



GUS IKHSAN


********


Kini kyai Ansory beserta istrinya sudah sampai di jakarta sedangkan Gus Ikhsan juga sudah menunggunya di bandara.


"Bah bagaimana nanti dengan Rahma jika aku malah menikah dengan Nesya?" tanya Ikhsan, sekarang mereka sudah dalam perjalanan menuju ke kediaman Nesya menggunakan mobil yang sudah di siapkan oleh keluarga Nesya, penerbangan antara solo ke jakarta dan yogyakarta ke jakarta selisih sedikit sehingga Ikhsan memilih menunggu umi dan Abahnya di bandara sedangakan Nesya dan kedua orang tuanya memilih untuk langsung pulang, Ken dan Riska ingin menyambut keluarga Ikhsan langsung dirumahnya saja, lagian Ken sudah menyiapkan satu mobil yang nantinya akan mengantar keluarga Ikhsan menuju ke rumahnya supaya tidak nyasar.


"Menurut abah kamu Bilang saja yang sejujurnya dengan Rahma gus semoga saja dia mau mengerti, Rahma kan wanita santri gus pasti dia akan berlapang dada untuk menerima ini semua" jawab kyai Ansory yang masih tanpak santai menghadapi masalah anaknya.


"Iya gus mungkin Rahma bukan jodoh kamu, lagian mau bagaimana lagi kamu sudah berada dalam satu kamar dengan seorang gadis, umi percaya jika kamu tidak melakukan hal yang aneh aneh hanya saja jika dari pihak keluarga wanita meminta tangung jawab ya kamu sebagai laki laki harus bertanggung jawab karena biar bagaimana pun semalaman berada dalam satu ruangan dengan lawan jenis itu sudah mengundang fitnah" tambah ustazah Azizah yang langsung di angguki oleh kyai Ansory.


"Iya umi aku sudah bersedia untuk menikahi Nesya, nanti Ikhsan akan bicara yang sesungguhnya dengan Rahma semoga saja Rahma bisa mengerti" balas Ikhsan yang seketika membuat kedua orang tuanya menjadi bangga.


"Jadi gadis itu bernama Nesya gus?" tanya uminya.


"Iya umi dia gadis yang sepertinya jauh dari kriteria menantu idaman umi, Nesya ini suka berpenampilan Sexy dan sepertinya dia juga buta akan agama, Dia tidak seperti Najwa bu" jawab Ikhsan, Ikhsan berharap semoga saja uminya tidak akan kecewa.


"Tidak apa apa gus nanti itu akan menjadi tugas kamu sebagai seorang suami, bimbinglah istrimu kelak ke jalan allah, memang tidak mudah gus kamu harus lebih banyak bersabar" saut abahnya ikut menimpali.


"Iya gus umi tidak masalah mungkin gadis ini sudah jodohmu yang dikirim oleh allah, bimbinglah dia nantinya dengan kelembutanmu sekeras apapun batu jika kesiram air terus menerus lama lama juga akan hancur dengan sendirinya begitu pula hati manusia sekeras apapun hatinya jika kamu selalu menasehatinya dengan lembut lama kelamaan pasti akan luluh juga" tambah uminya yang memberi nasehat untuk putranya.

__ADS_1


"Iya umi, abah, Ikhsan akan membimbing istri Ikhsan nantinya ke jalan Allah" balas Ikhsan yang membuat kedua orang tuanya tersenyum.


Gak lama Akhirnya mereka sudah sampai di kediaman Nesya. "subhanallah beneran ini rumahnya gus?" tanya Ustazah Azizah yang merasa kagum dengan rumah calon besannya yang terkesan mewah berbeda dengan kediamannya yang di solo yang nampak sederhana.


"Iya gus benar ini rumahnya? subhanallah bagus banget rumahnya gus" tambah kyai Ansory yang juga sama mengagumi rumah dari calon besannya.


"Mungkin iya umi kita kan hanya mengikuti pak supir" jawab Ikhsan dengan apa adanya karena pak supir itu adalah orang suruhan Ken yang akan mengantar keluarga Ikhsan ke rumahnya.


"Iya Kyai ini rumahnya tuan Ken" jawab supir itu sedangkan kyai Ansory dan ustazah Azizah hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah gerbang di buka lalu mobil itu segera melaju sampai di halaman rumah, kedatangan keluarga gus Ikhsan di sambut dengan sangat baik oleh sang tuan rumah, Riska dan Ken sangat terkejut saat melihat kedua orang tua gus Ikhsan pasalnya ustazah Azizah memakai pakaian serba panjang dan memakai penutup kepala begitupun kyai Ansory dengan pakaian muslimnya.


"Jadi ini keluarganya ya ampun ternyata dia dari keluarga yang taat beragama, gak salah suamiku mengambil keputusan untuk menikahkan Nesya dengan gus Ikhsan, mungkin dengan cara seperti ini Nesya bisa cepat melupakan El dan gak hanya itu saja aku yakin dengan Menikah dengan Gus Ikhsan Nesya pasti akan menjadi orang yang jauh lebih baik lagi" gumam Riska dalam hati yang setuju dengan keputusan suaminya.


"Aku gak salah lagi gus Ikhsan adalah orang yang tepat untuk Nesya karena Aku yakin Gus Ikhsan pasti bisa membimbing Nesya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi bahkan mungkin Nesya bisa menjadi istri yang sholehah untuk suaminya nantinya" gumam Ken dalam hati dengan menyambut kedatangan keluarga dari gus Ikhsan.


"Silahkan duduk ibu dan bapak" ujar Riska dengan Ramah, Riska gak tau harus memanggil apa jadi Riska memanggil kedua orang tua gus Ikhsan dengan sebutan ibu dan bapak.


"Iya terimakasih" balas ustazah Azizah yang tak kalah ramah.


"Iya tuan dan Nyonya kami sudah tau ceritanya dari Putra kami dan kami selaku orang tua menetujuinya karena berada di dalam kamar berduaan dengan lawan jenis bisa mengundang fitnah" ujar Kyai Ansory menyetujuinya.


"Tapi ada yang ingin kami sampaikan tuan dan nyonya, putra kami ini sudah berta'aruf dengan seorang wanita dan kami nanti akan berbicara yang sejujurnya dengan wanita yang sudah berta'aruf dengan Putra kami, apa tidak apa apa dengan Putri anda nantinya dan apa putri anda nantinya bisa menerima konsekwensinnya jika wanita yang sudah berta'aruf dengan Putra kami tetap kekeh ingin melanjutkan hubungannya walaupun putra kami sudah menikahi Putri anda" jelas ustazah Azizah menyampaikan.


"Iya di dalam agama kan seorang laki laki di perbolehkan untuk mempunyai istri lebih dari satu jadi bagaimana apa anda selaku orang tua bisa menerimanya" tambah kyai Ansory.


Ken dan Riska jadi saling pandang mendengar penjelasan dari ustazah Azizah dan kyai Ansory, Ken Nampak berfikir dan menimbang nimbang keputusannya.


"Tidak apa apa Bu saya tetap meminta putra anda untuk menikahi Putri kami, saya yakin Putra anda nantinya bisa mengambil keputusan yang bijaksana" jawab Ken yang tetep kekeh ingin menikahkan Putrinya dengan sorang laki laki yang taat beragama.


"Tapi pah" bisik Riska yang seakan tidak setuju jika anaknya nantinya akan di poligami.


"Sssstt percaya sama papah mah" ujar ken dengan berbisik pula dan akhirnya Riska mempercayakan semua keputusan kepada suaminya dan Riska berharap itu yang terbaik untuk putrinya.

__ADS_1


"Owh iya mana yang namanya Nesya?" tanya Ustazah Azizah yang tidak melihat adanya Nesya di sana.


"Ada bu mungkin sedang di kamar" Jawab Riska.


Riska segera menyuruh salah satu pelayannya untuk memanggil Nesya di kamarnya dan gak lama terlihat Nesya sudah turun dari lantai atas, Nesya turun hanya mengenakan rok pendek dengan atasan baju tanpa lengan.


Riska yang melihat putrinya memakai pakaian cukup terbuka jadi mlotot, bisa bisanya anaknya itu berpakaian sexy di saat ada keluarga dari kyai Ansory.


"ini Putri kami pak, Bu" ujar Ken saat melihat Nesya datang sedangkan Nesya langsung duduk di dekat papah dan mamahnya setelah bersalaman dengan ustazah Azizah.


"Dia gadis yang cantik dan sepertinya dia gadis yang baik, masih polos hanya saja dia tidak tau ajaran agama" gumam ustazah Azizah yang menilai Nesya.


"Ya ampun apa iya aku harus menikah dengan gugus gugus ini, uh gak banget deh ganteng sih ganteng tapi pakaiannya gak gaul banget" gumam Nesya dalam hati, sedangkan Kyai Ansory dan Gus Ikhsan berusaha menghindari pandangannya supaya tidak melihat ke arah Nesya yang berpakaian cukup sexy menurutnya, Nesya mengenakan rok yang panjangnya di atas lutut dengan atasan baju tanpa lengan sehingga memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih dan mulus.


"Begini saja lebih baik pernikahanya segera di laksanakan esok hari, bagaimana apa anda setuju" ujar Ken meminta persetujuan.


"Iya tuan kami setuju" jawab Kyai Ansory sedangkan Nesya yang mendengarnya jadi mlotot.


"Apa? kok besok pah apa gak terlalu cepat" Protes Nesya yang tidak setuju.


"Nesya lebih cepat lebih baik" balas Ken yang membuat Nesya tidak bisa berkutik.


"Iya nak tidak baik di undur undur lagian kalian bedua sudah tidur berduaan di dalam satu kamar yang sama" tambah Kyai Ansory sedangkan Ikhsan menyetujui keputusan dari abahnya.


Setelah mencapai kesepakatan jika pernikah gus Ikhsan dan Nesya akan di laksanakan besok lantas keluarga kyai Ansory memutuskan untuk menginap di hotel, mereka bertiga ke hotel dengan di antar oleh supir suruhan Ken.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SEMANGATNYA BUAT AUTHOR


LIKE


KOME

__ADS_1


VOTE


TERIMAKASIH


__ADS_2