Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Najwa yang aneh


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA BERIKAN BINTANG LIMA LALU MASUKIN KE DAFTAR FAVORIT KALIAN YA


******


Hari ini setelah urusan kerjaan El selesai El langsung mengajak istrinya itu untuk sekedar jalan jalan di tepi pantai.


"Sayang kamu mau beli oleh oleh gak?" tanya El saat berjalan di tepi pantai dengan menggenggam tangan istrinya.


"Mau dong mas, lagian kan kita besok harus udah balik lagi ke jakarta" jawab Najwa yang sebenarnya kepalanya mendadak terasa pusing tapi dirinya juga ingin jalan jalan dan shopping mumpung berada di bali.


"Ya udah sekarang kita beli oleh oleh yuk" ujar El sedangkan Najwa langsung menganggukkan kepalanya mau.


Setelah puas jalan jalan di pantai lantas Najwa dan El memilih pergi ke pusat oleh oleh, kalau mereka tadi tidak mengajak serta sekertarisnya karena hanya ingin pergi berduaan tapi kali ini Najwa mengajak Rania untuk membeli oleh oleh.


"Rania aku sama mas El mau beli oleh oleh kamu mau ikut?" tanya Najwa yang kini sudah berada di kamar Rania.


"Memangnya Rania boleh ikut nyonya" jawab Rania dengan berbinar.


"Boleh dong kan aku memang mengajakmu"


"Mau nyonya, sebentar ya Rania besiap dulu"


"Kalau bisa pakailah pakaian yang pantas" ujar Najwa.


"Eh iya nyonya" jawab Rania dengan cengengesan pasalnya dirinya selalu berpenampilan terbuka.


Setelah Rania selesai bersiap kini mereka bertiga langsung menuju ke tempat oleh oleh, Najwa jadi kalap blanjanya gak seperti biasanya, entahlah kenapa Najwa jadi pengen ini dan itu.


Najwa banyak sekali membeli baju baju, tas, asesoris dan tak lupa Najwa juga terlihat banyak sekali memborong makanan khas Bali sehingga membuat El jadi geleng geleng kepala, tapi El tak mempermasalahkan hal itu yang penting istrinya itu bahagia begitu fikir El.


"Sayang kok muka kamu jadi pucat gitu, kamu sakit?" tanya El dengan menaruh punggung tangannya di kening istrinya tapi El merasa gak panas.


"Nggak kok mas cuma pusing aja" jawab Najwa yang membuat El jadi khawatir.


"Pusing kok gak bilang sih, ya udah lebih baik kita balik aja yuk" ajak El yang merasa kahawatir jika istrinya sakit.


"Yah kok balik sih mas kan Najwa masih ingin blanja" protes Najwa yang belum ingin kembali ke hotel.


"Rania" panggil El, sedangkan Rania yang sedang asyik berblanja pun langsung menghampiri tuannya.


"Iya tuan" jawabnya.


"Kita udahan aja blanjanya, kita balik aja yuk" ujar El.


"Baik tuan" Jawab Rania, tapi tiba tiba Rania melihat wajah Najwa yang pucat padahal tadi nggak. "loh nyonya sakit? kok mukanya pucat gitu?" tanya Rania.


"Nggak kok Rania aku cuma merasa pusing aja" jawab Najwa.


"Owh ya sudah mungkin nyonya kecapekan karena ikut tuan kesana kemari seharian ini, lebih baik kita kembali ke hotel saja ya nyonya biar nyonya bisa langsung beristitahat" ujar Rania yang merasa khawatir juga dengan Najwa.

__ADS_1


"Iya ini juga mau kembali ke hotel karena istriku yang sepertinya kurang enak badan" kali ini yang menjawab El bukan Najwa.


"Owh iya ini buat kamu" ujar Najwa dengan memberikan beberapa paper bag kepada Rania, tadi Najwa memang memilih beberapa baju branded yang sopan untuk di kenakan oleh Rania ya walaupun bukan baju muslim tapi seenggaknya sopan.


"Eh ini apa nyonya" jawab Rania yang merasa bingung karena tiba tiba saja nyonya nya memberinya beberapa paper bag untuknya sedangkan Rania dengan senang hati langsung menerimanya.


"Ini ada baju baju buat kamu" ujar Najwa yang membuat Rania kegirangan pasalnya Rania tau sendiri jika nyonya nya itu membeli barang barang branded.


"Wah makasih ya nyonya" balas Rania dengan senyum cerianya sementara Najwa hanya menganggukkan kepalanya.


"Wah nyonya Najwa selain cantik, lembut juga baik banget, baru kali ini aku dikasih barang barang mewah oleh istri bos secara langsung" gumam Rania yang sekarang malah mengagumi Najwa padahal dulu Rania bersikap jutek banget dengan Najwa, uuhhh nyesel banget Rania.


"Mas El sebelum balik ke hotel kita makan dulu yuk aku laper nih" pinta Najwa dengan wajah menggemaskannya.


"Boleh, apa jangan jangan kamu itu pusing karena laper" balas El yang juga sudah merasa lapar.


"Mungkin kali ya mas"


Akhirnya sebelum kembali ke hotel El mengajak istrinya untuk makan di sebuah restoran bintang lima, sedangkan Rania juga ikut.


Sesampainya di restoran El di buat aneh dengan tingkah istrinya yang memesan banyak menu makanan, sebenernya sih El tak memermasalahkannya cuma apa perut istrinya itu muat dengan semua makanan yang sudah dipesannya, sedangkan Rania merasa heran dengan nyonya nya yang terlihat memesan banyak makanan Rania kira Najwa memang makannya banyak, padahal Rania hanya memesan satu posi makanan sudah kenyang.


"Sayang kamu yakin pesan makanan sebanyak itu?" tanya El.


"Iya memangnya kenapa mas? gak boleh ya" jawab Najwa yang mengira suaminya tidak memperbolehkannya sehingga membuatnya cemberut lucu.


"Udah gak usah manyun gitu sayang memang siapa yang gak boleh mau semua makanan di restoran ini kamu borong semua aku juga sanggup bayar kok" ujar El yang membuat Najwa kembali tersenyum.


"Bolah lah jangankan makanannya sekalian restorannya juga aku jabanin sayang, apa sih yang gak buat kamu" ujar El yang membuat Rania jadi iri.


"Uh manisnya tuan dan Nyonya aku jadi iri, kapan ya aku punya suami kaya tuan, romantis banget" gumam Rania dalam hati kala melihat intraksi antara tuan dan nyonya nya.


"Jadi Najwa boleh dong minta apa aja sama mas El?" tanya Najwa.


"Boleh dong sayang asal jangan memintaku untuk meninggalkanmu"


NYESSS


Uh hati Njawa seketika jadi meleleh mendengar jawaban dari suaminya.


"Beneran ya mas?" tanya Najwa memastikan.


"Hemmm memangnya kamu mau minya apa sih?" jawab El yang malah balik bertanya.


"Ada deh ntar aja Najwa kasih tau" jawab Najwa yang membuat El jadi geleng geleng kepala.


Gak lama makanan yang mereka pesan sudah datang, Rania terlihat lahap memakannya begitupun juga dengan El tapi berbeda dengan Najwa yang hanya mencicipi semua menu yang telah dipesannya.


"Sayang kamu gak makan?" tanya El kala melihat istrinya itu malah bengong setelah mencicipi semua menu yang telah di pesannya.


"Gak ah lagian rasanya aneh dan Najwa jadi gak selera" jawab Najwa yang membuat El dan Rania yang mendengarnya jadi mlongo.

__ADS_1


"Aneh gimana orang makanannya enak kok" ujar El dengan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Iya nyonya makanannya enak kok gak aneh" tambah Rania yang membenarkan perkataan dari tuannya.


"Ya udah sini biar aku saja yang suapin" El ingin menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mukut istrinya tapi Mendadak Najwa jadi ingin muntah.


Huekkk


"Ih gak mau ah mas Najwa jadi ingin muntah kan" ujar Najwa yang tiba tiba malah merasa mual.


"Ya udah maaf deh sayang, kalau begitu kamu ingin makan apa hem? nanti biar aku yang belikan, nanti kamu sakit lagi kalau gak makan" balas El yang yang gak ingin istrinya sakit.


"Nanti aja deh mas Najwa bisa makan di hotel" ujar Najwa sedangkan El hanya menganggukkan kapalanya.


"Terus makanan sebanyak ini mau di apain nyonya?" tanya Rania yang merasa sayang jika makanan selezat itu harus mubazir.


"Buat kamu aja boleh kok Rania" jawab Najwa yang membuat Rania kegirangan.


"Beneran nyonya boleh buat Rania semuanya?" tanya Rania dengan berbinar.


"Iya boleh" jawab Najwa, sedangkan Rania langsung menyuruh pelayan untuk membungkusnya setelah itu mereka memilih kembali ke hotel tempatnya menginap, sesampainya di hotel mereka langsung memasuki kamarnya masing masing.


Sekarang di sinilah Najwa di balkon kamar, Najwa melihat pemandangan laut di malah hari dengan mimik wajah yang sedih, sedangkan El yang melihat Istrinya begitu lantas mendekatinya.


"Sayang kamu kenapa sakit?" tanya El dengan memeluk Najwa dari belakang tapi tiba tiba Najwa malah menangis, entahlah perasaan Najwa jadi sensitif sekarang. " Loh kenapa jadi nangis sih?" tanya El lagi yang mendadak jadi bingung dengan tingkah istrinya yang aneh hari ini.


"Najwa ingin pulang" jawab Najwa.


"Iya besok kita kan memang udah mau pulang" ujar El.


"Maksudnya Najwa ingin pulang ke solo, Najwa kangen sama Umi, abah dan kak Rizky" balas Najwa dengan mengusap air matanya.


El Jadi nggak tega, El berfikir gak apalah ya dari bali langsung pulang ke rumah mertuanya. "Apa aku pulang ke rumah mertua dulu ya lagian kasian Najwa udah lama juga gak bertemu dengan keluarganya lagian aku juga belum tau dimana rumahnya Najwa" gumam El dalam hati.


"Ya udah deh kalau gitu besok kita pulangnya ke solo aja" ujar El yang seketika membuat Najwa membalikkan tubuhnya sehingga kini El dan Najwa saling berhadapan.


"Serius mas?" tanya Najwa dengan berbinar.


"Iya serius mau gak" jawab El, sedangkan Najwa langsung menghambur kepelukan suaminya.


"Makasih ya mas" ujar Najwa sedangkan El hanya menganggukkan kepalanya.


BERSAMBUNG


MANA PENYEMANGATNYA BUAT AUTHOR, JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2