
SELAMATEMBACA
*******
"Nesya katanya El itu belum punya pacar kok tiba tiba malah udah nikah aja sih, mamah sempet terkejut lo saat Dara mengenalkan menantunya ke mamah" ujar Riska saat sudah berada di rumah.
"Nesya juga gak tau mah, setau aku El memang gak punya pacar kok setelah di tinggalin Serin tanpa kejelasan, cuma Nesya aja nie cewex yang dekat dengan El" jawab Nesya yang juga sama terkejutnya saat tau El ternyata sudah menikah.
Dulunya El memang pernah punya kekasih yang bernama Serin tapi tiba tiba aja kekasih yang sangat di cintainya itu pergi meninggalkanya tanpa penjelasan apapun, jadi di antara mereka berdua belum ada kata putus, udah satu tahun ini Serin meninggalkan El sehingga membuat El ingin melupakannya, bahkan El sudah memutuskan untuk membuang kenangan kenangan manisnya bersama Serin dan El juga sudah menghapus semua foto foto serin yang ada di ponselnya.
"Untung aja mamah dan papah belum membicarakan tentang perjodohan kalian, kan bisa malu banget mamah" ujar Riska.
"Mah terus nasib Nesya gimana dong padahal Nesya itu udah suka lo sama El dari dulu" Jujur saja perasaan Nesya saat ini sangat sakit saat tau El sudah menikah.
"Sayang, ya sudah kamu harus buang tuh perasaan kamu jauh jauh mungkin El itu bukan jodoh kamu" ujar Riska yang berusaha menasehati anaknya supaya anaknya itu tidak mengharapkan El lagi yang merupakan suami orang.
"Tapi mah gak bisa segampang itu lagian mamah tau kan Nesya sedari kecil sudah sangat dekat dengan El, bahkan Nesya aja sudah lama menunggu El putus sama kekasihnya dulu, ya walaupun mereka belum putus si karena kekasih El itu meningglkan El begitu saja tanpa kejelasan"
"Sayang dengerin mamah ya kita ini sama sama wanita coba kamu yang berada di posisi istrinya El memangnya kamu mau kalau suamimu di rebut oleh wanita lain?" tanya Riska.
Riska berusaha menasehati anaknya supaya mengikhlaskan El karena Riska gak mau jika anaknya sampai berbuat lebih, itu bisa mempermalukan dirinya apalagi Dara itu sahabatnya begitupun juga Kenzo yang sedari zaman kuliah udah sahabatan sama Bima, Riska gak mau hanya karena kelakuan anaknya hubungan baik yang sudah terjalin sangat lama dengan keluarga sanjaya jadi hancur.
"Iya ya mah Nesya akan berusaha melupakan El ya walaupun itu sangat sulit" jawab Nesya dengan terpaksa akan menjauhi serta menghapus perasaannya dengan El.
"Nah gitu dong sayang lagian sepertinya istrinya El itu orang yang baik" tambah Riska.
"Tapi kok Nesya merasa aneh ya mah kok mereka nikahnya secara diam diam bahkan sampai kita aja gak di undang lo mah, padahalkan mamah sama papah kan sahabatan sama tante Dara dan om Bima, lagian Nesya ini juga teman dekatnya Bima loh" ujar Nesya yang merasa janggal dengan pernikahan El dan Najwa yang secara mendadak.
__ADS_1
"Mamah juga berfikir begitu sama kaya kamu, kok bisa gitu El tiba tiba menikah dengan wanita berhijab" jawab Riska yang membenarkan ucapan anaknya.
"Tau ah mah Nesya capek mau istirahat" ujar Nesya yang langsung beranjak pergi sedangkan Riska hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya itu, Riska berharap semoga saja anaknya itu bisa menerima jika kenyataannya El itu sudah beristri.
*****
Sedangkan di hotel El yang melihat Najwa sedang bebicara berdua dengan gus Ikhsan memutuskan untuk menghampirinya.
"Najwa" paggil El yang membuat Najwa terkejut karena suaminya tiba tiba datang di saat dirinya sedang berbicara dengan gus Ikhsan, Najwa takut aja jika suaminya itu akan salah faham.
"Mas..." ujar Najwa yang tiba tiba langsung di potong oleh El.
"Owh jadi gini ternyata, sekarang juga kamu ikut aku" El langsung menarik tangan Najwa begitu aja untuk mengikutinya sedangkan gus Ikhsan berusaha untuk mencegahnya karena gus Ikhsan khawatir jika El akan menyakiti Najwa.
"Najwa tunggu" panggil gus Ikhsan dengan menghadang jalan Najwa sementara El yang sudah emosi langsung menegur gus Ikhsan.
"Bisa gak kamu itu jangan kasar dengan wanita" balas gus Ikhsan yang di kiranya El bersikap kasar dengan Najwa, karena di lihat dari cara El yang menarik narik Najwa sepertinya kasar, maklum aja kalau El menarik Najwa dengan gaya arogannya itu karena hati El sudah dikuasai oleh amarah karena melihat istrinya berbicara berdua dengan laki laki lain.
"Gus udah cukup aku mohon jangan ikut campur urusan rumah tanggaku, lagian aku tidak pa pa kok" ujar Najwa yang tak ingin ada keributan, lagian memang tak seharusnya gus Ikhsan ikut campur dalam urusan rumah tangganya, entahlah mungkin gus Ikhsan itu hanya takut kalau El akan berbuat kasar dengan Najwa.
Akhirnya Najwa mengikuti suaminya yang masuk ke dalam kamar hotel. "Owh jadi itu alasannya kamu ingin ikut denganku hem?" tanya El dengam emosi dikiranya Najwa ingin ikut dengan suaminya hanya karena ingin ketemu dengan gus Ikhsan, padahal Najwa aja gak tau jika gus Ikhsan masih di jakarta.
"Bukan begitu mas, kamu itu cuma salah faham" jawab Najwa.
"Salah faham kamu bilang, lalu buktinya kamu tadi berduaan dengan ikan"
"Sebenernya tadi Najwa mau nyari mas El tapi malah gak sengaja ketemu sama gus Ikhsan" jelas Najwa yang membuat El sedikit lega karena ternyata Najwa tadi mencarinya, tapi tetep aja El kesel dengan Najwa.
__ADS_1
"Terserah sekarang aku mau ke kantor" ujar El yang langsung melenggang pergi dengan langkah lebarnya sehingga membuat Najwa kesulitan untuk mengejarnya.
"Mas, mas El tunggu aku mau ikut" panggil Najwa tapi El tidak menghiraukannya.
El tetap berjalan dengan langkah lebarnya sehingga membuat Najwa harus berlari lari kecil untuk mengimbangi langkah El, El memasuki life dan Najwa masih setia mengikutinya, sesampainya di loby hotel Mobil El sudah siap dan El dengan segera masuk ke dalam mobilnya di bagian kemudi setelah Felix membukakan pintu untuknya.
"Silahkan bos" ujar Felix, tadi memang El menyuruh Felix untuk menyiapkan mobilnya karena dia ingin segera ke kantor makanya sesampainya El di bawah mobilnya sudah siap.
Felix yang melihat ada istri bosnya dengan sigap Felix membukakan pintu mobil di bagian penumpang depan untuk istri bosnya.
"Silahkan Nona" ujar Felix dengan membukakan pintu untuk Najwa.
"Iya terimakasih bang, lain kali Najwa gak usah di bukain bang, Najwa bisa kok buka sendiri" jawab Najwa dengan ramah, sementara El yang melihat itu jadi makin uring uringan bisa bisanya Najwa memanggil Felix dengan sebutan bang di tambah senyum manis pula membuat El yang melihatnya jadi gak suka.
"tidak pa pa nona ini memang tugas saya"
"Duh nona Najwa cantik banget mana ramah banget pantesan aja si bos langsung kecantol" gumam Felix dalam hati yang mengagumi istri bosnya, tidak tau aja tuh si Felix bahwa El menatapnya dengan tajam.
"Felix" panggil El dengan tatapan tajamnya.
"I...iya bos" jawab Felix dengan gugup karena melihat tatapan tajam dari bosnya, seingatnya Felix tidak membuat kesalahan tapi mengapa bosnya itu seperti ingin menelannya hidup hidup.
"Buruan tutup pintunya lama banget sih, mau aku potong gajimu" ujar El dengan garang sehingga mengagetkan Felix yang sedang mengagumi Najwa.
"I...iya bos" jawab Felix dengan segera penutup pintu mobilnya kan bisa gawat kalau gajinya sampai di potong.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTENYA BUAT AUTHOR