
Sesampainya di bali mereka bertiga langsung beristirahat, El memesan dua kamar yang satu untuk Rania sedangkan yang satu lagi untuk dirinya dan Najwa.
"Wah bagus banget mas pemandanganya kalau dilihat dari sini" ujar Najwa dengan memandang hamparan pasir serta laut, kamar yang El pesan memang langsung menghadap ke pantai, El belum bisa menempati resortnya sendiri karena resort yang dia bangun masih dalam tahap renofasi.
"Apa kamu suka?" tanya El dengan memeluk Najwa dari belakang.
"Iya suka banget dan aku ingin jalan jalan kesana nanti" jawab Najwa dengan menunjuk ke arah pantai.
"Memangnya siapa yang mau ngajakin kamu jalan jalan? orang disini aku mau kerja bukan untuk jalan jalan" ujar El yang seketika membuat Najwa jadi cemberut.
"Ya udah deh nanti Najwa jalan jalan sendiri gak pa pa" El langsung mlotot kala mendengar istrinya ingin jalan jalan sendiri.
"gak, kamu gak boleh jalan sendiri nanti hilang kan bisa bahaya"
"Bukannya kamu malah seneng mas kalau aku hilang" ujar Najwa yang sengaja ingin memancing jawaban dari suaminya.
"Kenapa bisa seneng masak istri sendiri ilang malah seneng"
"Iya kan nanti mas El bisa cari lagi" jawab Najwa yang membuat El tambah melotot.
"Apa? cari lagi? enak banget kamu ngomongnya, apa jangan jangan kamu yang ingin cari lagi" ujar El yang sekarang membalikkan pembicaraan ke arah Najwa sehingga membuat Najwa jadi glagapan untuk menjawabnya.
"Ng...ngak siapa yang ingin cari lagi"
"Buktinya tadi kamu bilang ingin jalan jalan sendiri apa namanya kalau ngak ingin cari lagi"
Haduh niat hati ingin tau perasaan suaminya jika dirinya hilang eh malah sekarang Najwa sendiri yang terjebak dengan pembicaraannya, kan bisa gawat kalau suaminya itu akan berfikir yang enggak enggak lagian jujur saja Najwa tidak ada pemikiran ke arah sana malahan Najwa inginnya El adalah suami satu satunya di dunia dan di akhiratnya.
Najwa ingin menjadikan El sebagai imam dunia akhiratnya bahkan Najwa rela dengan bersusah payah untuk merayu suaminya supaya mau sholat lima waktu dan alhamdulilah sekarang El jadi sudah terbiasa dengan sholat lima waktu, sekarang tinggal mengajari El untuk membaca Alqu'an, sebenernya suaminya itu bisa membaca Alqur'an bahkan suaranya sangat indah sehingga membuat najwa yang mendengarnya jadi bergetar hatinya, hanya saja suaminya itu kurang lancar baca Alqur'annya.
"Bukan mas, kamu jangan salah faham masak gitu aja ngambek sih" ujar Najwa dengan membalikkan badannya sehinga kini jadi berhadapan dengam suaminya. "lagian Najwa gak ingin cari lagi cukup mas El aja yang jadi imamnya Najwa di dunia dan di akhirat" ujar Najwa lagi dengan mengelus elus dada bidang suaminya.
"Awas aja kalau sampai berani cari lagi"
"Iya ya gak akan, cukup mas El aja yang jadi suaminya Najwa" ujar Najwa dengan mencium pipi suaminya, Najwa sengaja mencium pipi suaminya supaya suamimya yang cemburuan itu gak ngambek, lagian Najwa malah seneng banget jika suaminya itu punya rasa cemrburu karena itu berarti suaminya itu sangat menyanginya, ya walaupun suaminya itu belum pernah menyatakan cinta seenggaknya Najwa mendapatkan kasih sayang serta perhatian dari suaminya, lagian Najwa memahami pernikahannya yang tidak di dasari oleh cinta.
__ADS_1
"Sayang kamu selalu aja memancingku ya, jangan salahkan aku kalau sekarang aku jadi ingin"
tanpa aba aba El langsung menggendong Najwa dan membaringakannya di atas ranjang lalu El segera meindihnya dan dengan cepat El langsung mencumbu bibir manis milik istrinya sehingga membuat Najwa yang ingin protes gak jadi karena keburu bibirnya di bungkam oleh bibir sexy milik suaminya.
"Mas El stop jangan di terusin" ujar Najwa kala El sudah melepaskan tautan bibirnya.
"Kenapa memangnya, apa kamu gak mau?" tanya El dengan kesal pasalnya pusaka kramatnya udah on eh malah istrinya itu minta berhenti.
"Bukan mas, bukannya Najwa gak mau tapi Najwa sekarang sedang datang bulan" jawab Najwa yang seketika membuat El gigit jari, memang Najwa baru saja datang bulan saat mau berangkat ke bali dan Najwa belum sempat memberitahu suaminya jika dia sedang datang bulan.
"Aduh Najwa kenapa kamu malah godain aku sih, udah tau sedang datang bulan pakai cium cium segala" ujar El dengan frustasi.
"Najwa itu gak ada niatan buat godain kamu mas, lihat nih Najwa aja pakai pakaian tertutup dan pakai hijab juga, lagian tadi itu biar mas El gak marah aja dengan Najwa" jelas Najwa yang membuat El tetap tidak terima.
"Gak mau tau pokonya dengan cara apa pun kamu harus tuntasin punyaku yang udah berdiri ini" ujar El yang seketika membuat Najwa menganga, apa tadi katanya Najwa harus tanggung jawab untuk menuntaskan hasrat suaminya, lantas harus dengan cara apa? begitu fikir Najwa.
"Ya...... ya terus Najwa harus gimana dong?" tanya Najwa yang merasa bingung.
"Pokoknya aku gak mau tau sayang kamu harus bisa mengatasinya" Kalau gak di tuntasin bisa bisa El akan uring uringan karena hasratnya yang tidak jadi tersalurkan.
********
Hari ini dengan hati yang berbunga bunga Bryan datang kerumah Nesya untuk menjempunya, karena dia akan pergi ke yogya hanya berdua dengan Nesya.
Bryan pergi ke rumah Nesya dengan di antar oleh supir. "Kamu tunggu saja kejutan dariku nanti Nes karena aku akan menembakmu dengan cara yang romantis" gumam Bryan dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya.
Setelah sampai di rumahnya Nesya Bryan langsung turun dari mobilnya karena ternyata Nesya sudah menunggunya di depan rumah.
"Hay Nes udah siap kamu?" tanya Bryan setelah mendekati Nesya yang sedang duduk diteras rumah.
"Udah dong, kita langsung berangkat sekarang ya" jawab Nesya yang langsung di angguki oleh Bryan.
"Owh ya mamah dan papah kamu mana?" tanya Bryan yang ingin berpamitan dengan kedua orang tua Nesya.
"Ada kok bentar ya aku panggilin"
__ADS_1
Nesya segera masuk ke dalam rumah untuk memangil kedua orang tuanya dan gak lama Nesya sudah keluar dengan Ken dan Riska.
"Eh nak Bryan sudah datang, ayo silahkan duduk dulu" ujar Ken dengan basa basi.
"Gak usah deh om lain kali saja, nanti takutnya ketinggalan pesawat" jawab Bryan dengan sopan.
"Iya pah mah kita langsung berangkat saja ya" tambah Nesya dengan memeluk papah dan mamahnya secara bergantian.
"Nesya kamu jaga diri baik baik ya sayang disana dan jangan lupa sering sering kasih kabar ke mamah" pesan Riska dengan memeluk anaknya.
"Iya mah, pah, Mamah sama papah gak usah khawatir"Jawab Nesya sedangkan Ken dan Riska hanya menganggukkan kepalanya dan berharap anaknya akan segera melupakan perasaanya terhadap El.
"Bryan pamit dulu ya om, tante" ujar Bryan dengan menyalami kedua otang tua Nesya.
"Iya om titip Putri om ya Bryan, tolong jagain putri om yang manja ini" pesan Ken dengan memencet hidung Nesya yang mancung.
"Iya om dan tante tenang saja Bryan pasti akan jagain Nesya" jawab Bryan dengan senang hati.
"Ih apaan sih papah lagian Nesya udah gede gak perlu di jagain" saut Nesya dengan memanyunkan bibirnya sehingga membuat ken jadi ketawa dengan tingkah anaknya yang manja.
"Iya udah kalian hati hati ya di jalan" ujar Riska saat Nesya dan Bryan mau memasuki mobil.
"Iya mamah Nesya pasti akan sangat merindukan mamah dan papah nanti" jawab Nesya yang membuat Ken dan Riska tersenyum.
Akhirnya Nesya berangkat ke bandara dengan Bryan dengan di antar oleh supir.
BERSAMBUNG.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH