
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN
*******
Sekarang Najwa dan El sudah sampai di solo, kedatangan mereka berdua langsung di sambut dengan sangat baik.
"Ya allah Najwa umi kangen banget nak" ujar umi Aisyah yang melihat anak dan menantunya datang, umi Aisyah langsung memeluk Putrinya dengan erat, sungguh Umi Aisyah tidak menyangka jika Putrinya hari ini akan pulang pasalnya Najwa tidak ada bilang apa apa.
"Abah lihat ini siapa yang datang" teriak umi Aisyah yang saking senengnya melihat anak dan menantunya datang.
"Najwa ya allah abah kangen nak, kenapa pulangnya gak bilang bilang, ayo ayo nak El masuk dulu" ujar Kyai Hasan yang tanpak bahagia melihat anak dan menantunya datang.
"Iya abah" jawab El.
El dan Najwa segera masuk lalu di susullah umi Aisyah dan Kyai Hasan dari belakang, dan disinilah mereka sekarang duduk bersama di ruang tamu.
"Bagaimana kabar kamu Najwa dan nak El?" tanya umi Aisyah yang melihat anak dan menantunya terlihat bahagia dengan pernikahanya.
"Alhamdulillah umi kami baik, bagaimana dengan umi dan abah?" jawab El dengan balik bertanya.
"Alhamdulillah kami juga baik nak El hanya saja kami terlalu kangen dengan putri kami ini" jawab umi Aisyah.
"Alhamdulillah sepertinya Najwa bahagia menikah dengan nak El, mudah mudahan rumah tangga mereka selalu rukun, bahagia" gumam umi Aisyah dalam hati yang mendo'akan kebahagiaan rumah tangga Putrinya, secara menantunya itu sangat kaya dan tampan pasti banyak wanita di luaran sana yang menginginkan posisi Najwa.
"Najwa kamu kenapa kok wajahmu kelihatan pucat begitu?" tanya kyai Hasan yang melihat wajah pucat putrinya.
"Nggak kok abah mungkin Najwa hanya kecapek an saja habis perjalanan jauh" jawab Najwa sedangkan umi Aisyah dan kyai Hasan hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Sepertinya akhir akhir ini kamu sering pusing sayang sehingga membuat wajahmu jadi pucat, apa gak sebaiknya di periksakan saja ke dokter" ujar El yang sebenernya merasa khawatir dengan kondisi istrinya pasalnya istrinya itu jadi aneh gak seperti biasanya, akhir akhir ini El merasa istrinya itu jadi sensitif apa apa ngambek dan nagis kadang juga jadi uring uringan dan sering mengeluh pusing, Sedangkan Najwa merasa malu kala suaminya memanggilnya sayang di depan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Bener itu Najwa yang di bilang suamimu?" tanya umi Aisyah dengan khawatir.
" Iya Umi, tapi mungkin Najwa hanya kecapean saja karena menemani mas El perjalanan bisnis ke bali lalu dari bali langsung ke sini" jawab Najwa.
"Owh mudah mudahan aja hanya kecapekan, ya sudah mending sekarang kalian berdua langsung istirahat saja ya, pasti capek" ujar kyai Hasan.
"Iya lebih baik Najwa langsung Istifahat saja, nak El juga pasti kecapean kan" tambah umi Aisyah yang menyetujui perkataan dari suaminya.
"Iya Umi" jawab Najwa yang memang sudah ingin rebahan, entahlah akhir akhir ini Najwa jadi suka rebahan dan pemalas.
Najwa dan El segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, sebenernya kalau El sih gak pa pa gak merasa capek hanya saja El khawatir dengan keadaan istrinya.
"Bah sepertinya putri kita bahagia menikah dengan nak El" ujar Umi Aisyah setelah Najwa dan El pergi ke kamar untuk beristirahat.
"Iya umi abah juga melihatnya begitu, syukurlah umi jadi kita gak kefikiran Najwa terus yang berada jauh dari kita" jawab Kyai Hasan yang sepemikiran dengan istrinya.
Sedangkan di kamar Najwa langsung rebahan di atas ranjangnya yang gak begitu besar seperti milik suaminya, ranjang Najwa hanya muat untuk tidur dua orang itupun gak bisa leluasa.
"Iya Mas ini kamarnya Najwa yang tidak seluas kamarnya mas El" jawab Najwa yang jadi membandingkan kamarnya dengan kamar suaminya yang luas dan megah.
"Ya gak pa pa emangnya kenapa" ujar El dengan membaringkan tubuhnya di samping istrinya.
"Jadi sempit kan mas kalau ranjangnya di buat tidur berdua gak seperti ranjangnya mas El yang besar"
"Ya malah bagus dong jadi kita tidurnya saling berpelukan biar gak jatuh" ujar El dengan memeluk istrinya.
"Huh dasar itu sih maunya mas El"
"Ya gak pa pa peluk istri sendiri mah gak dosa, ya udah gih kamu istirahat biar gak pusing lagi kepalanya, nanti misalnya kita pulang ke jakarta tapi kepala kamu itu masih sering pusing aku mau bawa kamu ke dokter" ujar El yang di angguki oleh Najwa.
"Terserah mas El aja Deh" jawab Najwa dengan memejamkan matanya, entahlah Najwa jadi merasa ngantuk, akhirnya mereka berdua tertidur dengan posisi El yang memeluk istrinya.
__ADS_1
******
Rahma dapat pesan lewat aplikasi hijau diponselnya, Setelah di lihatnya ternyata dari Gus Ikhsan, betapa senengnya hati Rahma kala mendapat pesan dari gus Ikhsan karena gak biasanya Gus Ikhsan mengirimnya pesan lebih dulu kepadanya.
Dengan hati gembira Rahma segera membukanya tapi tiba tiba saja senyumnya meredup kala membaca pesan dari gus Ikhsan yang berisi dirinya akan menikah, dalam pesan itu gus Ikhsan menceritakan yang sejujurnya kepada Rahma sehingga membuat Rahma tidak rela.
"A .... apa? gus Ikhsan besok akan menikah, terus aku gimana" gumam Rahma yang seketika menjadi sedih.
Rahma dengan cekatan langsung membalas pesan dari gua Ikhsan "Maaf gus tapi kamu kan sudah berta'aruf dengan ku dan aku gak mau kamu ninggalin aku begitu saja" begitulah balasan pesan Rahma yang di kirim untuk gus Ikhsan.
"Maaf Rahma tapi saya harus bertanggung jawab dengan menikahi gadis ini" balas Gus Ikhsan.
"Ya udah gak pa pa Gus, tapi saya tetap melanjutkan ta'aruf kita, aku siap di poligami" balas Rahma yang tetap kekeh ingin menjadi istrinya gus Ikhsan.
"Ya sudah Rahma jika itu sudah menjadi keputusanmu, saya hanya ingin mengatakan yang sejujurnya" balas gus Ikhsan.
"Ya allah kenapa jadi begini sih, tapi gak pa pa jika aku harus di poligami aku yakin gus Ikhsan akan lebih menyayangiku nantinya, biasanya istri kedua itu malah yang di utamakan" gumam Rahma setelah membaca balasan pesan dari gus Ikhsan.
Sedangkan di sebrang sana gus Ikhsan jadi bingung pasalnya dirinya gak sanggup jika harus mempunyai istri dua, dikiranya Gus Ikhsan Rahma akan mundur Eh malah besedia untuk di poligami, pertanyaannya apakah Nesya mau nantinya jika di poligami karena Nesya tidak tau tentang ini, bahkan Ken sebagai ayahnya saja tidak memberitahukan tentang masalah itu kepada putrinya karena Ken sangat yakin dengan gus Ikhsan yang nantinya akan mengambil keputusan yang bijaksana, ken mempercayakan putrinya sepenuhnya kepada gus Ikhsan.
BERSAMBUNG
MANA SEMANGATNYA BUAT AUTHOR JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
__ADS_1