Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Najwa hamil 2


__ADS_3

Setelah Najwa sadar El langsung memeriksakan istrinya ke dokter obgyn, dan disinilah mereka sekarang Najwa sedang berbaring di atas brankar bersiap akan di periksa oleh dokter.


"Maaf ya nyonya bajunya di naikkan dulu" ujar dokter laki laki itu yang ingin memeriksa Najwa.


"Stop dokter mau ngapain?" tanya El kala El melihat dokter itu mau menaikkan baju istrinya.


"Mau di periksa tuan" jawab dokter itu.


"Memangnya gak bisa kalau gak di naikkan dok?" tanya El.


"Gak bisa tuan, kan yang mau di periksa memang perutnya" jawab dokter laki laki itu sedangkan Najwa sendiri memang merasa kurang nyaman jika di sentuh sentuh oleh laki laki selain suaminya.


"Ya sudah dok kalau begitu saya mau dokternya yang wanita saja untuk memeriksa istri saya" pinta El yang ingin dokter wanita saja untuk memeriksa istrinya, Najwa jadi lega sewaktu suaminya meminta dokter wanita untuk menanganinya.


"Ya sudah tuan, saat ini selain saya ada dokter Dila yang sedang bertugas, kalau begitu biar dokter Dila saja yang memeriksanya" balas dokter itu dengan memberi saran sedangkan El langsung menganggukkan kepalanya setuju.


Akhirnya dokter laki laki itu keluar dan tak lama ada dokter Dila yang masuk.


"Selamat sore tuan dan nyonya" ujar doktet Dila dengan ramah.


"Iya selamat sore juga dokter" jawab El dan Najwa bersamaan.


"kapan anda terakhir kali datang bulan nyonya?" tanya dokter Dila.


"Kalau tidak salah satu bulan yang lalu doktet" jawab Najwa


"Maaf bajunya saya naikkan dulu ya" ujar dokter Dila meminta izin.


"Iya dokter" jawab Najwa.


Dokter Dila segera menaikkan baju yang di kenakan oleh Najwa sehingga menampakkan perutnya yang putih dan mulus, setelah itu dokter Dila menaruh sedikit gel di perut Najwa yang masih kelihatan langsing itu lalu donter Dila baru menempelkan sebuah alat ke perut Najwa.


Seketika nampaklah sebuah janin yang ukurannya masih sangat kecil di layar monitor.


"Ini janin yang sedang di kansung oleh nyonya Najwa tuan" ujar Dokter Dilla menyampaikan.


"Tapi itu kok kecil banget ya dok?" tanya El yang membuat dokter Dila tersenyum.


"Iya tuan janinnya masih sangat kecil sekali karena usianya baru empat minggu, albamdulillah janinnya dan ibunya sehat tuan"


"Saya mau nannya dok kenapa istri saya akhir akhir ini sering merasa pusing, mual dan kadang sewaktu mencium bau makanan bawaannya ingin muntah, itu bahaya gak ya dok?" tanya El.


"Itu sama sekali tidak bahaya tuan, itu sesuatu hal yang wajal di alami oleh ibu hamil tri semester pertama" jawab Dokter Dila yang membuat El lega, jadi dirinya tidak perlu khawatir lagi dengan istrinya karena apayang di alami istrinya itu adalah hal wajar.


Setelah selesai memeriksa Najwa dokter Dila merapikan kembali pakaian yang Najwa kenakan, Doktdr Dila segera duduk di kursinya untuk menulis resep obat untuk Najwa, sedangkan El dan Najwa langsung duduk di hadapan dokter Dila.

__ADS_1


"Tolong pola makan istrinya di jaga ya tuan, nyonya Najwa harus makan makanan yang sehat seperti sayur sayuran, buah, susu khusus untuk ibu hamil dan lauk pauk yang mencukupi" pesan dokter Dila.


"Baik dok, mmmm dok saya mau nanya kalau istri saya sedang hamil masih boleh berhubungan badan gak dok?" tanya El yang langsung dapat tatapan tajam dari Najwa, bisa bisanya suaminya itu nanya kaya gitu kan Najwa jadi malu.


"Ih mas El kok nanya nya sampai sana segala sih" protes Najwa yang wajahnya sudah bersemu merah.


"Tidak apa apa nyonya jika ada yang tidak tau boleh ditanyakan tidak perlu malu" ujar dokter Dila.


"Tuh dokternya aja bilang gak pa pa kok sayang" balas El yang membuat dokter Dila tersenyum.


"Untuk berhubungan badan masih boleh tuan dan nyonya asal hati hati ya, dan untuk nyonya tidak boleh terlalu capek atau stres karena itu akan mempengaruhi kehamilan nyonya" peringat doktet Dila.


"Jadi istri saya gak boleh capek dan stres ya dokter?" tanya El.


"Iya tuan, tolong di jaga dengan baik istrinya ya, kalau hamil muda gini itu rawan keguguran" jawab dokter Dila. "Owh iya ini ada resep obat untuk nyonya fungsinya untuk mengurangi rasa mual dan untuk menguatkan kandungannya" ujar Dokter Dila dengan memberikan resep itu kepada El dan El pun segera menerimanya.


"Iya dok terimakasih, saya mau kalau priksa kembali dengan dokter Dila saja"


"Boleh tuan, nanti bisa membuat janji terlebih dahulu ya" jawab Dokter Dila sedangkan El hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Ya sudah kalau begitu kami permisi dulu dok"


"Iya silahkan tuan dan nyonya" jawab dokter Dila.


Setelah selesai memeriksakan kandungannya Najwa dan El langsung kembali ke dalam ruang perawatan istrinya karena di sana masih ada Deddy dan mommynya yang sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Najwa.


"Alhamdulillah mom kandungan Najwa baik baik saja dan usia kandungannya baru empat minggu" jawab El yang membuat Bima dan Dara tersenyum.


"Kamu harus jagain istri kamu baik baik El, perhatikan juga pola makannya dan jangan lupa untuk menyuruhnya minum susu khusus untuk ibu hamil" pesan Bima.


"Iya Ded pasti El akan jagain istri sekaligus calon anak El ini" jawab El dengan mengelus perut istrinya yang masih rata.


"Mas El Najwa boleng pulangnya kapan? Najwa udah gak betah nie di rumah sakit" tanya Najwa yang gak suka berada di rumah sakit, rasanya Najwa sudah gak betah dan ingin cepat pulang.


"Tadi kata dokter kamu sudah boleh pulang kok sayang" jawab El yang membuat Najwa seneng.


"Ya sudah kita langsung pulang aja yuk mas" ajak Najwa dengan tidak sabaran.


"Memang beneran sudah boleh pulang El?" tanya Bima memastikan.


"Udah Ded, kata dokternya gak ada yang perlu di khawatirkan dan keadaan Najwa serta kandungannya juga sehat" jelas El sedangkan Bima dan Dara hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


Akhirnya hari itu juga Najwa di bawa pulang ke rumah dan sesampainya di rumah Najwa langsung di suruh istirahat, Bima dan Dara jadi lebih perhatian dengan Najwa setelah tau menantunya itu sedang mengandung cucu mereka, gak hanya Dara dan Bima El pun juga sama bahkan El lebih posesif terhadap istrinya.


Saat baru pulang dari rumah sakit El menggendongnya sampai di kamar padahal Najwa bisa jalan sendiri, katanya suaminya itu takut jika dirinya akan kecapekan nanti kalau jalan sediri jadi Najwa hanya bisa menurut.

__ADS_1


Gak hanya itu saja bahkan menurut Najwa suaminya itu berubah cerewet sekarang, gak boleh inilah gak boleh itulah, harus makan inilah harus makan itulah, seperti saat ini El membuatkan susu khusus untuk istrinya padahal sebelumnya El mana pernah bikin minuman sendiri tapi demi istrinya El sampai rela membuatkan susu untuk istrinya.


"Sayang kamu minum susunya dulu ya" ujar El dengan memberikan segelas susu untuk istrinya.


"Makasih ya mas El padahal Najwa bisa bikin sendiri kok" balas Najwa dengan menerima segelas susu dari tangan suaminya, Najwa merasa keadaannya kebalik sekarang karena malah dirinya yang di layani oleh suaminya, semenjak dirinya Hamil suaminya itu makin perhatian dan sayang dengan dirinya.


"Aku sengaja memang bikinin khusus buat kamu sayang biar kamu dan babynya selalu sehat" ujar El yang membuat Najwa bahagia.


Najwa segera meminum susu buatan suaminya hingga tandas. "Mas El Najwa mau besok di bikinin yang rasa strobery ya" pinta Najwa dengan menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.


"Iya sayang" jawab El.


Kini posisinya El sedang duduk di atas ranjang sedangkan Najwa duduk di depannya dengan menyandarkan tubuhnya ke dada bidangnya


El menyusupkan tanganya di balik gaun tidur yang di kenakan istrinya, El mengelus perut istrinya. "Sayang kira kira anak kita nanti perempuan atau laki laki ya" ujar El menebak nebak.


"Kalau mas El maunya anak kita nanti laki laki atau perempuan?" tanya Najwa yang ingin tau jawaban dari suaminya.


"Mmmm, kalau aku maunya perempuan" jawab El.


"Kok perempuan? kenapa gak laki laki aja sih mas?" tanya Najwa yang ingin tau alasan suaminya menginginkan anak perempuan.


"Laki laki atau perempuan sama aja sayang" jawab El.


"Jadi kalau anak kita perempuan atau laki laki mas El tetap mau?" tanya Najwa yang merasa takut jika suaminya menginginkan anak perempuan sedangkan yang lahir malah anak laki laki.


"Ya mau lah sayang, mau anak kita perempuan atau laki laki aku tetep suka karena itu anak kita" jawab El yang membuat Najwa lega.


Lama kelamaan tangan El sudah tidak bisa di kondisikan lagi, tangan El merambat dari perut ke atas dan berhenti di dua buah melon yang sekarang ukurannya semakin besar dan semakin kencang, dengan nakalnya El meremasnya.


"Ah mas El mesum banget sih" ujar Najwa dengan melihat ke arah belakang.


"Boleh ya sayang kan kata dokter boleh" Najwa hanya menganggukkan kepalanya dengan malu malu, tanpa aba aba El langsung menyerang bibir merah merona alami milik istrinya sedangkan kedua tangannya masih asyik bermain main di kedua buah melon milik istrinya yang menurut El bentuknya semakin menggoda.


Udah ya sampai sini saja takut kepanasan, authornya gak berani terlalu panas.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA BUAT AUYHOR


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2