
Sesampainya di kantor El langsung masuk ke dalam perusahaan begitu saja, karena masih kesal dengan Najwa jadi El meninggalkannya begitu saja, El berjalan masuk ke dalam perusahaannya dengan langkah lebarnya sehingga membuat Najwa kehilangan jejaknya.
"Duh mas El mana sih cepet banget ngilangnya" gumam Najwa yang sudah tidak melihat El.
Saat Najwa berjalan tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang laki laki yang berjalan dengan terburu buru dengan melihat ponsel di tangannya.
BBRUUUKKKK
Untung saja Najwa tidak sampai terjatuh tapi ponsel laki laki itu terjatuh ke lantai sehingga layarnya retak.
"Hey kamu itu jalan pakai mata dong lihat tuh ponsel tuan saya jadi jatuh kan" ujar seorang perempuan dengan pakaian minim yang tadi berjalan berdampingan dengan laki laki yang bertabrakan dengan Najwa, perempuan itu dandanannya sangat menor belum lagi pakaiannya yang masyaallah sangat terbuka menurut Najwa, Najwa melihat hampir semua wanita yang berada di perusahaan itu berpakaian terbuka, Na'uzubillah semoga saja El gak pernah tergoda dengan semua wanita wanita itu begitu do'a Najwa saat melihat wanita wanita dengan pakaian kurang bahannya.
Sedangkan laki laki yang bertabrakan dengan Najwa tadi malah bengong mengagumi kecantikan Najwa, apalagi Najwa mengenakan pakaian tertutup serta mengenakan hijab di kepalanya sehingga membuat laki laki itu terpesona serasa sejuk hatinya ketika melihat Najwa.
"Maaf bukannya tuan ini yang salah karena sudah menabrak saya kenapa jadi anda yang menyalahkan saya" ujar Najwa membela Diri, sedangkan wanita itu ingin membalas perkataan dari Najwa langsung di hentikan laki laki yang bertabrakan dengan Najwa.
"Maaf kan saya nona memang saya yang salah karena tidak sengaja sudah menabrak anda" ujar laki laki itu dengan terus memandang wajah cantik Najwa, menurut laki laki itu Najwa bebeda dengan wanita yang lainnya yang pernah dia temui Najwa itu cantiknya alami menyejukkan hati, walaupun Najwa mengenakan pakaian tertutup tapi itu tidak membuat melunturkan sedikitpun pesonanya.
"Tuhkan dia aja mengaku salah kenapa jadi anda yang marah marah" ujar Najwa yang membuat wanita itu kesal, biasanya bosnya mana pernah bersikap semanis itu dengan wanita tapi ini apa? baru ketemu udah bicara seramah itu sehingga membutat wanita yang berjalan di sampingnya menjadi heran.
"Oh ya kenalkan nama saya Ares" ujar laki laki itu yang ternyata bernama Ares dengan mengulurkan tangannya ke hadapan Najwa.
__ADS_1
"Maaf tuan tapi saya sedang buru buru" jawab Najwa yang langsung pergi gak tau kemana untuk mencari suaminya, Najwa mengabaikan uluran tangan Ares sehingga membuat Ares langsung menurunkan tangannya.
"Hemmm, wanita yang sangat menarik, inilah yang aku cari tidak murahan seperti wanita yang lainnya" gumam Ares dengan memandang kepergian Najwa.
"Huh dasar wanita sombong gak tau diri dia gak tau apa siapa tuan ini, bisa bisanya wanita itu mengabaikan tuan" omel wanita yang berada di sebelahnya yang merupakan sekertarisnya sendiri, sedangkan Ares hanya melirik sekertarisnya yang ngomel ngomel itu.
Setelah Itu Ares langsung berjalan begitu saja sedangkan sekertarisnya segera mengambil ponsel tuannya yang masih tergletak di lantai lalu setelahnya wanita itu segera menyusul tuannya yang sudah masuk ke dalam lift, Ares datang ke perusahaam El karena dia ada kerja sama dengan El tentang pembangunan sebuah hotel, Ares terburu buru karena akan menghadiri rapat yang sebentar lagi akan berlangsung, Ares dan sekertarisnya segera memasuki lift karena takut akan terlambat.
Najwa sudah berjalan kesana kemari tapi tetep tidak menemukan suaminya akhirnya Najwa memutuskan untuk memasuki life khusus untuk CEO untung saja diarea lift sedang sepi karena sudah masuk jam kerja jadi jarang ada orang yang menggunakan lift sehingga tidak ada yang menegur Najwa saat wanita itu menaiki lift khusus untuk CEO dan para petinggi perusahaan, Najwa naik ke lantai paling atas, tepat sasaran memang ruangan El berada di lantai paling atas tapi Najwa tidak tau di mana ruangan El.
Saat ini El sudah ada di dalam ruangannya, El sedang serius dengan berkas yang ada di tangannya tapi tiba tiba pintu ruangannya di ketuk.
"Masuk" ujar El kala mendengar pintunya di ketuk, Kemudian masuklah sekertarisnya yang bernama Rania, Rania berjalan dengan melenggak lenggokkan badannya sehingga panttnya ikut bergoyang ke kiri dan ke kanan sedangkan El melirik aja tidak, El masih serius dengan berkasnya padahal Rania sudah berdandan semaksimal mungkin untuk menarik perhatian tuannya sampai sampai Rania mengenakan pakaian sexy, rok pendek dan atasan blues yang berdada rendah sehingga memperlihatkan belahan dadanya.
"Permisi tuan, saya cuma mau mengingatkan bahwa 10 menit lagi rapat akan segera di mulai" kata Rania mengingatkan tuannya.
"Okey kita langsung kesana sekarang" jawab El sedangkan Rania dengan bangganya berjalan berdampingan dengan El, selama ini Rania sudah berusaha untuk menarik perhatian El tapi El selalu bersikap cuek dan gak perduli.
Sesampainya di ruang rapat semua para rekan bisnisnya berdiri untuk menyambut El. "Selamat pagi tuan" ujarnya dengan membungkukkan separuh badannya.
"Ya selamat pagi, kita langsung saja mulai rapatnya" jawab El dan semua orang langsung duduk seperti semula, kini El memimpin rapat dengan di dampingi sama sekertarisnya Rania tapi tiba tiba Ares dan sekertarisnya masuk untuk menghadiri rapat itu dan El sungguh tidak suka dengan orang yang tidak menghargai waktu pasalnya Ares sudah telat walau cuma lima menit tapi tetep aja itu membuat El tidak suka.
__ADS_1
"Maaf saya sedikit telat" ujar Ares yang langsung duduk begitu saja.
"Lain kali kalau bisa jangan sampai telat seperti ini walaupun cuma sedikit tetep aja telat" jawab El yang gak suka dengan sikap Ares yang datang terlambat.
Sedangkan kini Najwa kebingungan mencari di mana ruangan El. "Ya ampun di mana sih ruangannya mas El kok sepi banget di sini" gumam Najwa, memang di lantai paling atas itu suasananya sepi karena orang orang yang tertentu saja yang berada di lantai atas apalagi sekarang lagi ada rapat jadi suasananya sangat sepi beberda sama lantai di bawah yang kelihatan ramai dan banyak orang.
"Aduh apa aku salah ya, lebih baik aku turun saja deh" gumam Najwa yang memilih untuk turun ke lantai bawah.
Najwa sampai kelelahan akibat keluar masuk lift untuk mencari ruangan suaminya sehinga kini Najwa malah balik lagi ke lantai paling bawah, tiba tiba saja Najwa di tegur oleh petugas keamanan yang berjaga.
"Maaf nona anda siapa? anda bukan kariawan di perusahaan ini kan lantas kenapa anda berkeliaran disini?" tanya petugas kemanan itu dengan penuh selidik yang membuat Najwa menjadi gugup, petugas keamanan itu tau bahwa Najwa bukan kariawan kantor karena Najwa tidak memakai pin khusus sebagi tanda bahwa yang memakai pin itu adalah kariawan di perusahaan itu, sedangkan Najwa tidak lantas ada perlu apa Najwa berada di perusahaan itu begitu fikir petugas keamanan itu.
"I.....iya sa...saya" Najwa bingung mau bilang apa karena dia memang bukan kariawan di perusahaan itu, mau bilang istrinya El mana ada yang percaya secara pernikahannya hanya di laksanakan seacara diam diam.
"Jika anda memang tidak ada kepentingan di perusahaan ini silahkan keluar saja dari perusahaan ini, atau kalau tidak saya akan menangkap anda" ujar petugas keamanan itu lagi yang membuat Najwa jadi ketakutan, kalau Najwa pergi dari kantor El Najwa gak tau arah jalan pulang karena Najwa baru menginjakkan kakinya di kota jakarta jadi Najwa gak tau jalan, selain itu Najwa juga cuma pegang uang 100 ribu karena El memang belum memberinya uang, dan nomer ponsel suaminya Najwa juga gak punya jadi Najwa memutuskan untuk berlari.
petugas keamanan yang melihat Najwa malah berlari langsung segera mengejarnya. "Hey tunggu mau kemana kamu" teriaknya, tapi Najwa tak menghiraukannya Najwa memilih masuk ke dalam lift, saat petugas keamaan itu sampai di dekat lift, lift itu sudah tertutup sehinga membuat Najwa jadi lega karena dikiranya Najwa udah lolos dari kejaran itu.
BERSAMBUNG
MANA LIKE KOMEN VOTENYA BUAT AUTHOR
__ADS_1