
keesokan paginya Serin datang ke kantor El, Serin ingin bertemu dengan El karena ada yang ingin Serin bicarakan dengan El, serin masih belum bisa menerima jika ternyata El sudah menikah dengan wanita lain, tapi di saat Serin sudah berada di kantornya El Serin malah bertemu dengan seseorang yang selama ini ingin Serin hindari, tidak sengaja mereka berdua malah berpapasan di lantai bawah.
Serin ingin ke ruangan El sementara laki laki itu ingin keluar dari perusahaan El, laki laki itu baru saja selesai rapat dengan El dan para pemegang saham yang lainnya.
"Serin kan?" ujar laki laki itu yang yang tidak sengaja melihat Serin berada di perusahaan El.
Sementara Serin melotot karena melihat laki laki yang memanggilnya itu. "Kamu, ngapain kamu bisa berada di sini?" tanya Serin yang merasa terkejut karena baru beberapa hari di jakarta dirinya sudah di pertemukan dengan seseorang yang sudah mengambil kesuciannya sehingga dirinya hamil dan gara gara laki laki itu juga hubungannya dengan El jadi berantakan.
"Aku disini jelas karena aku ada kerja sama dengan perusahaan El, kamu sendiri ngapain ada di sini?" tanya laki laki itu yang ternyata bernama Ares.
"Bukan urusanmu" jawab Serin yang ingin segera pergi tapi naas Ares malah mencekal tangannya.
"Heh jangan bilang kamu ini masih mengharapkan El, nie aku kasih tau Ya El itu sudah menikah jadi ngapain kamu masih berhubungan dengan suami orang" ujar Ares yang membuat Serin jadi kesal.
"Aku bilang bukan urusanmu, jika urusanmu sudah selesai silahkan pergi dari sini gak usah ikut campur urusan orang" balas Serin dengan Emosi, bertemu Ares Saja sudah membuatnya emosi apalagi jika harus menghadapi laki laki itu, itu hanya akan membuat Serin naik Darah mengingat peristiwa satu tahun yang lalu.
Satu tahun yang lalu Serin menghadiri acara ulang tahun temannya di salah satu club terbesar di ibu kota, padahal sebelumnya El sudah mewanti wantinya dirinya jika El selalu melarangnya untuk pergi ke club, tapi hanya karena sebuah undangan ulang tahun temannya Serin tak mengindahkan larangan El yang melarangnya pergi ke club, secara diam diam Serin menghadiri undangan ulang tahun temannya tanpa sepengetahuan El.
Kala itu Serin tidak mau minum minuman beralkohol tapi salah satu temannya memaksanya sehingga akhirnya Serin meminum satu gelas kecil minuman beralkohol itu.
Gak lama setelah Serin meminumnya tiba tiba saja kepalanya langsung terasa pusing, Serin Mabuk hanya karena meminum satu gelas kecil minuman beralkohol, karena merasa pusing Serin izin untuk pergi ke toilet kepada salah satu temanya, awalnya teman Serin sudah menawarkan untuk mengantarnya tapi Serin menolaknya karena Serin fikir hanya ke toilet saja gak harus di antarkan.
Sewaktu Serin pergi ke toilet Serin melewati sebuah lorong dan di lorong itulah Ares melihat Serin dengan keadaan yang sudah mabuk karena waktu itu Serin merancau tidak jelas.
Ares sangat mengenali Serin yang statusnya kekasih El, malam itu Serin di matanya terlihat sangat cantik dan sexy, Ares yang sama sama terpengaruh oleh minuman haram itu pun tergoda akan tubuh Sexy dari Serin sehingga Ares berniat untuk mencicipinya, Ares Kira Serin seperti wanita yang lainnya yang suka melakukan *** bebas, dan Ares fikir Serin sudah sering melakukanya dengan El jadi tidak ada salahnya jika dia akan mencicipinya begitu fikir El
Tapi setelah Ares membawa Serin ke sebuah hotel dan Ares akhirnya melakukan hubungan terlarang itu dengan Serin Ares baru mengetahui jika ternyata Serin masih perawan.
Pada saat itu Ares merasa beruntung sekali karena sudah mendapatkan keperawanan kekasih El, dan Ares tidak tau saja jika sehabis hubungan terlarang itu Serin hamil anaknya Ares.
"Ya ampun gak usah galak galak gitu kali, bisalah kita ulangi kejadian itu, Mmm dirimu sungguh legit sehingga aku ingi mengulangnya, tapi sayang setelah waktu itu dirimu malah menghilang entah kemana" ujar Ares yang membuat Serin emosi.
__ADS_1
"Diamlah tutup mulutmu itu, dasar laki laki banjingan gara gara kamu hubunganku dengan El hancur" setelah mengatakan itu Serin meninggalkan Ares begitu saja, Serin sudah sangat muak dengan laki laki itu, demi apapun ingin sekali serin menenggelamkannya ke rawa rawa.
"Dasar laki laki bajingan kenapa aku bisa sampai bertemu dengan dia lagi sih di perusahaan El lagi, semoga aja El gak tau alasan aku yang meninggalkannya waktu itu" gumam Serin dalam hati dengan dada bergemuruh.
"Hemmmm sangat menarik, aku yakin sekali jika El sudah tidak akan menerimanya lagi, itu malah bagus dengan begitu aku akan mengajaknya untuk bekerja sama" gumam Ares dengan senyum miringnya setelah Serin pergi dari hadapannya.
"Selamat siang, apa tuan Elnya ada?" tanya Serin kepada Rania sekertaris El yang berada di depan ruangan El.
"Eh nona Serin, ada non kebetulan tuan El nya baru saja selesai rapat" jawab Rania yang agak sedikit terkejut dengan kedatangan Serin di perusahaan bosnya. "sebentar saya konfirmasi dulu dengan tuan" ujar Rania yang ingin memberitahu bosnya terlebih dahuku jika ada Serin datang.
Tok ..... tok ..... tok
Rania mengetuk pintu ruangan bosnya terlebih dahulu sebelum masuk lalu setelah Bosnya menyuruhnya masuk barulah Rania masuk ke dalam ruangan bosnya.
"Permisi tuan di luar ada nona Serin yang ingin bertemu dengan anda" ujar Rania menyampaikan setelah Rania memasuki ruangan El.
"Serin, ngapain wanita itu kesini?" tanya El yang agak terkejut juga mendengar Serin nekat mendatangi perusahaannya walaupun dulunya Serin sering main ke perusahaannya sewaktu menjadi kekasihnya tapi sekarangkan keadaanya sudah lain.
"Ya sudah suruh masuk saja" titah El.
"Baik tuan" Rania segera keluar untuk menyuruh Serin masuk karena El yang menyuruhnya.
"Nona Serin mari silahkan masuk" ujar Rania dengan ramah.
"Ah iya terimakasih ya Rania" balas Serin.
"Iya sama sama nona, kalau begitu saya permisi tuan" ujar Rania yang di angguki oleh El.
"Ada apa kamu tiba tiba datang kemari Ser?" tanya El setelah Rania pamit undur diri.
"Aku butuh bicara sama kamu El, aku masih mencintaimu tapi kamu tega ninggalin aku " ujar Serin dengan sendu mengingat hubungannya dengan El sudah berakhir.
__ADS_1
"Hufftt" El menghembuskan nafasnya kasar. "Aku rasa udah clear, di antara kita berdua udah gak ada hubungan apa apa lagi, lagian sekarang aku sudah punya istri, anggap saja kita ini memang tidak berjodoh" balas El dengan bijak.
"Gak bisa gitu dong El, kamu mudah banget ngelupain aku gitu aja El"
"Terus aku harus gimana Ser? kamu sendiri sampai sekarang gak ada bilang kenapa kamu tiba tiba ninggalin aku begitu saja, jadi jangan salahkan aku jika aku menganggap hubungan kita sudah berakhir lama" ujar El, sedangkan Serin gak bisa kasih alasan kenapa dirinya sampai ninggalin El waktu itu.
"Maafkan aku El, tapi gak bisakah kamu ngasih aku kesempatan sekali saja" Serin masih berusaha supaya bisa kembali lagi dengan El.
"Maaf Ser kamu tau Sendiri kan aku sudah menikah, jadi aku mohon mengertilah posisiku, dan aku do'a in buat kamu semoga kamu bisa mendapatkan laki laki penggantiku yang jauh lebih baik dariku, aku minta maaf karena sudah menikahi wanita lain" jawab El yang sebenernya merasa gak tega dengan Serin karena biar bagaimana pun El merasa bersalah karena hubungannya dengan Serin belum ada kata putus tapi El malah sudah menikah dengan wanita lain, tapi mau bagaimana lagi karena waktu itu keadaannya terpaksa.
"Sebebernya aku melupakanmu tidak semudah yang kamu bayangin Ser, aku juga butuh waktu dengan itu lagian kamu kenapa sampai ninggalin aku tanpa kejelasan" gumam El dalam hati yang menyayangkan tindakan Serin yang meninggalkannya.
"Apa bener udah gak ada kesempatan ya buat aku untuk bersama El lagi secara El sudah beristri, lagian aku juga gak mau jadi yang ke dua" gumam Serin dalam hati yang perlahan menerima kenyataan jika dirinya sudah di tinggal nikah seseorang yang sangat dia cintai, sakit jelas sakit tapi Serin harus menerimanya.
"Ya sudah El tapi kita masih bisa untuk berteman kan" ujar Serin yang di setujui oleh El.
"Pasti Ser kita masih bisa berteman kok" jawab El.
"Makasih El, aku kira kamu akan membenciku"
"Ya enggak lah Ser" jawab El .
"Ya sudah maaf sudah mengganggu waktumu kalau begigmtu aku pulang dulu" ujar Serin yang ingin pamit pulang.
"Kamu gak ganggu kita kan sekarang teman" ujar El yang mengajak Serin untuk berdamai sedangkan Serin hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
Setelah itu Serin langsung pergi dari perusahaan El membawa hati yang tersakiti. "Apa aku ikhlasin aja ya, tapi hatiku sangat sakit menerima kenyataan ini" gumam Serin dalam hati dengan raut wajah yang sendu.
Ketika Serin ingin memasuki mobilnya tiba tiba dirinya ditarik oleh seseorang sehingga membuatnya terkejut.
BERSAMBUNG
__ADS_1
MANA LIKE KOMEN VOTENYA BUAT AUTHOR