
SELAMAT MEMBACA
*****
Visualnya Zeline
Hari ini Zeline mengajak Exel kakaknya untuk main ke rumah El, karena hari ini weekend jadi otomatis zeline gak ada kegiatan ke sekolah.
"Kak kita main ke rumah kak El yuk, Zeline mau minta hadiah ulang tahun bentar lagi kan Zeline mau ulang tahun" ajak Zelin sesudah memasuki kamar kakaknya, kebetulan pagi itu Exel baru bangun dan sedang memainkan ponselnya dengan posisi duduk bersandar di ujung ranjang.
"Aduh apa sih dek kakak baru aja bangun udah di ajak pergi aja" jawab Exel dengan malas.
"Ih dasar pemalas masak jam segini baru bangun, ini kan sudah siang udah jam delapan" protes Zeline dengan kesal karena menurutnya kakaknya itu sangat pemalas mentang mentang hari libur bangunnya kesiangan.
Karena kesal Zeline menarik narik tangan kakaknya. "ayo kak buruan mandi sana, dasar jomblo" ujar Zeline mengatai.
"Iya ya sabar, lagian apa hubungannya sama jomblo, awas aja ya kamu dek sampai ketahuan pacaran,sekolah dulu yang bener" jawab Exel memperingatkan, menurut Exel adiknya itu masih terlalu kecil untuk pacaran takutnya nanti malah terjerumus dengan pergaulan bebas.
"Iya kakakku tersayang bawel banget sih, udah sana buruan mandi" ujar Zeline dengan mendorong kakaknya ke dalam kamar mandi.
"Punya kakak bawel banget sih lagian teman teman Zeline udah pada pacaran masak Zeline gak boleh sih, padahal nie ya banyak banget cowok yang antri ingin jadi pacanya Zeline, secara Zeline ini kan ratunya di sekolah" gerutu Zeline saat pintu kamar mandinya udah di tutup oleh kakaknya.
Akhirnya Zeline menunggu kakaknya di bawah. "Duh kak Exel lama banget sih" gerutu Zeline ketika melihat kakaknya baru turun dari lantai atas.
" Ya ampun dek sabar kenapa mau kakak anterin gak nih?" tanya Exel dengan mengancam.
"Ya mau dong kak" jawab Zeline sedangkan Exel langsung mencubit sebelah pipi adiknya karena gemes, selain cerewet adiknya ini juga suka memaksa.
"Loh sayangnya papah mau kemana pagi pagi kok udah cantik banget" ujar Reynan yang melihat putri kesayangannya sudah rapi.
"Eh papah Zeline mau ke rumahnya uncle Bima" jawab Zeline.
"Lho bukannya uncle dan bibimu itu lagi ke LN?" tanya Rey.
"Kan Zeline mau ketemu kak El, Zeline mau minta hadiah ulang tahun" jawab Zeline yamg membuat Rey geleng geleng kepala, pasalnya putrinya itu sangat manja entah itu dengan El dengannya atau dengan kakaknya.
"Kan belum ulang tahun udah minta kado aja, lagian kamu itu mau minta kado apa sama kak El?" tanya Rey dengan mengelus rambut putrinya.
"Ada deh mau tau aja papah ini" jawab Zeline yang membuat Rey gemes sama putrinya.
"Uuhh dasar ulang tahun masih lima hari lagi tapi udah minta kado" ejek Exel.
"Biarin sirik aja"
"memangnya zeline gak mau minta kado dari papah gitu?" tanya Rey karena biasanya zeline sudah merengek minta kado ini dan itu kepada Rey.
"Minta dong pah Zelin mau ulang tahun Zelin yang ke 17 ini dirayain ya pah soalnya Zeline mau mengundang semua teman teman Zelin" jawab Zeline dengan gaya manjanya.
"Itu sih gampang sayang asal mamah kamu setuju aja"
"Owh iya mamah mana pah kok gak kelihatan?" tanya Exel yang belum melihat mamahnya.
"Mamah kamu itu sudah pergi blanja dari pagi" jawab Rey.
"Makannya kakak kalau bangun itu jangan kesiangan jadi gak tau kan kalau mamah udah pergi, wekkk" seloroh Zelin dengan menjulurkan lidahnya, sumpah demi apapun Exel jadi gemes banget sama adiknya yang manja itu sedangakn Rey hanya ketawa melihat interaksi antara kakak beradik itu.
__ADS_1
"Ya udah ah pah Zelin mau pergi dulu, dah papah" ujar Zelin dengan mencium pipi papahnya. "Ayo kak"
"Ya udah pah Exel pergi dulu ya"
"Kalian hati hati ya" ujar Rey, setelah itu Zeline dan Exel segera pergi kerumah kakak sepupunya itu.
Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah El, Zeline dan Exel langsung segera turun dan masuk ke rumah kakak sepupunya.
"Selamat pagi non Zelin dan tuan Exel, mau cari tuan El ya non?" tanya seorang pelayan yang melihat kedatangan Zelin dan Exel.
"Pagi Juga bik, iya nih Zeline mau cari kak El, kak El nya ada kan Bik?" jawab Zeline dengan balik bertanya.
"Tuan El ada di kamarnya non" jawan pelyan itu.
Zeline ingin langsung naik ke lantai atas di mana kamar El berada tapi Exel dengan sigap langsung mencegah adiknya.
"Mau kemana kamu dek?" tanya Exel dengan menarik tangan Zeline.
"Mau ke kamarnya kak El" jawab Zeline dengan polosnya.
"Eits gak boleh asal masuk gitu aja ya, ingat kak El itu sekarang sudah punya istri jadi yang sopan" ujar El memperingatkan adiknya.
"Heeeheee....iya Zeline hampair saja lupa" jawab Zeline dengan cengengesan.
"Zeline" panggil Najwa kala melihat Zeline ada di rumahnya, kebetulan Najwa baru saja dari dapur membuatkan kopi untuk suaminya yang sedang mengerjakan suatu pekerjaan kantor di dalam kamarnya.
El sedang memeriksa berkas pentingnya yang sempat di curi oleh Bryan, baru saja anak buah nya mengambil berkas itu dari anak buah Bryan yang di suruh Bryan untuk mengembalikannya, Besok El harus meninjau pembangunan resortnya yang ada di bali.
"Kak Najwa kak El mana?" tanya Zeline yang melihat Najwa.
"Owh jadi ini istrinya kak El, baguslah jika Kak El malah menikah dengan perempuan itu dari pada sama Serin yang main tinggalin aja tanpa kejelasan" gumam Exel dalam hati yang melihat Najwa.
"Ada tuh di kamar, owh iya kamu ke sini dengan siapa?" tanya Najwa yang memang belum tau Exel.
"Halo assalamualaikum kakak ipar, aku Exel adik sepupunya kak El" ujar Exel dengan melambaikan tangannya, sengaja Exel hanya melambaikan tangannya karena kalau Exel mengajaknya bersalaman kakak iparnya itu pasti akan menolak secara mereka itu bukan muhrim.
"Waalaikum salam saya Najwa, bentar ya kak Najwa panggilin kak Elnya" ujar Najwa yang segera di angguki oleh Zeline.
Gak lama kakak ipar dan kakak sepupunya itu turun dari lantai atas, ketika Zelin ingin beranjak dari duduknya Exel langsung menarik tangannya. "Eits mau kemana? ingat ya dek kamu itu mulai sekarang harus jaga sikap kamu karena sekarang kak El itu sudah beristri"
"Emangnya kenapa kalau kak El sudah beristri memangnya gak boleh gitu" balas Najwa dengan kesal pasalnya tadi Zeline ingin berlari memeluk El tapi malah di tahan sama kakaknya.
"Gak boleh ubah kebiasaan manjamu itu sama kak El, mengerti" tambah Exel lagi yang membuat Zeline jadi cemberut.
"Eh ada adik kesayangan kakak, tapi kok mukanya di tekuk gitu kenpa?" tanya El yang langsung duduk di berhadapan dengan Zelin sedangkan Najwa duduk di sebelah El.
"Tau Nih Zeline kesel banget sama kak Exel abis dari tadi Zeline si larang inilah itulah kan Zeline jadi sebel" jawab Zeline mengadu sedangkan Exel hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Owh iya kalian pada ingin minum apa biar kak Najwa yang bikinin" ujar Najwa dengan menawarkan minuman.
"Eh gak usah sayang biar pelayan saja yang membuatkan minuman, kamu di sini aja" El menarik tangan Najwa yang ingin beranjak dari tempat duduknya.
"PELAYAN" panggil El.
"Iya tuan" jawab seorang pelayan yang langsung berlari tergopoh gopoh untuk mandatangi El.
"Tolong kamu buatkan minuman untuk adikku ya" titah El yang langsung di iyakan oleh pelayan tersebut..
"Baik tuan"
Pelayan itu langsung pergi membuatkan minuman untuk Zelin dan Exel.
__ADS_1
"Kebetulan banget nih kamu dateng kesini bagaimana kalau kita jalan bareng sama kak Najwa juga" ajak El yang ingin pergi jalan jalan.
"Wah kalau itu sih Zelin mau kak, mau jalan kemana nih?" tanya Zeline dengan antusias.
"Emmm ke mall boleh ke pantai juga boleh" jawab El yang membuat Zeline kegirangan.
"Ke pantai aja kak"
"Kalau kamu gimana sayang mau nggak?" tanya El kepada istrinya.
"Boleh mas" jawab Najwa yang ikut seneng juga ya walaupun El ngajaknya gak berdua tapi Najwa tetep seneng.
"Eh kodok ngapain lo diam aja" ujar El yang mengatai Exel kodok pasalnya Exel paling merasa jijik sama hewan kodok makanya El memanggilnya kodok.
"Enak aja orang ganteng gini dipanggil kodok, ya ikut lah ngapain disini sendirian" jawab Exel yang menyaksikan interaksi antara El dan adiknya, Exel paling sebel banget jika El selalu memanjakan adiknya.
Najwa dan El segera bersiap untuk pergi ke pantai.
"Eh dek memangnya kamu mau minta kado apa sih ke kak El" tanya Exel yang penasaran.
"Zeline ingin minta di belikan ponsel keluaran terbaru" jawab Zeline yang sudah ingin ganti ponsel.
"Ngapain minta di beliin ponsel sama kak El, awas aja ya kamu kalau sampai minta di kado ponsel sama kak El" ujar El yang seperti mengancam adiknya.
"Memangnya kenapa aku kan memang ingin di belikan ponsel baru sama kak El sebagai kado ulang tahunku yang ke 17" jawab Zeline yang belum sempat bicara soal itu ke El abis keburu di ajak jalan jadi Zeline lupa sama tujuan awalnya.
Padahal Zeline bisa tuh tinggal minta ke papah atau mamahnya tapi Zeline maunya di belikan sama El.
"Kak Exel juga bisa belikan kamu ponsel baru kenapa mesti minta ke kak El sih"
"Biarin orang Zeline maunya di beliin sama kak El"
Belum sempat Exel membalas pembicaraan adiknya El dan Najwa sudah turun dari lantai atas.
"Ayo udah siap nih" ujar El dengan merangkul Zelin.
"Ya udah ayo kak"
El dan Zeline jalan duluan sedangkan Najwa dan Exel mengekor di belakang.
"Kakak ipar gak usah kaget ya dengan tingkah Zeline yang manja da kekanak kanakan maklumin saja karena kak El memang sudah biasa manjain Zeline, maklumlah Kak El kan memang gak punya adik" ujar Exel.
"Gak pa pa kok Exel Najwa mengerti lagian Zeline kan masih anak remaja jadi wajar jika bersikap begitu apalagi mas El sangat menyayangi Zeline sebagai adiknya" jawab Najwa yang ingin mengenal lebih jauh saudara dari suaminya, lagian menurut Najwa Zeline itu cantik dan lucu.
"Eh dek kamu ikut mobil kakak aja" ujar Exel yang melihat Zeline ingin memasuki mobil El.
"Eh kodok memangnya kita gak satu mobil aja" saut El.
"Gak kita bawa mobil sendiri sendiri aja biar nanti pulangnya gak perlu kesini lagi buat ambil mobil" jawab Exel yang males jika harus kembali lagi ke rumah sepupunya itu, Exel maunya setelah dari pantai langsung pulang.
Akhirnya dengan kesal Zeline terpaksa memasuki mobil kakaknya , sedangkan Najwa satu mobil dengan suaminya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH