
SELAMAT MEMBACA
******
Di rumah kiyai Hasan, disana sudah ada Rizky, umi Aisyah, Rahma dan kiyai Hasan yang ingin memberi perhitungan kepada Rahma, tadi Rahma memang di panggil untuk menghadap kiyai Hasan dan Disinilah Rahma sekarang di hadapan keluarga kiyai Hasan.
"Maaf kiyai ada apa ya kiyai memanggil saya kemari?" tanya Rahma yang mendadak perasaannya gak enak karena di sana juga ada Gus Rizky dan umi Aisyah yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kamu masih tanya kenapa Rahma, setelah apa yang sudah kamu lakukan terhadap adikku" kini Rizky yang menjawab pertanyaan dari Rahma bukan kiyai Hasan, Rizky merasa marah kala mendengar informasi dari abahnya jika Rahmalah yang melakukan itu terhadap adiknya, kini gus Rizky juga sama dengan kiyai Hasan dan umi Aisyah yang sama sama berusaha bersabar dan menahan amarah suapaya tidak meledak.
Sedangkan Rahma sudah deg degan dengan perkataan gus Rizky yang tidak bersahabat, apakah gus Rizki sudah mengetahui tentang dirinya yang sudah menjebak Najwa hanya karena dia menyukai gus Ikhsan begitu fikir Rahma.
"Ma...maksud gus Rizky itu apa ya?" tanya Rahma dengan gugup.
"Kamu itu gak usah pura pura bodoh deh, kamu kan yang sudah menjebak Najwa supaya dia tidur dengan laki laki yang bukan mahromnya?" jawab Gus Rizky dengan balik bertanya.
Sedangkan Rahma langsung terkesiap medengar perkataan Gus Rizky yang memang benar adanya. " Aduh gawat dari mana keluarga Najwa bisa tau jika aku yang sudah menjebak Najwa?" gumam Rahma dalam hati yang bertanya tanya dengan ketakutan.
"Bu....bukan ke....kenapa jadi Rahma yang di tuduh" elak Rahma dengan gugup dan sewaktu Rizky ingin membalas perkataan dari Rahma Kiyai Hasan langsung mencegahnya dengan memberi isyarat.
"Rahma kami tidah menuduh, akuilah jika memang kamu yang melakukannya sebelum saya melaporkanya kepada polisi" Ancam kiyai Hasan yang membuat Rahma menjadi semakin ketakutan kini tubuh Rahma sudah mulai berkeringat dingin hanya karena mendengar akan di laporkan kepada polisi.
"Iya Rahma kami bisa menuntut kamu atas perbuatan bejat kamu itu sehingga putri umi menjadi korbanya" tambah umi Aisyah yang sedari tadi diam saja kini ikut angkat bicara karena Rahma tidak mau mengakui perbuatannya yang bejat itu.
"Ke....kenapa Rahma harus di laporkan, lagian Rahma tidak melakukannya, anda tidak bisa menuduh Rahma tanpa bukti karena itu bisa menjadi fitnah" ujar Rahma yang masih membela diri sehinggga membuat kiyai Hasan geleng geleng kepala.
Kiyai Hasan tidak menuduh Rahma tanpa bukti karena kiyai Hasan punya bukti berupa rekaman CCTV hotel yang dikirim Najwa ke ponselnya, sedangkan Najwa mendapatkanya dari suaminya.
"Rahma kami tidak menuduhmu tanpa bukti, saya punya buktinya" ujar kiyai Hasan dengan menunjukkan rekaman CCTV hotel yang dikirim oleh Najwa.
"Lalu itu apa Rahma, apa kamu masih mau mengelak?" tanya gus Rizky yang melihat Rahma terkejut karena melihat rekaman CCTV yang di tunjukkan oleh abahnya.
__ADS_1
"Gawat bagaimana bisa mereka mempunyai bukti itu, dari mana mereka bisa mendapatkannya, kalau mereka sampai melaporkannya ke polisi aku bisa dipenjara beneran ini" gumam Rahma dalam hati dengan tubuh bergetar.
Rahma langsung bersimpuh di depan keluarga Najwa dengan kedua tangan menyatu di depan dada. "Ma....maafkan Rahma kiyai, ustazah Aisyah dan gus Rizky, Rahma terpaksa melakukan itu semua" ujar Rahma dengan memohon.
"Sekarang saya tanya sama kamu, kenapa kamu sampai tega menjebak Najwa apa salahnya Najwa sama kamu Rahma?" tanya Kiyai Hasan yang ingin tau kenpa Rahma sampai tega berbuat hal keji terhadap putrinya sehingga keluarganya harus menanggung malu karena harus memutuskan ta'aruf dengan gus Ikhsan anak dari sahabatnya
"Jawab Rahma kenapa kamu diam saja" ujar umi Aisyah yang melihat Rahma malah diam saja.
"Se....sebenernya se....sebenernya" jawab Rahma yang takut dengan memilin milin baju gamis yang dia kenakan karena jujur Rahma takut bilang yang sesungguhnya.
"Sebenernya apa kalau jawab itu yang bener Rahma" celetuk gus Rizky yang sudah geram banget dengan Rahma.
"Sebenernya Rahma suka dengan gus Ikhsan dan Rahma gak rela jika gus Ikhsan menikah dengan Najwa" jawab Rahma yang membuat semua orang terkejut.
"Astagfirullah halazim, jadi hanya karena itu kamu tega berbuat dzolim dengan Najwa" ujar Kiyai Hasan yang tidak menyangka Rahma berbuat seperti itu hanya karena menyukai gus Ikhsa sedangkan gus Rizky dan umi Aisyah juga beristigfar dengan pengakuan dari Rahma.
"Iya kiyai Rahma mohon jangan laporkan Rahma ke polisi"
"Apa sebelumnya kamu gak mikir jika perbuatanmu itu bisa merusak masa depan putri saya, apa kamu gak mikir bagaimana nanti nasip Najwa selanjutnya jika masa depannya kamu rusak" tambah kiyai Hasan sedangkan gus Rizky hanya menganggukkan kepalanya.
"Maaf kan Rahma Kiyai Rahma khilaf waktu itu" Rahma masih bersimpuh memohon supaya tidak di laporkan kepolisi, jujur Rahma takut banget jikan harus mendekam di penjara.
"Sekarang saya tanya apa kamu sudah pernah mengadukan masalah itu ke orang lain?" tanya gus Risky yang takut jika aib keluarganya sudah diketahui banyak orang, sudah pasti nama baik keluarganya akan tercoreng apa lagi abahnya adalah seorang kiyai yang mempunyai pondok pesantren.
"Belum penah gus Rizky, sekalipun saya belum pernah mengadukan masalah itu kepada orang lain" jawab Rahma dengan jujur.
"Ya udah jika begitu abah tidak akan melaporkanmu kepolisi tapi dengan syarat jangan sampai orang lain tau tentang masalah itu, jika orang orang sampai tau saya akan menuntutmu Rahma" ujar kiyai Hasan yang membuat Rahma jadi lega karena kiyai Hasan tidak jadi melaporkanya ke polisi.
"Iya saya janji kiyai, ustazah, gus Rizky saya janji tidak akan mengadukan masalah itu ke orang lain" jawab Rahma.
"Saya pegang kata kata kamu ya Rahma, ingat saya punya buktinya jadi mudah saja bagi saya memasukkanmu ke dalam jeruji besi dan satu lagi Rahma mulai saat ini kamu tidak perlu lagi mengajar di pondok saya dan tolong jangan perbah datang kesini lagi" ujar kiyai Hasan yang membuat Rahma tercengang.
__ADS_1
"Ta ...tapi kiyai Rahma masih ingin mengajar disini"
"Kami hanya manusia biasa Rahma yang bisa marah dan sakit hati, kami tidak bisa lagi membiarkanmu mengajar di pondok ini, menurut saya kamu tidak pantas mengajar sedangkan kelakuanmu seperti itu" tambah Gus Rizky.
Bukan maksud kiyai Hasan memutus tali silahturahmi tapi kiyai juga manusia biasa yang bisa marah dan sakit hati jika di dzolimi orang lain, kiyai Hasan hanya butuh waktu untuk memaafkan perbuatan Rahma yang sudah melanggar hukum agama.
"Baiklah kiyai, gus Rizky dan ustazah jika memang itu keputusan dari kalian Rahma terima asalkan Rahma tidak dilaporkan kepolisi dan tolong maafkan Rahma" ujar Rahma yang terpaksa meminta maaf dan memohon itu semua Rahma lakukan haya karena Rahma takut di penjara.
"Tidak mudah untuk memaafkan perbuatanmu itu Rahma tapi kami akan berusaha untuk memaafkanmu, silahkan keluar dari sini, dan kami mohon jangan pernah lagi kamu datang kemari" kiyai Hasan mengusir Rahma secara halus karena menurutnya sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan.
Akhirnya dengan terpaksa Rahma pergi dari rumah kiyai Hasan dan Rahma juga terpaksa mau gak mau untuk tidak mengajar lagi di pondok pesantren kiyai Hasan.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam" jawab kiyai Hasan, umi Aisyah dan gus Rizky bersamaan kala Rahma mengucap salam dan pergi dari rumahnya.
"Abah menurut umi ini tidak adil jika Rahma tidak mendapat hukuman atas perbuatanya" ujar Aisyah yang merasa tidak adil jika Rahma di bebaskan begitu saja.
"Iya abah umi benar" tambah gus Rizky yang membenarkan perkataan uminya.
"Sudahlah gus, umi kita pasrahkan saja sama allah biarkan allah saja yang membalas perbutan Rahma" jawab Kiyai Hasan dengan bijaksana.
BERSAMBUNG
AYO MANA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH