
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH BINTANG LIMA YA DAN MASUKIN KE DAFTAR FAVORIT KALIAN
*********
Setelah Nesya dan Bryan selesai dinner akhirnya Bryan langsung mengajak Nesya untuk kembali ke hotel, gak lama sekitar 15 menit mereka sudah sampai di hotel tempatnya menginap, memang jarak antara taman dengan hotel tempatnya menginap tidak terlalu jauh.
Bryan merasa resah pasalnya Bryan melihat obatnya belum bereaksi ke tubuh Nesya. "Kok obatnya belum bereaksi ya, apa jangan jangan aku kurang banyak lagi ngasihnya, gawat kalau obatnya bereaksi setelah Nesya masuk ke dalam kamarnya bisa gagal dong rencanaku" gumam Bryan dalam hati saat melihat Nesya masih biasa biasa aja.
Sedangkan Nesya tiba tiba saja merasa ngantuk berat di saat dia ingin turun dari mobil, ternyata Bryan mencampurkan obat tidur di dalam minumannya Nesya, setelah turun dari mobil Bryan melihat Nesya yang berjalan dengan sempoyongan akibat dari kantuknya.
"Nes kamu kenapa?" tanya Bryan dengan senyum miringnya, Bryan tau jika obatnya sudah mulai bekerja, Bryan berharap Nesya jatuh tumbang sebelum sampai di dalam kamarnya.
"Gak tau nih Bry tiba tiba saja aku merasa ngantuk banget, gak biasanya loh" jawab Nesya dengan menggelengkan kepalanya dan memijit pangkal hidungnya berusaha memulihkan kesadarannya.
"Ya sudah sini biar aku bantu jalan" Bryan ingin memapah Nesya tapi dengan sigap Nesya langsung menolaknya.
" Gak Bry aku bisa sendiri kok" tolak Nesya yang gak ingin di bantu oleh Bryan karena Nesya merasa masih sanggup berjalan sediri.
"Tapi nanti kalau kamu jatuh gimana Nes?" tanya Bryan dengan khawatir tapi Nesya tetep kekeh ingin jalan sendiri sedangkan Bryan tetap ngotot ingin membantu Nesya jalan, Gak sengaja ada seorang laki laki yang berjalan di belakang Nesya dan Bryan laki laki itu menaruh curiga dengan dua orang di depannya yang terlihat cekcok padahal enggak.
seorang Laki laki yang yang berjalan di belakang Nesya melihat Nesya yang sepertinya ingin jatuh karena jalannya gak bener, melihat itu laki laki itu segera mendekat dan ingin menolongnya.
"Eh mbaknya gak pa pa?" tanya laki laki itu.
"Eh awas kamu dia itu gak pa pa" jawab Bryan dengan gak suka saat laki laki itu menghampirinya dan Nesya.
"Gak pa pa gimana dia hampir saja terjatuh loh" jawab laki laki itu yang merasa aneh dengan Bryan yang bersikap seolah olah tak suka padahal laki laki itu hanya berniat ingin menolongnya siapa tau ajakan mereka butuh bantuan karena laki laki itu melihat Nesya sedang dalam keadaan seperti sedang tidak baik baik saja, sedangkan Nesya merasa semakin ngantuk.
"Ayo Nes aku bantu jalan nanti kamu jatuh lagi" Bryan mendekati Nesya dan berniat ingin menggendongnya langsung tapi lagi lagi Nesya menolaknya.
__ADS_1
"Eh kamu mau ngapain Bry, aku bisa jalan sendiri" tolak Nesya yang membuat Bryan jadi geram.
"Nes kamu itu gak usah keras kepala deh aku akan menggendongmu biat kamu tak jatuh"
"Tapi aku gak mau Bry aku bisa jalan sendiri" Nesya kekeh gak mau di gendong, Nesya merasa malu jika harus di gendong sedangkan Laki laki itu tanpak bingung melihat Bryan yang memaksa Nesya padahal Nesyanya gak mau.
"Udah kalau dianya gak mau jangan dipaksa" ujar laki laki itu yang gak suka dengan cara Bryan yang memaksa seorang wanita.
"Eh kamu itu siapa sih jangan ikut campur deh" balas Bryan dengan tak terima, rasanya Bryan sudah gak sabar, Bryan ingin membawa Nesya secara paksa.
"Aku bukannya ingin ikut campur tapi kalau bisa gak usah di paksalah kalau dianya gak mau, lagian kalau kamu bukan Muhrimnya gak boleh asal sentuh sembarangan" ujar laki laki itu lagi.
"Gak usah sok suci deh, mendingan kamu pergi aja sana gak usah ngurusin urusanku" balas Brya yang sudah emosi.
"Kok kamu malah nyolot gitu sih tadinya aku hanya ingin sekedar membantu siapa tahu aja kalian itu butuh bantuanku melihat wanita ini seperti sedang dalam kondisi tidak baik baik saja, aku jadi curiga denganmu apa kamu mempunyai niat jahat dengannya?" tanya laki laki itu dengan menunjuk Nesya.
"Ng...ngak jangan ngaco kamu kalau gak tau apa apa itu mending kamu pergi aja sana" Bryan menyuruh laki laki itu untuk segera pergi dengan cara mendorongnya sehingga membuat laki laki itu semakin curiga dengan Bryan.
"Kalau gak ada niat jahat kenapa jadi gugup begitu, aku bisa melaporkanmu ke polisi dengan tindakkanmu yang memaksa wanita ini" laki laki itu tetap gak mau pergi walaupun sudah di dorong oleh Bryan, laki laki itu merasa kasihan aja dengan Nesya jika benar Bryan mempunyai Niat jahat, sedangkan Bryan jadi ketakutan saat mendengar akan di laporkan ke polisi.
"Eh mau kemana kamu jangan lari" teriak laki laki itu saat melihat Bryan malah berlari.
"Astagfirullah halazim, jadi bener laki laki itu punya niat jahat, baru di ancam lapor polisi aja udah kabur" gumam laki laki itu dengan geleng geleng kepala.
Bertepatan dengan itu tiba tiba saja Nesya jatuh kelantai karena sudah gak sanggup menahan saking ngantuknya.
"Eh mbak mbak bangun" ujar laki laki itu dengan menggoyangkan lengan Nesya dengan jari telunjuknya, jujur saja laki laki itu jadi bingung mau berbuat apa, mau minta bantuan tapi gak ada orang yang lewat karena sudah larut malam.
"Apa aku angkat saja ya, tapi dosa gak ya? tapi masak mau di tinggalin disini sendirian nanti kalau ada yang berniat jahat lagi gimana" gumam laki laki itu dengan bingung.
"Cantik banget sih gadis ini" ujar laki laki itu yang secara tidak sengaja mengagumi kecantikan Nesya. "Eh astagfiruah halazim ngomong apa aku ini" ujar laki laki itu lagi dengan menutup mulutnya karena keceplosan.
__ADS_1
Akhirnya laki laki itu memilih mengangkat Nesya karena gak tega di tinggal sendirian lagian kan gak dosa kalau situasinya darurat karena gadis itu bener bener butuh pertolongan, laki laki itu mengucap istigfar berkali kali saat tangannya harus menyentuh lengan Nesya yang polos tidak tertutup kain karena pada waktu itu Nesya mengenakan blus tanpa lengan jadi lengannya yang tanpak putih dan mulus itu jadi terekspos, mau gak mau akhirnya laki laki itu membawa Nesya ke dalam kamar hotel yang sudah dipesannya, laki laki itu lantas membaringkan Nesya diatas ranjang lalu laki laki itu langsung menyelimutinya.
"Astagfirulah halazim gadis jaman sekarang kenapa gak di tutup aja sih auratya mana terasa halus banget lagi kulitnya" gerutu laki laki itu karena sebelumnya mana pernah laki laki itu bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya.
Laki laki itu mau gak mau jadi harus tidur di sofa karena ranjangnya di tempati tidur oleh seorang gadis cantik.
Sedangkan Bryan sekarang jadi kebingungan karena rencananya telah gagal. "Sial gara gara laki laki itu rencanaku jadi gagal, Eh apa sebaiknya kau aduin saja ke om ken dan tante Riska jika Nesya sedang berduaan dengan seorang laki laki di kamar hotel malam ini, aku yakin laki laki itu akan habis di tangan om Ken karena om ken Kira laki laki itu sudah berbuat yang enggak enggak dengan Nesya" gumam Bryan yang ingin mengadukan ke Ken kalau Nesya sedang bersama seorang laki laki di kamar hotel.
Bryan segera menghubungi ken untuk mengadukan jika Nesya sekarang sedang bersama dengan seorang laki laki di kamar hotel, sedangkan di sebrang sana Ken merasa sangat terkejut dengan berita yang di sampaikan oleh Bryan.
Ken tanpak bengong tak percaya setelah mengangkat telfon dari Bryan sedangkan Riska jadi terbangun dari tidurnya karena merasa terusik dengan suara suaminya yang sedang menerima telfon dari Bryan tadi.
"Pah, kamu kenapa kok bengong gitu?" tanya Riska yang melihat suaminya bengong dengan masih memegang ponsel di tangannya.
"Gawat mah tadi Bryan telfon papah, katanya Nesya sedang bersama dengan seorang laki laki di dalam kamar hotel" ujar Ken menyampaikan kepada istrinya.
"Apa? gak mungkin Nesya begitu pah, mamah tau betul bagaimana Nesya karena mamah yang sedari kecil telah merawatnya, mamah gak percaya pah" jawab Riska yang tidak percaya.
"Sama papah juga tidak percaya mah, ya udah bagaimana kalau kita langsung terbang malam ini juga ke Yogya untuk membuktikanya" ujar Ken yang langsung di setujui oleh Riska.
"Ya udah ayo pah kita segera bersiap kesana mamah jadi khawatir dengan putri kita" balas Riska yang langsung di angguki oleh Ken.
Setelah selesai bersiap Ken dan Riska segera terbang menuju ke yogyakarta, mereka merasa sangat khawatir dengan putri satu satunya yang sedang berada di kota orang, sebenernya Ken dan Riska tidak percaya dengan perkataan Bryan hanya saja sebagai orang tua Ken dan Riska terlalu khawatir dengan putri satu satunya itu.
BERSAMBUNG
AYO MANA PENYEMANGATNYA BUAT AUTHOR
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
TERIMAKASIH