Menikahi Bosku

Menikahi Bosku
30 Firasat buruk


__ADS_3

Lia terbangun dari tidur dan mengecek ponsel nya berharap ada pesan dari Kekasihnya. Namun ternyata tidak ada.


Lia pun mengirim pesan kepada mas Rizki.


"Sayang maaf ya kemarin aku tidak mengabari kamu, Soal nya sedikit sibuk.hehehhe tidak marah kan?" Lia mengirim pesan itu berharap mas Rizki menelfon nya.


Namun dia tidak menerima balasan atau pun telfon dari Mas Rizki.Lia berfikiran mungkin mas Rizki masih tidur atau sedang tidak memegang ponsel nya.


Lia bangun untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shlat subuh meski itu sudah lumayan siang untuk shlat subuh.dia kesingan karna ibu nya tidak membangunkan dia.


"Lia hari ini kita ke kuburan kakek ya" Ibu mengajak lia untuk berziarah.


"Iya bu, Lia mandi dulu" Lia Mandi dan bergati pakaian. Lia mengecek ponsel nya namun belum juga ada balasan dari mas Rizki.


Hatinya mulai tak tenang dan fikiran nya mulai kemana mana.

__ADS_1


Lia Sarapan bersama keluarganya sebelum berziarah. Lia dan keluarganya menuju kuburan Kakek. Namun mas Riki tidak ikut karna dia bersama keluarga pacarnya.


"Bu, pak, Kalau lia punya pacar memang boleh?" Lia bertanya takutnya orang tuanya tidak mengijinkan Lia untuk berpacaran.


"Boleh,asal bapak tau siapa orang nya. dan kamu juga bisa jaga diri" Bapaknya yang menjawab.


"Boleh nak,asal kamu bisa jaga diri sendiri ya.pacaran nya yang wajar wajar saja,kenalin juga sama kita,karna orang tua wajib tau anak nya bersama siapa" Ibu menambahkan.


Lia tersenyum lega karna mereka memberi lampu hijau kepada Lia.nanti saat dia memperkenal kan mas Rizki dia tidak begitu takut.


mereka sampai di kuburan dan saudara yang kemarin ketemu pun sudah di sana.mereka melakukan Tahlilan dan doa bersama.


Lia tidak langsung pulang kerumah namun menuju rumah Teman ayah nya karna dekat.


Lia hanya menatap ponsel nya berharap ada pesan dari kekasih nya,memberi kabar bahwa dia baik baik saja,bahwa dia tidak memberi kabar karna sibuk dengan keluarganya,dengan satu pesan pun dia akan senang,tidak perlu telfon hanya satu pesan sudah cukup. namun pesan itu tak kunjung datang kepadanya. Lia tidak tau harus apa,dan harus bagaimana lagi mengubungi mas Rizki.

__ADS_1


setelah seharian berkeliling,Lia dan keluarganya pulang.dan itu sudah sore.


Lia melihat ponsel nya tidak kunjung ada pesan dari mas Rizki.


Lia semakin cemas dan ingin tau ada apa sebenarnya,knapa mas Rizki tidak kunjung menghubungi Lia.


padahal Lia tadi siang sudah mengirim pesan kemabali.dia mencoba menelfon namun tidak aktif.


Lia merasa cemas dan khawatir. apa dia marah kepada Lia, tapi dia bukan tipe orang yang akan marah hanya karna Lia tidak memberi kabar.


"mas Rizki marah karna dia tidak memberi kabar?apa terjadi sesuatu pada mas Rizki?" fikirian Lia di penuhi hal hal jelek.


biasanya kalau Lia tidak memberi kabar duluan,malah mas Rizki yang sering menelfon terlebih dahulu namun ini tidak sama sekali.


"Aduhhhhh gak boleh berfikir macem2" Lia menyadarkan dirinya.dia sangat khawatir.

__ADS_1


Dia bingung harus menayakan kepada siapa tentang mas Rizki.dia Lupa kalau dia juga punya nomor adik nya.namun Dia tidak ingin adik nya berfikiran yang aneh aneh tentang hubungan dia dengan kakaknya.


__ADS_2