
Pagi pun tiba. .
setelah semalam dia menangis Hatinya sangat lega rasanya,Lia sudah mempersiapan Diri dan hatinya. Lia pernah menemui Psikolog dan Cara mengobati Trauma adalah dengan mengadapi nya.
Lia dan Rey menuju ke tempat pemilik cabang yang pertama.
"materi tentang Kantor cabang ini sudah lo pelajari kan?" Rey bertanya kepada Lia karna Rey melihat Lia tidak fokus sejak kemarin.
"Eh. . iya sudah pak " Lia menjawabnya.
lia mencoba tetap profesional,meski fikiran dan hatinya sangat kacau,namun dia tidak ingin menunjukan itu di depan bosnya.
Mereka sampai di tempat tujuan mereka. pemilik cabang sangat merespon baik kedatangan Lia dan Rey. Bahkan mereka menawarkan bantuan nya kepada Rey dan Lia.
"wahhh gw gak nyangka bakal semudah ini" Rey dan Lia tidak perlu bicara panjang lebar karna pemilik cabang ini juga berencana untuk tetap memihak perusahaan dan menolak untuk menjual nya.
karna pemilik cabang yang pertama sangat mudah Lia dan Rey melanjutkan perjalanan nya menuju pemilik cabang yang ke dua.
__ADS_1
"Permisi pak,Saya Aulia dan ini Atasan saya Pak Rey, kami dari kantor pusat.Kedatangan saya kesini bertujuan untuk. . . . . " Lia berbicara menjelaskan apa tujuan mereka datang.
Rey tidak melihat Lia yang kemarin,Lia benar benar profesional dalam pekerjaan nya,seperti semua beban dan fikiran yang kemaren dia rasakan hilang saat dia mulai bekerja,meski Rey tidak tau apa yang terjadi kepada Lia,namun Rey salut karna Lia sangat profesional.
"Saya sudah dengar dari pak Dedi (pemilik kantor cabang pertama yang di kunjungi) , Tadi dia menelfon saya bahawa ada orang dari kantor pasat, Tapi apa ini bisa menjamin kalau kita akan menang nanti" Pemilik cabang itu ragu karna dia tidak ingin mengambil resiko
"Begini pak sekarang sudah hampir 25 kantor cabang yang sudah setuju dengan kami, Anda tidak pelu melakukan apa pun,kami hanya minta suara bapak saat Rapat nanti" Rey dan Lia kembali menjelaskan.
berharap tidak ada keraguan lagi terhadap Lia dan Rey.
Jam sudah menunjukan waktu makan siang.
"Pak mampir tempat makan dulu ya,sudah waktunya makan siang" Rey berkata kepada supir.
Lia sangat senang karna semua yang terjadi tidak seperti yang dia bayangkan.
mobil mereka sampai di sebuah tempat makan di sana.
__ADS_1
"Mau makan apa?" Lia bertanya kepada Rey, Dia tidak lagi memlilih makanan sendiri.
"Tumben lo tanya dulu sama gw biasanya pilih sendiri" Lia slalu memilih makanan untuk Rey juga.aneh nya semua makanan itu Rey juga suka.
"Ya sudah aku yang pilihkan" Lia memanggil pelayan yang ada di sana. Tempat itu cukup ramai.Lia belum pernah ke tempat ini.
"Mau pesan apa mbak" Pelayan itu bertanya.
"Aku mau ini, yang ini, sama ini, minumnya ini aja ya" Lia memesan makanan nya.
Rey hanya sibuk dengan ponsel nya,mengecek semua pekerjaan yang di kirim kan Rico lewat e-mail, sebelum makanan datang Lia juga mengirimkan hasil pekerjaan mereka kepada mbak Fitri,
mereka ber empat benar benar bekerja keras.
saat Lia sedang sibuk dengan laptop nya tiba tiba ada suara wanita yang memanggil namanya.
"Mbak Lia?" Ada suara perempuan terdengar menyebut nama lia di sana.
__ADS_1