
Setelah kekalahan kemari mereka harus memikirkan cara agar mereka bisa menang di rapat akhir nanti, mereka harus menemukan investor besar yang benar - benar akan memihak mereka.
"Kita sudah satu minggu mencoba mencari investor yang mau memihak kita namun hasil nya nihil" Rico hampir putus asa karna tak kunjung mendapatkan investor.
"kita tidak boleh patah semangat, kita masih punya waktu untuk berusaha" Lia mencoba memberi semangat semua orang karna sudah mulai merasa putus asa.
Lia, Rey, Rico dan Fitri sudah berhari - hari lembur mencari solusi apa yang akan mereka lakukan,mereka sudah menghubungi semua investor namun semua menolak mereka.
"Aku pulang dulu ya, aku sudah janji akan mengujung rumah kakak ku malam ini" Lia di minta kakak nya untuk datang karna sudah lama sekali Lia tidak berkunjung ke rumah kakak nya, kebetulan juga besok weekend.
Lia sudah tidak tinggal lagi di rumah mas Riki karna jarak dengan kantor cukup jauh. Lia memutuskan untuk menyewa sebuah Apartemen kecil yang jarak nya dekat dengan kantor.
"Kamu hati - hati ya, maaf aku tidak bisa mengantar kamu" Rey berencana lembur lagi dengan Rico.
"Iya tidak apa - apa, maaf aku tidak bisa ikut lembur lagi hari ini, tapi aku juga akan berusaha memikirkan solusi untuk kita" Lia merasa tidak enak karna Rey dan yang lain nya lembur.
__ADS_1
Lia pulang di antar Rey menuju aparemen. meski Rey tidak bisa mengantar Lia menuju rumah kakak nya se tidak nya Rey mengantar nya sampai apartemen.
"Aku minta maaf ya belum pernah mengajak kamu kencan selama ini, aku malah merepotkan kamu dengan pekerjaan" Rey dan Lia belum pernah kencan seperti jalan - jalan, menonton bioskop atau yang lain nya.
"Tidak apa - apa sayang, lagi pula sekarang yang terpenting adalah perusahaan" Lia sangat mengerti akan keadaan mereka saat ini.
Rey kembali ke perusahaan setelah mengantar Lia. Lia berbenah untuk pergi menuju rumah kakak nya.
Setelah Lia selesai mandi dan berganti pakaian, Lia pergi menuju rumah kakak nya menggunakan taxi online.
"Waalaikumsalam, ya ampun ini anak baru kesini, se sibuk apa sih sampai lupa sama kakaknya" setelah selesai tugas luar kota,Lia memutuskan untuk mencari tempat tinggal sendiri.
" mas Riki dan mbak Nadya apa kabar?" Lia mencium punggung tangan mas Riki dan mbak Nadya.
"Baik sayang, bagaimana pekerjaan kamu?" Mbak Nadya mengajak Lia untuk duduk.
__ADS_1
"Ada sedikit masalah mbak" Lia menceritakan semua yang terjadi di perusahaan dia, bagaimana dia sudah berusaha keras selama ini,namun ada saja rintangan yang dia hadapi.
"Ya begitu lah mas, mbak. kita sedang berusaha mencari investor yang akan benar - benar memihak kita" Lia menceritakan semua nya.
"Oh iya mas, bukan nya perusahaan kita juga salah satu investor besar yang ada di perusahaan Lia" mbak Nadya ingat kalau perusahaan tempat mereka bekerja juga salah satu investor besar di perusahaan tempat Lia bekerja.
"Beneran mbak? kalau itu benar,aku bisa meminta bantuan kakak aku dong" Lia mencoba merayu mas Riki agar membantunya
"Lagi pula proyek yang sedang kamu kerjakan juga membutuhkan kerjasama dengan perusahan seperti tempat Lia" Mbak Nadya tau kalau suami nya sedang menghadapi proyek baru.
"Apa aku bisa meyakinkan atasan ku untuk memihak mereka dan menambahkan investasi pada proyek itu. aku juga tidak bisa mempercaya kan proyek besar ku kepada perusahaan yang akan bangkrut" mas Riki ragu karna ini proyek yang penting untuk nya.
"Mas Riki, aku kan sudah bilang sistem kami sekarang sudah mulai membaik. ya sudah, bagaimana kalau mas Riki bertemu dulu dengan atasan ku" Lia mencoba membujuk mas Riki agar mau membantunya.
Setelah berfikir lama mas Riki setuju untuk bertemu dulu dengan atasan Lia.
__ADS_1