
Lia berbaring di kamar nya dengan harap harap cemas memikirkan mas Rizki.hatinya cemas dan fikiran nya sangan kacau.
"Lia ayo makan dulu"Ibu mengajak lia makan jam menunjukan pukul 19.00 WIB.
"Lia tidak lapar bu,nanti saja" Lia sangat cemas memikirkan Mas Rizki namun tidak berani cerita kepada ibunya.
tiba tiba ponsel Lia berdering.panggilan dari Mbak Ira.
"Halo mbaaa. . minal aidzin walfidzin ya" Lia menerima telfon dari mba Ira. Namun mba ira menjawab dengan tangisan. Lia pun bingung.
"Ada apa mba?kok menangis?" Lia bingung karna tiba2 mbak ira menangis. perasaan nya menjadi sangat kacau.
"Rizki Liaa Rizki. . . . " Mbak ira menahan tangisan nya
"Knapa mas Rizki mbak?? aku dari kemarin malam tidak bisa menghubungi nya" Lia mulai panik karna mbak ira menangis membahas mas Rizki.
__ADS_1
"Rizki kecelakaan tadi Pagi saat dia berangakat ke Bandung bersama teman2 motornya" Mba ira mengais dan lia pun menjerit histeris mendengar kabar dari mbak ira.
kecemasan nya seperti terjawab semua.
"Mbak jangan bohong.mas Rizki sekarang di mana?" Lia menangis keras.ibu nya menghampiri kamar lia karna mendengar lia menangis.
"Dia meninggal Liaaa" Tangisan lia pun pecah dan dia tidak tau harus berkata apa lagi dia hanya menjerit dan menangis. Ibunya bingung knapa anak nya seperti itu.Ibunya mengambil ponsel lia dan menanyakan apa yang terjdi kepada orang yang sedang bertelfon dengan Lia.dan Mbak ira pun menjelaskan kepada ibunya lia. Bapak,mas Riki dan Adit pun menghampiri kamar Lia karna tangisan Lia yang kencang.
Di kamar lia menangis di pelukan ibunya.dia tidak tau ini nyata atau mimpi dia merasa seperti dunianya Runtuh. tubuhnya sangat lemas dan hatinya hancur berkeping keping.
ibu pun menjelaskan apa yang terjadi.keluarganya memeluk lia mencoba menengkan Lia.
"Bu aku harus ke Yogyakarta sekarang bu" Lia mengambil ponsel nya berniat menelfon adiknya mas Rizki kebetulan mereka pernah bertukan nomor ponsel.
"Halo mba Liaa?" suara serak Rita seperti orang habis menangis.
__ADS_1
"Ritaa ini gak benar kan? aku dapat kabar katanya mas Rizki. . . ." belum selesai Lia berbicara Rita menangis kencang.Lia pun menangis semakin kencang "nggak ritaa ini pasti gak bener kan Ritaaa tidakkkkkkkkkk"Lia menangis histeris, jika ini hanya mimpi rasanya dia ingin terbangun dari mimpinya segera.
air matanya tidak kunjung surut,terus mengalir di pipinya.
Lia berkemas untuk pergi ke yogyakarta. dia tidak bisa untuk tidak kesana.dia ingin memastikan kalau ini semua tidak benar.
"Kak anterin akuuu tolonggg anterin aku" Lia memohon kepada kakanya untuk di antar ke yogyakarta karna tidak memungkinkan naik kereta.
Orang tuanya Lia mengizkinkan Lia untuk pergi ke yogyakarta di antar mas Riki menggunakan orang tuanya tidak pernah melihat Lia sehancur ini, orang tuanya sangat kasian kepada putrinya.
"sayang kabari nanti kalau sudah di sana ya,Kamu yang sabar" ibu nya memeluk Lia dia merasa kasian anak perempuan nya menangis histeris. ibunya bisa merasakan bagai mana perasaan Lia saat itu.
"Riki jagain adik kamu" Bapak menitipkan Lia kepada mas Riki.
Lia dan mas Riki melaju untuk pergi ke yogyakarta.
__ADS_1