Menikahi Bosku

Menikahi Bosku
83 Rumah Rey


__ADS_3

Rey merasa ada yang aneh dengan nada bicara Kak Rendy. Dia tau Rendy slalu saja iri jika dia mendapatkan sesuatu yang tidak bisa dia dapat kan.


"Tentu saja. aku juga beruntung memiliki nya" Rey menjawab perkataan nya.


"kamu yakin Papah akan setuju?" Perkataan Rendy membuat Rey sedikit kesal


"Knapa Papah tidak setuju. toh dia tau Lia seperti apa, lagi pula perjodohan ku juga batal. Sudah lah kak, kami malam ini ingin berseng - senang. jika Kakak hanya ingin membuat suasana tidak nyaman, lebih baik pergi saja" Rey tidak suka dengan keberadaan Rendy di samping nya.


Rendy pergi karna merasa tidak enak dengan perkataan Rey. Rey memang slalu lebih unggul dari Kakak nya. meski Rendy sudah di berikan perusahaan namun Rendy tetap iri dengan Rey.


"Jangan berbicara seperti itu dengan Kak Rendy" Lia merasa tidak enak karna mereka berdebat karena nya.


"Birkan saja Lia. Dia memang orang nya seperti itu. Ayo kita lanjutkan permainan ini" Rico menjawab Lia karna dia juga tau sekali bagaimana Kak Rendy.


Merka bermain dan minum di sana. Tidak terasa waktu sudah larut malam, dan beberapa orang pun sudah banyak yang pulang.


Rey dan Lia juga pulang karna sudah hampir mabuk.


sedangkan Rico dan Fitri sudah pulang karna mereka mabuk.

__ADS_1


"mau pulang ke rumah Mas Riki apa ke apartmen kamu?" Rey bertanya kmana Lia ingin di antar.


Lia tidak menjawab nya. dia tertidur karna mabuk. Dan Akhirnya Rey pun membawa Lia pulang ke Rumah nya.


Lia tetap tidak bangun.mungkin dia sudah mabuk karna kebanyakan minum juga. Rey membawanya masuk dan membaringkan nya di tempat tidur milik nya.


"Cantik sekali Wanita ku malam ini" Rey tersenyum seraya memandangi Lia yang terlelap dalam tidur nya.


Rey pergi untuk mandi, karna dia merasa sangat panas. tapi sebelum itu dia memanggil pembantunya untuk membantu Lia berganti pakaian.


"Bi, tolong gantikan pakaian dia. saya akan mandi" Rey menyuruh pembantunya karna Lia tidak kunjung bangun.


"Baik Pak" pembantunya mengambil air hangat untuk membersikhan badan Lia menggunakan waslap.


Rey selesai mandi dan dia pun melihat Lia sudah berganti pakaian.


Bibi juga menyiapak 2 gelas teh madu hangat di samping tempat tidur.


"Tidur yang nyenyak sayang. aku tidak akan menyentuh mu tanpa persetujuan dari mu" Rey benar - benar ingin menjaga Lia.

__ADS_1


Rey juga tidur di samping Lia. karna itu kamar nya, jadi dia sering tidak bisa tidur jika di tempat lain.lagi pula dia juga tidak akan macam - macam kepada Lia.


Pagi pun tiba. Lia terbangun dari tidurnya, dia melihat sosok Pria tampan tepat di hadapan mata nya.


"Pemandangan yang sangat indah" Lia mengira dirinya sedang bermimpi atau berhalusinasi.


Tapi saat Lia mulai sadar. dia langsung bangun dari tempat tidur dengan mengecek keadaan tubuhnya.


"Ini bukan mimpi?" Lia membuka selimut untuk memastikan dirinya.


Saat Lia terbangun itu menbuat Rey juga membuka matanya.


"Selamat pagi sayang" Rey menarik Lia masuk kedalam pelukan nya.


"Siapa yang mengganti pakaian ku" Lia bertanya takut.


"Aku" Rey tersenyum dan meledek Lia.


"Apa? knapa kamu mengganti pakaian ku" Lia kaget dan melepaskan pelukan Rey namun Rey menahan nya.

__ADS_1


"Baju mu sulit jika di pakai untuk tidur. jadi aku menggantinya" Rey berkata sembari masih menutup matanya.


"Knapa tidak membangun kan ku" Lia takut benar Rey yang mengganti pakaian nya.


__ADS_2