
Sunset sudah mulai turun di sana,setelah cape menari Lia memlih untuk duduk kembali di meja nya. Rey,Rico dan Fitri masih berjoget di sana. Lia tertawa melihat ketiga rekan nya berjoget.
saat Lia asik menikmati sunset,Rey duduk di samping Lia.
"Indah ya" Rey berbicara kepada Lia.
"Hemmmm" Lia tidak bisa menggambarkan dengan kata - kata betapa indah nya sunset hari itu.
"benar - benar indah" sebenar nya mata Rey tertuju pada Lia, Rey tidak tau tentang perasaan nya, namun Rey hanya bahagia saat melihat senyuman di wajah Lia.
Rasanya ingin sekali membuat senyuman itu slalu ada di wajah Lia, Dia tidak mau lagi ada kesedihan.
"Mau kmana?" Rey bertanya karna Lia beranjak dari duduk nya.
"Kamar mandi" Lia pergi meninggal kan Rey yang masih duduk.
Lia pergi menuju kamar mandi, tapi saat dia keluar dia di ganggu oleh 2 orang yang tidak di kenal.
__ADS_1
"hey beautiful, can we have a drink together"orang itu berbicara dengan bahasa inggris(karna author tidak bisa bahasa inggris jadi kita lanjut menggunakan bahasa indonesia)
Lia tidak menanggapi nya dan hendak pergi meninggal kan 2 orang itu,namun tangan Lia di tarik agar tidak pergi.
"Tunggu dulu lah, kan bisa kita minum bersama sebentar" Pria itu semakin tidak sopan kepada Lia.
"Lepaskan, aku panggil pacar ku ya" Lia juga menjawab dengan bahasa inggris.
Pria itu tidak kunjung melepaskan tangan Lia, dia tidak percaya bahwa Lia mempunyai pacar, Lia tidak mungkin teriak di sana. saat Lia mencoba melepaskan tangan nya, tiba - tiba ada tangan lain yang memegang tangan Lia,membantu Lia melepaskan tangan nya.
"This is my girlfriend, what's the matter with her" ternyata Rey yang menarik tangan Lia.
Tanpa kata - kata 2 pria itu pergi meninggal kan mereka,dia seperti takut saat berhadapan dengan Rey.
"Kamu baik - baik saja kan?" Rey mengecek keadaan Lia.
"iyaa aku baik -baik saja, Terimakasih" Lia melepaskan tangan Rey yang masih menggenggam nya.
__ADS_1
"Oh sorry, pria seperti itu banyak di sini, kamu hati - hati ya" Rey melepaskan tangan Lia dan mengajak nya kembali ketempat meja mereka.
Lia tidak menyangka Rey ada di situ, Rey bahkan bilang kalau dia adalah pacar Lia, meski Lia tau kalau Rey melakukan itu hanya untuk membantu Lia namun tidak tau mengapa hatinya bergetar, setelah sekian lamanya hati Lia bergetar kembali, namun Lia kembali sadar bahwa perasaan nya tidak benar.
"Dari mana kalian?" Fitri bertanya kepada Rey dan Lia.
"Toilet, dia hampir di ganggu sama orang" jawab Rey saat hendak duduk.
"kamu baik - baik saja Lia? tidak di apa - apain kan? Banyak orang kaya gitu di sini" Fitri menanyakan keadaan Lia,takut dia kenapa - kenapa.
"Baik - Baik saja mba, untung pak Rey datang selamatin aku" Lia duduk di samping Rey.
merka minum banyak di sana, Rico dan Fitri seperti sudah mabuk, dan malam sudah mulai larut.
"Lanjut kmana kita?" Rico bertanya ingin lanjut tempat lain, padahal dia sudah hampir tidak sadarkan diri.
"Pulang saja, mbak fitri sudah pinsan, mas Rico juga sudah mabuk, kita pulang saja ya" Lia menyaran kan untuk pulang karna mereka berdua sudah mabuk, Lia juga sedikit pusing,karna dia hanya minum sedikit jadi dia masih sadar.
__ADS_1
Akhirnya mereka pulang ke Villa tempat mereka menginap.