
Satu minggu sudah,Lia berada di rumah nya, dia memutuskan kembali ke jakarta untuk mencari pekerjaan disana.Lia memilih Jakarta karna dia fikir disana adalah tempat yang cocok untuknya.
"Nak sudah siap semua untuk di bawa besok" ibu Lia menghampiri Lia yang sedang membereskan pakaian dan barang barnag yang akan di bawa ke Jakarta.
"Sudah bu. Ibu tidak apa apa kan di tinggal Lia ke Jakarta" Lia bertanya kepada Ibunya. karna adit pun sudah mulai berkuliah,namun adik memilih kampus yang ada di kota tempat tinggal nya.
"Tentu tidak. Ibu senang kalau kamu mendapatkan pekerjaan yang kamu suka nantinya nak, Ibu akan slalu mendukung kamu nak" Ibu memeluk Lia, Ibunya tidak mau memaksa Lia untuk tetap tinggal bersama orang tuanya,kata dokter psikolog nya,semakin dia melakukan hal yang dia sukai,semakin baik perkembangan kondisi Lia.
"Maaf kan Lia slalu buat Ibu khawatir" Lia menangis di pelukan ibunya. rasanya dia sebagai anak,slalu saja merepotkan ibunya,Lia merasa tidak pernah membahagiakan ibunya.
namun ibunya tidak pernah meminta apa pun,asal kan anak nya bahagia,ibunya juga akan merasakan yang sama.
__ADS_1
Aulia berangkat di jemput mas Riki dan Mbak Nadya (istri mas Riki) kebetulan itu Hari minggu.
"Bu, pak, Kita pamit berangkat dulu ya" Mas Riki pamit kepada orang tuanya.
"Ki jagain adik kamu ya,bantu dia cari pekerjaan, Bapak titip Lia sama kamu" Bapak Lia berpesan kepada mas Riki, bapaknya sangat menyayangi anak permpuanya,dia tidak pernah berani untuk memaksa apa yang menjadi kehendak putrinya,dia hanya bisa mendukung putrinya.
Meski bapaknya tidak menunjukan kekhawatiran kepada Lia,atas apa yang menimpa anaknya,namun sebanarnya bapaknya sangat mencemaskan anaknya.
"Siap komandan" Mas Riki hormat dengan gaya tegak.itu membuat semua orang yang ada di sana tertawa.
Lia berpamitan dengan kedua orang tua dan Adik nya. Di perjalanan Lia hanya duduk diam di kursi belakang.Mas Riki mengemudikan mobil nya dan disamping nya mbak nadya.
__ADS_1
setelah beberapa jam perjalanan.
akhirnya mobil sampai pada tujuan nya.Lia sementara tinggal di rumah Kakaknya.
lia sebanrnya ingin tinggal sendiri mencari kontrakan sendiri.namun kakanya belum mengizinkan,sebelum lia mendapatkan pekerjaan Lia harus tinggal bersama kakanya.
"Mas Lia langsung ke kamar ya istirahat" Lia menuju kamar yang biasa dia tempati jika menginap di rumah kakaknya.
mas Riki mengangguk tanda setuju.Lia masuk ke kamar nya Lia membereskan barang2 yang dia bawa.
meski mas Riki sekarang sudah mempunyai istri,tapi istri mas Riki sangat tau akan keadaan Lia,dia sangat kagum lia bisa menjlani kehidupan setelah apa yang terjadi pada diri lia dulu. dia membayangkan kalu dia di posisi Lia mungkin dia tidak akan bisa menjalani kehidupan nya.
__ADS_1
istri mas Riki pun slalu menjadi teman lia saat dia ingin melakukan apa pun,meski Lia sedikit cuek kepada kakak iparnya,namun mbak nadya slalu sabar mengadapi Lia.
Lia membaringkan tubuhnya di kasur memikirkan apa yang akan dia lakukan nantinya. Tiba2 Lia kembali teringat mas Rizki. Namun skarang dia tidak lagi menangis.Kenangan nya dengan Rizki di jadikan kenangan indah yang tidak akan dia lupakan.