
mereka sampai di Villa tempat mereka menginap.Fitri sudah sadar kembali, Rico pun sudah mulai sadar.
"Knapa kita pulang? harus nya lanjut tempat lain kita" Rico tetap meminta pergi ke tempat lain.
" Lanjut di dalam saja ayo" mereka melanjutakan minum nya di Villa.
Lia sangat senang melihat ketiga rekan nya bernyanyi, bercanda,dan bergembira bersama.
"Bagaimana kalau kita bermain truth or dare" Fitri kebetulan membawa kartu permainan tersebut.
Permainan nya dilakukan dengan memutar botol, jika ujung botol menuju kepada orang tersebut maka dia yang akan bermain. jika dia memilih tantangan dia akan mengambil kartu yang sudah di sediakan, tapi juga dia memlilh kejujuran, dia akan di tanya oleh ketiga orang yang bermain dengan nya, jika tidak mau melakukan nya dia harus minum 3 gelas sekaligus.
botol pun di putar dan tertuju kepada Fitri.
"Aku pilih truth deh" Mbak Lia takut jika memilih dare akan dapat yang aneh - aneh.
"Siapa orang yang kamu sukai tapi kamu gak berani ngomng" Lia bertanya agar fitri jujur akan perasaan nya kepada Rico.namun Fitri tidak menjawabnya dia lebih memilih minum.
__ADS_1
Rey dan Rico juga memberikan pertanyaan kepada Fitri namun Fitri menjawab nya dengan mudah karna pertanyaan yang biasa.
Botol pun di putar kembali dan tertuju kepada Rey.
"gw pilih truth aja deh, kalau dare gw yakin ini isinya aneh" Rey lebih memilih truth.
"saat ini kamu sedang jatuh cinta atau tidak" Lia yang memberikan pertanyaan, tidak tau knapa Lia menanyakan itu.
"Iya" Rey menjawab nya dengan singkat, Lia gugup karna jawaban Rey,namun Lia tidak ingin ke geeran karna orang itu tidak di sebutkan oleh Rey.
Botol pun di putar kembali, dan tertuju kepada Lia.
"aku truth deh,gak mau dare takut aneh" Lia juga memilih dare,karna pertanyaan itu bisa dia jawab atau tidak.
"kamu dare saja lah Lia,gak asik gak ada yang dare dari tadi" Fitri membujuk Lia agar memilih dare.
Akhirnya Lia pasrah dan memilih dare, kartu pun di kocok kembali dan lia memlih di bagian tengan.
__ADS_1
" CIUM SIAPA PUN YANG ADA DI SEBELAH KANAN MU" dan kebetulan sebelah kanan Lia adalah Rey.
"Aku gak mau lah,aku tadi sudah pilih truth, aku minum saja ya, 4 gelas deh" Lia malu jika dia harus mencium Rey.
"Tidak bisa, kalau dare tidak ada pilihan lain,lagi pula ini sudah terbuka dan kamu juga yang memilih kan, ayo cium Rey" fitri seperti sengaja agar Lia mencium Rey.
"pak Rey juga pasti tidak mau di cium aku, tidak mau kan pak?" Lia berharap Rey juga menolak nya.
"Kalau gw si bebas" Rey tersenyum seperti meledek.
"Ayo cium. . cium. . cium. . cium, cium di pipi saja tidak apa - apa" Fitri dan Rico tetap menyuruh Lia mencium Rey. Rey hanya tertawa melihat Wajah Lia yang mulai memerah karna malu.
"Ya sudah oke, cium pipi ya, jangan di ledekin tapi" Lia akhirnya menyerah dan mau mencium Rey.
Lia menarik nafas terlebih dahulu seperti melakukan pemanasan. Lia bukanya tidak mau,dia hanya malu.
Saat Lia hendak mencium pipi Rey, tapi Rey malah mengubah posisinya mengadap Lia,otomatis ciuman Lia mendarat di bibir Rey.
__ADS_1