Menikahi Bosku

Menikahi Bosku
48 Proses


__ADS_3

Setelah makan siang mereka melanjutkan tujuan nya untuk menemui cabang berikut nya.


"semoga pemilik yang ini,bisa setuju juga dengan kita ya pak" Lia memulai pembicaraan agar tidak mengantuk selepas makan siang.


"tenang saja ,semua pasti akan setuju dengan kita" Rey sangat percaya diri karna usahanya yang pertama berhasil.


jarak nya cukup jauh dari sana. setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di sana.


Lia memeperkenal kan Diri dan Pak wakil Direktur kepada pemilik cabang. Lalu Rey menjelaskan tujuan mereka datang. Namun mereka di tolak mentah mentah oleh pemilik cabang.


"Saya tidak percaya kepada kalian,kalian mau ganti rugi kalau uang saya hangus,saya akan tetap menjual nya! Lebih baik kalian pergi dari sini." Lia dan Rey diusir tanpa menjelaskan dahulu permasalahan apa dan solusi apa yang mereka punya.

__ADS_1


"Sombong sekali orang itu hah, Dia pikir gw butuh dia banget,nggak woy" Rey berteriak kesal , Lia langsung menutup mulut Rey dan memasukan nya kedalam mobil,takutnya pemilik cabang itu mendengar perkataan Rey.


"Jangan bicara seperti itu" nada Lia sedikit membentak, ini yang di takutkan mbak fitri mengingat sifat nya yang tidak sabar.


"masih banyak yang mau mendukung kita,gak butuh orang seperti dia, main ngusir saja" Rey memang tipe Bos yang pemarah dan tidak sabar, Maka dari itu mbak fitri melarang jika rey pergi sendiri.


"Dia tidak salah Pak,kita juga tidak bisa memberi jaminan yang meyakinkan, kita kembali besok saja ya" Lia menahan emosinya, mencoba menjelaskan kembali bahwa tidak menjamin semua pemilik cabang menyukai mereka.


"Terus usaha kita akan sia2 begitu? " Lia mulai kesal,karna sikap Rey tidak menunjukan seperti pemimpin.


Rey dan Lia masih berdebat di dalam mobil,mereka memutuskan untuk pulang menuju hotel dan melanjutakn kembali besok,masih ada 3 cabang yang belum mereka kunjungi.

__ADS_1


susana hati Rey sudah tidak baik,Lia takutnya jika mereka melanjutkan menuju cabang berikutnya,itu hanya akan membuat semuanya kacau. Lia tidak mau,hanya karna emosi atasannya rencana yang sudah dia fikirkan matang matang akan berantakan.


Mereka akhirnya sampai di hotel pukul Lima sore.rey dan Lia menuju kamar mereka masing masing.


"Setelah istirahat, mandi ,shalat, pergi kekamar saya untuk meeting dengan Rico dan Fitri" Mereka akan membahas apa saja yang sudah mereka alami di hari pertama Lewat Video call.


"Baik pak" Lia masih kesal akan sikap Rey yang benar benar pemarah.


Lia sampai di kamarnya.Dia membaringkan badannya di kasur.Dia merasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh dan di dia juga harus meyakinkan pemilik cabang dan memahami Bosnya yang sering emosi dan tidak sabar.


" Tidak semudah yang aku bayangkan memang" Lia mengeluh pada dirinya sendiri.namun dia kembali menyadarkan dirinya bahwa ini adalah keputusan nya.Lia harus menjalani setiap proses nya.

__ADS_1


Lia bukan orang yang gampang putus asa atas pilihan nya,dia akan bekerja sekuat tenaganya untuk mewujudkan apa yang sudah dia rencanakan.Lia memejamkan matanya.tanpa sadar Dia terlelap dalam tidur nya.


__ADS_2