
Di pagi hari Aulia terbangun dengan ingatan yang terjadi kemarin malam di kontrakan nya.bayangan tersebut menghantui Lia.
karna itu pertama kalinya untuk Lia, membuat lia sedikit syok dan linglung.dia tidak menyangka dia melakukan hal tersebut.
Untuk menyadarkan dirinya dia segera mandi dan bersiap untuk pergi ke tempat kerja.
Saat sampai di tempat kerja Lia tidak bertemu dengan mas Rizki karna mereka berbeda sift.
Lia merasa lega karna misal kan mereka bertemu, Aulia akan merasa canggung untuk berhadapan dengan mas Rizki.
"Hey knapa melamun?" Tanya Mbak Ira saat mereka makan siang bersama. Lia seperti orang bingung sejak pagi. namun dia juga tiba2 tersenyum.
"Hahh. . . . Apa?" Liaa tersadar dari lamunan nya. "Ohh gak apa2 hehehhe" Lia menjawab dengan tersenyum, Lia melanjutkan makan nya.
__ADS_1
"Mikirin apa kamu? Mas Rizki yahh??" Ledek Mbak Ira ke Lia. karna mbak ira merasa siapa lagi yang di lamuni lia kalau bukan Rizki
"uhukkkk . .uhukk. . . ngak kok" Lia tersedak makanan nya karna kaget mendengar nama Mas Rizki. Lia takut mbak ira tau apa yang sebenar nya terjadi. karna kalau tahu Lia akan meresa malu.
"Duhh pelan pelan aja makan nya waktu istirahat kita masih lama kok" Mbak lra menepuk nepuk pungung dan memberi minuman kepada Lia.
Mas Rizki pun tiba di tempat kerja,dia menghampiri Lia yang sedang duduk di tempat kasir nya. wajahnya seketika berubah panik.
"Haii smalam tidur nyenyak? knapa gak balas pesan ku?" Mas Rizki menatap Lia dengan senyuman nya.itu membuat Hati lia semakin dagdigdug kencang.
"Ya sudah aku ke gudang dulu ya,nanti sebelum pulang temui aku dlu" Mas Riski pergi meninggal kan Lia.
"Knapa sih dia santai banget,seperti tidak terjadi apa-apa kemarin malam,apa dia sudah biasa melakukan itu"Gumam lia dalam hati nya dia sedikit kesal karna hanya dia yang memikirkan hal itu,sampai membuat Lia tidak bisa tidur,sedang kan dia biasa saja.hehhhhh
__ADS_1
Kini waktunya Lia pulang,Lia pun menghampiri Mas Rizki ke gudang,sekarang perasaan lia tidak seperti tadi pagi.
sebenar nya Lia gugup karna memikirkan respon mas Rizki juga, ternyata biasa saja.
"Mas aku pulang dulu ya,udah waktunya pulang" lia meng hampiri mas Rizki
"iyah sayang,kabari aku kalau sudah di kontrakan ya" Mas Rizki membelai kepala lia dengan lembut
"Ih apa apaan sih mas banyak orang Malu" seketika pipi lia memerah.
"Gak apa apa kali mereka semua sudah tau kalau kita pacaran,mereka teman aku semua,baik baik kok" Di sana ada 5 orang pria yang salah satunya tentu Mas Rizki.
semua orang yang ada di sana tersenyum melihat lia yang malu malu.
__ADS_1
"Tenang aja Mbak kita bisa jaga rahasia kok" suara terdengar dari pojok gudang dia adalah Mas Hendra,dia juga salah satu teman yang dekat dengan Mas Rizki.
Sebenar nya Mas Rizki tidak menceritakan hubungan nya dengan Lia.cuma karna Mas Rizki slalu di ledekin akhirnya dia ngaku kalau dia dan Lia berpacaran.