
Lia akhirnya di terima di Universitas Ternama di Jakarta. Lia memulai Hidup nya sebagai mahasiswa Baru. Dia menjalan kan Ospek dan kegiatan kampus lain nya. Lia kembali menjadi orang yang tertutup kepada orang Lain.Dia tidak ingin jatuh cinta lagi.Banyak sekali orang yang ingin menjadi teman nya.mahasiswi atau pun mahasiswa di sana,Namun Lia tidak menerima mereka. dalam kehidupan nya Lia lebih memilih Sendiri dan hanya fokus belajar.
Sesekali Lia masih saja memikirkan mas Rizki kenangan yang mas Rikzi berikan masih slalu menghantui Lia.
sesekali Lia masih saja meneteskan air matanya. dia sangat merindukan mas Rizki,dia masih menunggu kekasih nya kembali meski itu tidak mungkin.
"haiii. . kamu anak fakultas managemen kan?" Suara perempuan duduk di samping Lia.Lia sedang duduk di Taman sambil membaca buku.
Lia hanya mengangguk Lalu pergi.
Lia benar benar menghindari pembicaraan dengan orang lain. Dia tidak ingin lagi mengenal atau pun berteman dengan siapa pun lagi, ini memang sangat tidak wajar,namun Lia sampai pada tahap itu.
"Sombong amat si dia" wanita itu kesal karna Lia tidak merespon omongan nya. padahal niat wanita itu hanya ingin berteman dengan Lia.
__ADS_1
Lia menjalani hari hari nya hanya belajar dan sesekali membantu restauran Paman dan bibi nya.
Hidup nya tidak berwarna lagi. kini kehidupan nya Abu abu.dia hanya mengikuti alur setiap harinya.Warna dalam hidup nya mati bersamaan dengan kepergian Mas Rizki.
karna mas Rizki yang memberikan warna di hidup nya.Hatinya kosong dan dia takut untuk memulai kembali.Dia menjadi orang yang semakin Tidak peduli pada orang lain.
kepribadian nya semakin memburuk,dia semakin tidak peduli dengan orang lain.
"Lia kamu gak ngampus hari ini?" Tante Nina menanyakan Lia yang datang ke restoran pada jam siang.
"Harus nya kamu bermain bersama teman2 kamu knapa malah ke sini bantu tante?" Tante Nina tidak tau kalau lia tidak punya teman.
Bukan tidak ada yang mau berteman dengan Lia hanya saja Lia tidak membuka diri kepada siapa pun.
__ADS_1
Lia sesekali menemui psikolog yang kakanya sarankan, mengenai apa yang terjadi kepada Lia,kakanya sangat mencemaskan adik nya.
"Tidak tante,Lia lebih suka di sini" Lia mulai membantu melayani para pengunjung.
Restauran ala moderen itu cukup ramai pengunjung.bahkan saat makan siang sering kali banyak pengunjung yang tidak kebagian tempat duduk.
saat dia bekerja,dia tidak memikirkan apa pun,dia di anjurkan untuk slalu menyibukan dirinya dengan apa pun. agar Lia tidak pernah merasa sendiri,Lia benar benar berjuang akan kehidupan nya.
Dokter Psikolog Lia menyaran kan Lia untuk slalu di tempat yang membuatnya bahagia,jadi paman bibinya mengijinkan Lia untuk di restauran mereka,karna otomatis melayani pelanggan harus tersenyum.
restauran itu juga dekat dengan beberapa perusahaan terkenal di jakarta. makanya restauran itu sering kali di jadikan tempat Rapat.
Restauran itu juga menyediakan tempat privasi itu berada di lantai Dua.Jika akan ada pertemuan atau apa pun bisa pesan tempat di sana.
__ADS_1
namun itu harus di pesan satu hari sebelum nya,karna retauran itu salalu saja penuh.