
Setelah memakan bubur beberapa suap.Lia membaringkan badanya,dia sangat lemas tidak ada tenaga untuk berjalan.
setelah beberapa saat Lia keluar dari kamar Rita. Dia sana terdapat teman teman motor yang bersama nya saat kecelakaan.
"Liaaa di sini duduk nak" Ibu mas Rizki menyruh Lia duduk di sampingnya,Lia pun menghampiri nya.
"Halo semuanya saya Andri ketua club motor,Rizki adalah salah satu anggota kami, dia sahabat kami,saudara kami.Kami semua anggota club sangat berduka atas terjadinya musibah kepada sudara Rizki" mereka adalah teman teman yang Lia kenal.mereka pernah bertemu saat di cafe tempat biasa mas Rizki nongkrong.
Lia sebenar nya sedikit kesal karna kalau mereka tidak mengajak Mas Rizki pergi ke bandung kejadian ini tidak akan terjadi,namun Lia tidak ada tenaga untuk marah kepada mereka, Lia juga sudah menyadari kalau mungkin ini sudah kehendak tuhan.
"Kami semua merasa kehilangan dan kami meminta maaf sebesar besar nya atas apa yang terjadi, ini sebuah kecelakaan yang semua orang tidak bisa memprediksi" Teman yang satu nya lagi menambahkan.
mereka juga sangat kehilanga,Rizki adalah pribadi yang baik dan Ramah dia sangat di sukai dan di hormati teman teman nya, Dia slalu membantu temannya juga sedang kesusahan.
"Ini tas milik Rizki saat terjadi kecelakaan,di dalam nya berisi barang2 miliknya" Mas Andri menyerahkan tas slempang Dada kepada ibunya Rizki.
__ADS_1
itu tas yang slalu di bawa mas Rizki saat bekerja,itu adalah salah satu tas kesukaan mas Rizki.
Di Dalam nya terdapat Ponsel, Dompet, kacamata, parfum dan beberapa barang lain milik mas Rizki.
Lia menangis melihat barang barang yang biasa di bawa kekasihnya dan itu membuat dia kembali mengenang saat2 bersama.
setelah menyerah kan barang milik mas Rizki dan ber belasungkawa.
Teman teman motor mas Rizki pun pulang.
Di dalam kamar terdapat banyak sekali foto Lia.Mas Rizki memang suka membawa kamera dan mencetak nya sendiri itu terdapat di kamarnya.
Foto berukuran sedang di gantung di samping kamar itu.kamar dengan warna abu abu hitam itu sangat Rapih.
meskipun Pria, Rizki tipe orang yang sangat rajin dan rapih.
__ADS_1
"Nak ini ponsel Rizki,ibu serahkan ke pada kamu ya" ibu mengeluarkan Ponsel dari tas tadi. Ibunya fikir Lia lebih berhak memiliki ponsel itu.
"Bu . . . " Lia memeluk ibu Rizki,air matanya membasahi pipinya kembali. pelukan yang biasa di berikan mas Rizki sama hangat nya dengan pelukan ibunya.
Lia semakin merindukan mas Rizki.
Lia terdiam sendiri di kamar Rizki,Lia mencium bau mas Rizki di sana Lia melihat jaket yang sering rizki pakai saat bekerja dan itu membuat Lia menangis kembali.
"mas,aku harap kamu hanya pergi sementara,suatu saat kamu akan kembali lagi kan sama aku" Lia berbicara se olah olah jaket itu di pakai pemiliknya.
jaket nya sangat harum, parfum yang bisa mas Rizki gunakan masih tercium di sana,
Lia merindukan bau ini,bau minyak wangi yang bercampur keringat, itu membuat nya sangat nyaman. namun sepertinya dia tidak akan mencium bau itu lagi.
Lia berbaring di tempat tidur yang biasa Mas Rizki gunakan.dia menangis kembali sembari memeluk jaket itu.
__ADS_1