Menikahi Bosku

Menikahi Bosku
42 menyebalkan


__ADS_3

Lia Terbangun dari tidur nya di pagi hari. Lia melihat sudah tidak ada mas Riki maupun mbak Nadya hanya da ART yang sedang mencuci pakaian.


Mas Riki dan Mbak Nadya pergi ke kantor.mereka bekerja di kantor ya sama.


Lia melihat sarapan sudah tersedia di meja makan. Lia bergegas mandi lalu menyantap sarapan nya.


setelah sarapan dia berfikir kemana lagi dia akan pergi hari ini.belum juga ada telfon dari perusahaan yang dia kunjungi. lalu Lia mengeluar kan kartu nama yang ada di tasnya dia berfikir.


"Apa aku pergi ke sini saja ya? tapi kalau orang itu menipu bagaimana?" Lia menatap kartu Nama tersebut.


Lia bukan tipe orang yang gampang percaya pada orang lain.Dia harus meyakinkan hatinya dulu untuk percaya pada siapapun.


Lia memutuskan untuk tidak pergi ke Perusahaan yang ada di kartu nama itu.Itu memang Perusahaan yang besar, meski dia di tawari posisi sekertaris Direktur Namun menurutnya itu bukan posisi yang bagus untuk nya.

__ADS_1


Lia kembali menyusuri Ibu kota,ber jalan2 menikmati kebisingan kendaraan di sana dia merasa itu menjadi sebuah kesenangan dia.Dia sudah lama tidak mempedulikan hal itu namaun dia sekarang seperti sedang mencari tempat yang tidak cuma sekedar singgah.


tak terasa hari sudah siang,perut Lia pun merasa lapar, Dia berhenti di kedai Ramen.


"Mba pesan ramen bulgogi sama lemon tea ya" lia memesan makannan nya.sudah lama Lia ingin memakan itu.


Saat dia sedang menunggu pesanan nya dia mendengar percakapan orang di belakang kursih nya.


"Kalau misalkan begini terus kita akan gagal" Seorang pria mengeluh kepada teman nya


"Sebenar nya kita juga butuh orang lagi, Orang yang berpemikiran luas,dan paham akan masalah ini" Lia sebenar nya tidak menguping hanya saja percakapan mereka lumayan keras sehingga Lia mendengar dengan jelas karna jarak mereka dekat.


"Bagaimana nih Bro? kita tidak bisaa terus2an jalan di tempat" pria itu berkata putus asa.

__ADS_1


"Aduhhhh gw juga bingung,semua ide yang gw fikirkan sudah kita lakukan, namun hasil nya apa? gak ada" suara pria satunya menjawab.


"Kita gak bisa biarin perusahaan di jual kepada orang serakah itu" Wanita itu menghela napas.


Lia sebenar nya tidak peduli apa yang mereka bicarakan namun Lia tertarik dengan apa isi percakapan itu.


"halo semua. . . maaf bukan saya menguping,karna kalian bicaranya keras jadi saya dengar" Liaa menghampiri orang yang duduk di belakang nya dia pun tersenyum.


"Ohh maaf mbak saya mengganggu ya" pria itu berdiri di susul teman wanita nya,namun pria satu lagi hanya duduk tidak peduli.


"ohh tidak mas santai saja,saya dengar sedang membutuhkan orang buat bekerja di tempat masnya. Boleh saya mendaftar? kebeltulan saya juga sedang mencari pekerjaan,ini resume saya" Lia memberikan Map coklat yang di bawanya.


"Lo siapa si? dateng2 nunjukin ginian,kita gak butuh orang,apalagi orang kaya lo" Pria yang sedari tadi duduk tidak peduli tiba2 berdiri merebut Map coklat milik Lia.

__ADS_1


" lo gak sopan ya menguping pembicaraan orang,lo punya sopan santuk gak sih? " pria itu melempar Map itu ke arah Lia.


"saya tidak menguping ya,kalian saja yang bicaranya kencang bahkan orang di pojok sana juga bakal denger pembicaraan kalian,ya sudah kalau gak mau gak perlu kasar" Lia mengambil Map itu lalu kembali ke tempat duduk nya dengan perasaan kesal.


__ADS_2