
pesanan Lia datang dia menyantap Ramen nya dengan hati kesal karna perbuatan pria kasar itu.
"Bro, lo gak perlu kasar seperti itu, siapa tau dia bisa bantu kita" Teman pria itu berkata kepada pria kasar itu.
"Lo gak liat,tampang kaya gitu gak ada otak nya" Suara pria itu sangat keras sehingga Lia bisa mendengar dengan jelas. Belum Lia menghabiskan makanan nya Lia kembali menghampiri meja merka karna mendengar pria itu meremehkan nya.
"Hey Anda. . . . jangan suka ngehina orang dari penampilan saja, yang gak punya otak itu kamu, kalau kamu punya otak gak mungkin perusahaan tempat kalian di jual ke orang lain" Lia berkata kesal karan pria itu meremehkan dia. padahal dia tidak tau apa apa tentang Lia.
"Lo ngatain gw gak punya otak" pria itu berdiri dari duduk nya.
"Mbak maaf bukan begitu maksud dia, Kita gak bermaksud begitu,kita duduk dulu ya bicara dengan kepala dingin" Teman wanita itu mencegah pertengkaran antara Lia dan Pria kasar tersebut.
Lia duduk di depan pria kasar tersebut.mata mereka saling bertatapan tajam.Lia sangat kesal karna pria itu meremehkan dia. baru kali ini dia bertemu pria kasar yang sangat menyebalkan.
__ADS_1
"boleh saya liat resume nya mbak" teman wanita itu meminta mop coklat tadi. dan lia pun memberikan nya.
"saya tidak memaksa kalau anda menerima saya atau tidak,tapi tidak perlu kasar seperti itu" pandangan Lia tidak lepas dari laki laki kasar itu hatinya sangat kesal.
Pria kasar itu hanya duduk kesal di sana.
"perkenal kan saya Fitri,wakil manager di perusanaan XX xxzzzzzz ,dan ini manager kami Pak Riko, Kalau yang di sana Dia wakil Direktur kami Pak Rey" Mba fitri memperkenalkan orang yang ada di sana.
"Kita memang membutuhkan orang untuk gabung di perusahaan kami,namun kita tidak bisa memberikan gaji besar dan perusahaan kita juga sedang di masa sulit" Pak Riko menjelaskan kepada Lia,masalah yang di alami perusahaan mereka.
"Beri saya waktu dua bulan, Kalau perusaan ini tidak ada kemajuan sama sekali saya akan mundur dan tanpa di gaji" Lia menantang mereka karna dia kesal sudah di remeh kan.
"lo fikir gw bodoh,gak ada orang yang bekerja tidak butuh gaji" pria itu melirik curiga.
__ADS_1
"Ada kok saya, Kita membuat perjanjian juga ayo saya akan tanda tanganin jadi itu tidak bisa di perkarakan" Lia menantang nya Lagi. dia kesal sekali,karna pria itu seperti tidak percaya kepada Lia.
"Mbak nya serius? Kalau seperti itu mari kita coba" pak Riko merespon senang.
"knapa lo buat keputusan sendiri si rik,gw gak setuju" pria jahat itu menolak nya.
"saya akan mempelajari apa yang terjadi di perusahaan kalian,beri saya waktu satu minggu,setelah itu baru saya bisa memikirkan apa yang harus kita lakukan" semua orang menatap lia. mbak fitri san Riko setuju akan pendapat Lia.
"Boleh juga kita coba Rey" Mbak fitri meyaknkan pak Rey.
Akhirnya Pak Rey menyetujui keputusan kedua teman nya menerima Lia untuk bergabung.
mereka akhirnya menuju perusahaan itu untuk membicarakan perjanjian yang tadi.
__ADS_1