
Setelah beberapa saat,Lia hanya bisa terduduk lemas di samping jenazah Mas Rizki.Air matanya terus mengalir di pipinya tanpa dia sadar.Lia masih berharap kalau ini hanya mimpi buruk yang sedang di alami.
"Minun ini dulu ya biar ada tenaga"Mas Riki memberikan Teh Manis hangat kepada Lia.
Lia meminun nya sedikit.
Mas Riki setia menjaga adiknya.menemani di samping lia.Hanya kakak nya yang bisa buat bersandar.
Tubuh Lia sangat lemas.Sebenar nya dia belum makan sejak sore.Hatinya di penuhui rasa cemas dan itu membuat nya tidak nafsu makan.
Lia tidak ingin memejam kan matanya dia tidak mau memalingkan pandangan dari Kekasih nya.
Pagi pun tiba, Lia hanya tertidur selama 1 jam dia sangat kelelahan,meski tubuhnya sangat ingin beristirahat namun hatinya menolak.
jenazah mas Rizki di mandikan lalu di shlat kan.Lia melihat semua proses tersebut Air mata Lia semakin deras.
"Mas Rizki. . . mas Rizki. . . " Lia tidak henti2 nya menyebut nama Rizki.
__ADS_1
Akhirnya tiba di tempat pemakaman.
Lia terduduk Lemas bersandar pada kakaknya.Lia melihat jenazah orang yang di cintai masuk dan di kubur di dalam tanah, air matanya terus menerus membanjiri pipinya.
Rasanya dia ingin menghalangi orang yang mengubur mas Rizki,dia sangat tidak rela kekasih nya di kubur.
setelah pemakaman selesai lia duduk di samping kuburan kekasihnya lalu menaburkan bunga di atasnya.
Rita dan ibunya Rizki mendampingi Lia di sana.Mereka menangis bersama.
"Semua sudah kehendak yang kuasa Lia,ibu yakin Rizki di sana sudah tenang" Meski ibu rizki juga merasa kehilangan namun dia mencoba menerima atas apa yang terjadi kepada putranya.
Lia merasa tuhan tidak adil,dia mengambil kebahagiaan yang baru saja lia rasakan.
Lia hanya bisa menangis dan meratapi bagaimna kehidupan dia selanjutnya tanpa mas Rizki.
Karna terlalu lelah Tubuh lia pun jatuh dan Pingsan.
__ADS_1
Mas Riki mengangkat tubuh adik nya menuju mobil dan kembali ke rumah mas Rizki.
Dia pingsan cukup lama dia di tempatkan di kamar Rita.
tubuh nya benar benar sangat kelelahan. Lia benar benar tidak makan apa pun sejak kemarin.
"Mas ini tidak di bawa ke rumah sakit saja?"Rita panik karna Lia pinsan cukup lama.
"Sebentar lagi juga sadar.Dia tidak makan apa pun sejak kemarin sore dan dia juga tidak tidur semalaman" Mas Riki memberikan minyak angin di bagian pelipis Lia.
Akhirnya Lia bangun.
"Mas Rizki . . mas Rizki. . Mas mana mas Rizki?"Lia bangun langsung memanggil nama Rizki
"Dek. . kamu tenang dulu.minun ini yaa"Mas Riki memberikan teh manis hangat kepada adiknya.
"Kamu Harus makan sedikit supaya tubuh kamu tidak lemas"Mas Riki mengambil Bubur yang ada di meja.
__ADS_1
"Mas aku gak mau makan,aku tidak lapar.aku mau bertemu mas Rizki" Air mata Lia kembali membasahi pipinya.
"Dekk kalau kamu tidak makan kamu nanti pingsan lagi.Ayo makan dulu sedikit" mas Riki menyodorkan sendok bubur ke mulut lia.Akhirnya Lia memakan bubur itu namun berhenti di 3 sendok.