
Lia menghubungi Rey untuk bertemu kakak nya besok. Lia senang sekali mereka masih memiliki harapan tentang perusahaan.
"Halo sayang, masih di kantor?" Lia menghubungi Rey.
"ini aku baru sampai rumah sayang, knapa? sudah rindu?" Rey meledek Lia karna tidak biasanya dia menghubungi Rey terlebih dahulu.
"aku memang sudah merindukan kamu, tapi bukan itu tujuan ku menghubungi kamu" jawab Lia. "Aku menemukan investor yang bisa membantu kita" Lia berbicara dengan semangat
"Kamu seriuss? siapa? perusahaan mana? ayo kita atur pertemuan secepat nya" Rey sangat semangat mendengar kabar dari Lia.
"Aku sudah atur jadwal, besok kamu langsung datang saja ke restauran yang sudah aku jadwalkan, nanti aku kirim alamat dan jam nya" Lia tidak ingin memberi tahu bahwa itu kakak nya.
"Oke, aku besok akan datang tepat waktu, kamu memang penyelamat aku dan perusahaan sayang" Dari awal semua yang Lia lakukan slalu baik untuk perusahaan.
__ADS_1
Lia menyudahi panggilan nya dengan Rey. Lia memberi tahu kakak nya bahwa Rey juga sudah setuju untuk bertemu besok.
Pagi pun tiba, Lia menginap di rumah kakak nya karna mas Riki melarang Lia untuk pulang.
"Nanti kita bertemu jam brapa?" Mas Riki bertanya kepada Lia saat sarapan pagi.
"Jam 11 kak, kan kata mas Riki kita mau jalan - jalan dulu" mas Riki mau bertemu atasan Lia asal Lia menuruti semua kemauan nya.
Lia, mas Riki dan mba Nadya jalan - jalan ke Mall untuk ber belanja, tentu Lia senang karna dia bisa meminta sesuatu yang di ingin kan kepada kakak nya.
"Pilih satu" Mas Riki menyuruh Lia memilih tas yang dia ingin kan.
"di bayarin mas Riki?" Lia bertanya memastikan
__ADS_1
"Iyaaa, sudah pilih saja, hadiah ulang tahun" ternyata hari ini adalah ulang tahun Lia.
"Ohh iya ini hari ulang tahun ku, tidak ada kue ulang tahun nih" Lia lupa kalau dia ulang tahun karna terlalu sibuk bekerja.
"Sudah pilih saja itu, mau atau tidak? kalau tidak mau, kita pergi saja" Mas Riki memang pria yang cuek namun sebenar nya dia slalu memperhatikan orang - orang yang dia sayang.
"Sudah pilih saja Li, mumpung mas mu lagi baik, aku juga di belikan kan mas" mbak Nadya juga ingin membeli tas disana.
"iya ambil saja yang kamu mau" mas Riki tidak pernah membatasi uang blanja mbak Nadya,lagi pula mbak nadya juga bekerja, meski begitu mbak Nadya adalah sosok yang tidak boros tentang uang, dia hanya membeli jika dia membutuhkan dan akan memakai nya.
Lia dan mbak Nadya memilih tas yang hampir sama, namun Lia lebih memilih tas ukuran sedang, sedangkan mbak Nadya lebih memilih tas yang agak kecil.
"Terimakasih ya kakak aku tersayang" Lia memeluk kaka nya, dia senang skali mas Riki slalu perhatian tentang nya.
__ADS_1
"Semoga karir kamu smakin lancar, cepet dapet jodoh, jangan pernah sedih lagi, jadi dirimu sendiri, jadi adik yang baik untuk kakak, dan jadi anak yang baik buat ibu sama bapak" Mas Riki mendoakan Lia.
"Iyaa, aku janji tidak akan pernah bersedih lagi, aku akan menjadi adik yang baik untuk mas Riki dan mbak Nadya, jadi mbak yang baik juga buat Adit, dan aku juga tidak akan membuat ibu sama bapak khawatir lagi tentang ku, masalah jodoh, do'a kan saja ya" Lia sangat bersyukur di umurnya yang skarang dia masih bersama orang - orang yang dia sayang.