Menikahi Bosku

Menikahi Bosku
75 Rey dan Mas Riki


__ADS_3

Setelah selesai berkeliling mall akhirnya mereka pergi ke tempat yang sudah di janjikan untuk bertemu Rey.


Rey sudah datang terlebih dahulu, Rey duduk di meja yang sudah di pesan sebelum nya.


"Hey, sedah menunggu lama? ini kenal kan dia mas Riki, dia kakak aku" Lia mengenal kan Mas Riki dan Mbak Nadya.


"Halo saya Rey" Rey memperkenal kan dirinya, dia menarik Lia untuk berbicara karna janji mereka adalah untuk bertemu calon investor.


"Knapa malah bertemu kakak kamu? kamu bilang kita akan menemui investor" Rey kebingungan.


"Nanti aku jelaskan, kamu duduk dulu saja ya" Lia mengajak Rey untuk kembali duduk.


Saat semuanya sudah duduk dan memesan makanan, Lia mulai berbicara tujuan mereka bertemu.


"Pak Rey ini kenal kan dia Mas Riki, dia adalah manager di perusahaan YS, Perusahaan mereka juga ternyata selama ini salah satu investor besar di perusahaan kita" Lia menjelaskan siapa mas Riki kepada Rey.


"Ohh perusahaan YS, aku tau perusahaan itu berinvestasi di tempat kita, namun aku tidak yakin kalau mereka bisa percaya kepada kita" Rey tidak yakin karna perusahaan tersebut cukup berperan banyak untuk perusahaan mereka.

__ADS_1


" boleh saya lihat dulu bagaimana perusahaan kalian?" Mas Riki meminta penjelasan tentang sistem kerja dan bagaimana jika mereka bekerja sama.


Rey menjelaskan bagaimana perusahaan nya sekarang, dan bagaimana keuntungan yang akan mereka peroleh jika mereka mau bekerja sama.


"Begitu Mas. Saya sebagai Wakil Direktur yang baru, sangat berharap perusahaan kami tidak jatuh kepada orang yang salah nanti nya" Rey berharap kakak nya Lia mau membantu mereka.


"Saya tahu dulu perusahaan kalian sangat unggul di bidang ini. ya sudah saya akan coba bantu kalian untuk berbicara dengan atasan saya. Namun Saya tidak bisa menjanjikan mereka akan setuju" Mas Riki setuju untuk membantu mereka.


"Beneran mas? Terimakasihh. Mas Riki memang terbaik" Lia mengacungkan kedua tangan nya kepada Mas Riki.


"Jangan senang dulu, atasan ku belum tentu setuju" jawab mas Riki dengan muka cool nya.


"Oh iya Li. Bukan kah dia pria yang pernah Ibu ceritakan" Mbak Nadya bertanya kepada Lia.


"Uhukkk . . . Uhukkk. . apa mba? cerita apa?" Lia kaget takut ibu nya berbicara yang tidak - tidak.


"Dulu kan kamu pernah ke semarang pas masih kunjungan di luar Kota, menginap di Rumah kan?" Mbak Nadya menjelaskan maksud nya.

__ADS_1


"Ohh itu, iya waktu itu memang kita belum menemukan hotel" Lia senang ibu nya tidak bilang hal aneh.


"knapa kamu gugup Lia, ada sesuatu yang kamu sembungikan dari kita?" Mas Riki bertanya curiga.


"ehemmm. . ehemmm. . tertu tidak Mas, mana berani aku" Lia mulai panik.


"waktu itu ada kesalahan, jadi terpaksa merepotkan keluarga nya Lia, sama minta maaf" Rey merasa agak canggung karna ini pertama kalinya dia bertemu kakak nya Lia.


"Knapa harus minta maaf, anggap seperti keluarga sendiri saja pak Rey" Lia tersenyum manis. itu membuat Mas Riki dan Mbak Nadya curiga.


Akhirnya Lia, Rey, Mas Riki dan Mbak Nadya selesai makan siang.


"Mas aku skalian ikut Pak Rey saja ya, skalian pulang ke rumah" Lia izin untuk ikut Rey.


"Ikut kerumah Mas lagi" Mas Riki meminta Lia untuk tetap ikut dengan nya.


"Yahh kan aku smalam sudah menginap" Lia ingin pergi bersama Rey.

__ADS_1


"Kamu mau kemana? ini Hari libur, apa Bos kamu memyuruh kamu untuk bekerja di hari libur?" Mas Riki mulai curiga dengan Lia.


Akhirnya Lia tidak jadi pergi dengan Rey, Lia terpaksa ikut dengan kakaknya kembali.


__ADS_2