
Pesawat yang akan mereka tumpangi akan berangkat. Lia dan Rey masuk kedalam pesawat. Fikiran dan Hati Lia sangat gelisah memikirkan apa yang akan terjadi di sana.
" Aku harus fokus pada pekerjaan ku,tidak perlu memikirkan hal lain" Lia berkata kepada Dirinya sendiri. Lia menguatkan hatinya.
Lia bukan lagi anak remaja yang tidak berfikir logis, dia sekarang sudah dewasa,dia mempunyai tanggung jawab pada pekerjaan nya, dia tidak ingin Bos nya tau akan keadaan nya.
Akhirnya pesawat mendarat dengan slamat.
Hati Lia semakin sesak fikiran nya menjadi kemana kemana. Air matanya seakan sudah di ujung kelopak mata, Namun lia menahan nya. Lia tidak ingin semuanya menjadi kacau hanya karna masa lalunya.
Mobil yang sudah mbak fitri pesan sudah datang mereka sampai pada malam hari.
"Pak langsung ke hotel saja ya" Lia tidak ingin pergi kemana pun. Lia pun memejam kan matanya di sepanjang jalan.dia tidak ingin melihat jalanan itu. jalanan penuh kenangan, ingatan nya masih lekat,hampir semua jalanan kota sudah mereka lewati dengan motor mas Rizki.
__ADS_1
"lo udah ngantuk? bukanya tadi di pesawat tidur mulu" Rey melihat Lia aneh karna memejamkan matanya.sedangkan lampu jalan jogja yang sangat indah di luar sana.
Lia tidak menjawabnya,dia hanya memejamkan matanya,dia berharap ingatan menyedihkan tentang nya,tidak kembali dalam ingatanya, padhal kenyataanya kenangan indah mereka yang membuat nya tersiksa.
mobil sampai di hotel. Lia bergegas Ambil kartu kamarnya lalu bergegas menuju kamar.
"Knapa si tu orang, segitu ngantuk nya apa sampai buru buru ingin ke kamar" Rey merasa sikap Lia aneh sejak dari bandara. dia yang bisanya suka mengobrol, tapi ini hanya diam dan melamun. namun Rey tidak begitu ambil pusing,mungkin dia kelelahan atau apa.
Rey pun masuk kedalam kamar hotel nya.
wajah yang sudah lama dia simpan di dalam ingatan nya yang paling dalam, kini kembali ke ingatan nya.
Lia merasa kasihan kepada dirinya sendiri knapa dia sampai seperti ini.Namun hatinya sangat sakit. jalanan yogyakarta adalah tempat dimana mereka menghabiskan waktu bersama.
__ADS_1
Lia tertidur dengan air mata masih menetes dari matanya.
Lia sudah lama tidak menangis tentang Rizki lagi,namun ini semua seperti kembali ke masa Lia 4 tahun lalu,ternya hati dan tubuhnya belum sepenuh nya sembuh.
Lia terbangun dari tidurnya, dia menyadari ada pesan di ponsel nya.
Rey mengirim pesan kepada Lia menanyakan apa Lia ingin makan sesuatu. karna seingat Rey,Lia hanya makan saat di Restoran seafood dan tidak memakan apa pun Lagi.
" Hari ini tidak ada meeting,lo belum makan kan? Mau makan apa? biar gw pesenin buat lo? ke kamar gw kalau lo mau makan" Rey tau kalau soal makanan Lia akan lari kegirangan.
"Tidak pak, Terimakasih" Lia menjawab singkat.
Lia hanya ingin di kamar, dia tidak ingin bosnya melihat mata lia yang sembab setelah menangis, dia tidak mau mencampurkan masalah pribadi dan pekerjaan nya.
__ADS_1
Rey bingung apa ada yang salah pada diri nya sehingga membuat Lia berubah.