
Emi Susanti adalah seorang Bidan cantik yang bekerja disalah satu Rumah Sakit dikota Jakarta, ia sangat lembut, ramah, dan selalu menomor satukan pekerjaannya karena ia yakin pekerjaannya adalah ladang pahala untuk ke akhirat nanti. Emi rela pulang terlambat demi menolong seorang pasien yang akan melahirkan disaat jam pekerjaannya sudah habis. Dan Emi selalu mengabdikan diri terhadap pekerjaan yang ia jalani, kapanpun ia di minta untuk bekerja atau sekedar menolong seseorang ia selalu datang dan tidak menolak. Emi salah satu karyawan dirumah sakit yang sangat dipercaya oleh direktur rumah sakit tersebut. Emi sering di kirim keluar negeri juga kelur kota di Indonesia untuk menjalankan tugas atau sekedar mendampingi direktur rumah sakit untuk pertemuan rumah sakit cabang yang tersebar dimana-mana, sehingga waktunya untuk mengenal seorang laki-laki dan juga keluarga terdekatnya sangat sedikit, bahkan tidak pernah ada waktu.
Jully Nugroho adalah seorang pria tampan, dingin, kaku, tidak romantis, dan pemarah. Ia bekerja disalah satu perusahaan besar dikota jakarta jabatannya sebagai manager diperusahaan itu, karena jabatan dan tuntutan pekerjaan membuat ia lupa akan memilih seorang pasangan hidupnya. Usianya yang sudah terbilang matang tidak jadi masalah bagi dirinya tidak memiliki kekasih. Padahal banyak wanita yang mengidolakan Jully untuk sekedar menjadi pacar atau bahkan menjadi suami mereka, tetapi Jully selalu bisa menolak mereka dengan lembut kadang juga dengan mengacuhkan mereka semua.
Ferri Gunawan papa dari Emi, orang yang cuek tapi sayang keluarga beliau mempunyai banyak tanah dan ladang termasuk orang kaya dikampungnya ia orang yang disegani oleh orang-orang dikampungnya. Ferri juga sudah mendirikan 3 Hotel kecil di Jakarta, Bogor dan Bandung.
Fatimah Gunawan istri dari Ferri Gunawan orang yang sangat ramah, baik, suka menolong dan tidak pelit terhadap orang-orang disekelilingnya. Ia sangat menyayangi keluarganya.
Karun Nugroho ayah dari Jully Nugroho sekaligus sahabat Ferry gunawan semenjak masih kecil, karun nugroho ayah yang hangat, menyayangi keluarganya dan sangat baik kepada siapapun, karun mempunyai usaha yang cukup maju di bidang meubel juga di bidang usaha jual beli properti yang sudah sangat dipercaya juga di Jakarta. Karun juga sudah mendirikan 2 Hotel kecil di Bekasi dan Bandung.
Sulastri ibu dari Jully Nugroho sekaligus sahabat perry semenjak kulia di universitas di Jakarta, ia ibu yang sedikit angkuh dan keras dengan adat istiadat dikampung halamannya.
Emi seorang Bidan yang sangat telaten, ia tidak pernah meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Jam berapapun dipanggil oleh rumah sakit yang memerlukan tenaganya dirumah sakit tempat ia bekerja sehingga ia melupakan masalah percintaan apalagi pasangan hidupnya. Setiap kali ditanya oleh kedua orang tuanya tentang pasangan Emi selalu mengelak dan berkilah atau meninggalkan orang tuanya pergi. Emi tidak sadar dengan umurnya yang sudah tidak muda lagi hingga sekarang ia belum juga mendapatkan pasangan yang ia inginkan yang mengerti keadaan pekerjaannya. sehingga membuat Emi sangat cuek tentang pasangan hidup.
"Emi, kamu tidak kerja hari ini" sapa Fatimah
"Lagi libur ma, karena kemaren Emi lembur" jawab Emi
"Sekarang usia mu sudah berapa nak, coba kamu fikirkan itu, jangan pekerjaan terus yang kamu fikirkan sekarang saatnya masa depanmu yang kamu fikirkan sayang" ucap Fatimah
"Ya ma, Emi juga berfikir seperti itu" ucap Emi sekenanya
"Terus sekarang rencana kamu apa" tanya Mama
"Rencana Emi untuk sekarang, mau tidur dulu ma, Emi ngantuk. da… mama" jawab Emi langsung berlari kekamarnya
Mama sangat bingung dengan tingkah anaknya tersebut. Ia merasa sedikit kesal kalu anaknya sudah menghindarinya.
……**……
Di sisi lain Jully yang sedang berada dikantornya disibukkan dengan pekerjaannya yang sangat banyak yang harus segera ia selesaikan.
Dengan sifatnya yang cuek, juga dinginnya membuat banyak perempuan menginginkannya, Jully menjadi idola para perempuan di perusahaan tempat ia bekerja.
Jully tidak pernah sama sekali mempedulikan tentang urusan percintaan Sulastri sudah banyak menjodohkan Jully kepada anak sahabat juga tetangga didekat rumahnya yang semua perempuan itu berparas cantik juga baik, tetapi semua ditolak mentah mentah oleh Jully. Jully sangat tidak suka kalau ia dijodohkan oleh mamanya.
"Jully, besok kamu libur. Bisa temenin mama makan bersama teman mama nak" tanya Sulastri
"Bisa ma, asal tidak ada embel-embel perkenalan atau semacamnya Jully akan temani mama kemana pun mama mau pergi" ucap Jully langsung menolak sebelum mamanya membahas lebih panjang
"Nak, umurmu sudah kepala 3 kapan kamu akan berumah tangga, mama sangat ingin menggendong cucu" ucap Sulastri
"Nanti juga ketemu sendiri ma" ucap Jully singkat
"Nantinya kapan, apa tunggu mama sudah masuk ke liang lahat dulu baru kamu berumah tangga" Sulastri ketus
"Kalau mama masih mau bahas itu, Jully tidak ada waktu. Jully mau pergi kekantor karena ada meeting penting" jawab Jully meninggalkan mamanya yang sedang duduk dimeja makan
__ADS_1
Setelah kepergian Jully kekantor mamanya memikirkan bagaimana cara agar bisa mengenalkan Jully dengan anak temannya.
Hari itu berlalu begitu saja tanpa ada perdebatan lagi, Jully pulang kerumahnya sektira pukul 21.00 WIB karena ada pekerjaan kantor yang harus ia selesaikan saat itu juga. Setelah sampai dirumah Jully langsung kekamar untuk mandi dan beristirahat karena besok ia ada janji pergi menemani orang tuanya keluar.
Keesokan harinya Jully bangun kesiangan janji dengan mamanya pukul 10.00 tapi ia malah bangun pukul 09.3p wib. sehingga Jully terburu buru karena sudah berapa kali ibunya memanggil namanya. Setelah selesai Jully dan mamanya langsung berangkat menuju restoran yang akan dituju.
"Jully, kamu benar benar sangat membuat mama heran, kenapa kamu berpenampilan seperti ini" tanya Sulastri didalam mobil
"Ada yang salah ma, ini pakaian biasa yang Jully pake. kenapa" tanya Jully merasa biasa saja memakai baju kaos hitam celana jeans dan sendal jepit swallow
"Kenapa kamu tidak pernah memperhatikan penampilanmu sayang. Kita mau makan dengan teman mama, masa seorang manager pakaian nya seperti ini" ketus mama
"Biarkan mereka ma, Jully nyaman dengan pakaian ini" ujar Jully kesal, melajukan mobilnya kerestoran
Sedangkan ditempat Emi, ia mendapatkan telpon dari sahabat kecilnya mengajak Emi untuk bertemu hari itu juga disebuah restoran xxx
Tring… Tring… Tring… telpon rumah Emi berbunyi.
"Hallo dengan Emi disini ada yang bisa dibantu" sapa Emi
"Hallo Emi, ini gue Meli" jawab Meli
"Haii Mel, apa kabar lu, lu udah pulang dari bandung" tanya Emi
"Gue udah disini sejak 3 minggu yang lalu dan gue kerja disini sekarang mi" ucap Meli
"Wahhh seruuu dong. Ketemuan yuk" ajak Emi
"Di restoran xxx aja gimana, sekarang ya aku siap siap dulu" ucap Emi
"Baiklah tunggu 1 jam lagi paling lama ya mi" ucap Meli karena memang Emi rajanya ngaret kalau janji
"siippp, aku udh mandi kok tinggal dandan aj dikit. See you again sayangku" ucap Emi
"See you to" jawab Meli mematikan telpon
Meli adalah sahabat Emi yang sangat bawel tapi baik hati, ia sangat peduli kepada Emi dan Meli sangat tidak bisa dipisahkan oleh sahabatnya ini. Meli pindah ke Jakarta karena tidak mau berpisah jauh dengan sahabatnya ini. Setelah 1 jam berlalu Emi sudah sampai di depan restoran xxx dia sedang menunggu Emi didepan pintu restoran belum lama Emi berdiri disana Meli juga datang.
"Yang ngomong jangan telat siapa, yang telat juga siapa" ucap Emi mengerucutkan bibirnya
"Kenapa malah diomelin baru juga sampai apa lo gak mau meluk gue, gue kangen tau" ucap Meli sambil berjalan kearah Emi
"Sini lo gue pites kepala lo" ucap Meli kepada Emi dan mereka tertawa bersama.
"yuk masuk, aku sudah lapar ini" ucap Meli
"ok, ayooo" ucap Emi
__ADS_1
Mereka masuk kedalam restoran tersebut dan memilih duduk dikursi dekat jendela karena mereka ingin melihat pemandangan diluar jendela tersebut yang sangat indah. Pelayan pun datang menyodorkan menu makanan untuk mereka.
"Mel, mau makan apa" tanya Emi
"Seperti biasa aja Em, pokoknya pilihanmu pasti terenak" ucap Meli
"Oke kalau begitu" ucap Emi dan lalu memesan makanan sesuai yang diinginkannya.
Pelayan itu mencatat semua pesanan Emi dan pergi meninggalkan 2 sahabat itu.
"Mel, gue ketoilet dulu ya. lo tinggal disini dulu gak apa apa kan" ucap Emi
"Lo kayak gue pertama kesini aja deh, udah pergi sana ntar lo pipis disini lagi" Meli mendengus kesal
"Ha…ha… ok ok tungguin ya" ucap Emi sambil pergi kearah toilet
"Gue tinggal kawin lo" Emi kesal
Emi berjalan kearah toilet untuk mencuci tangannya lalu ia keluar dari toilet itu. Tapi diperjalanan menuju kearah tempat dia duduk dia menabrak seorang pelayan yang membawa minuman dan makanan.
"Maaf nona, saya tidak sengaja" ucap pelayan itu
"Tidak apa apa, saya yang salah" ucap Emi
"Sekali lagi saya minta maaf nona" pelayan itu membungkukkan badannya
"Tidak apa apa mbak, saya akan ganti baju ini. tidak akan terjadi masalah ya mbak" Emi meyakinkan pelayan itu dan lalu pergi ketoilet untuk membersihkan pakaiannya
Setelah selesai ia keluar dari toilet tersebut, tetapi didepan pintu toilet Emi bertabrakan dengan Jully. Brukkk…
"Maafkan saya pak, saya tidak sengaja" ucap Emi cepat melihat kearah Jully
"Hem. lain kali hati-hati kalau jalan" ucap Jully dingin sambil kembali berjalan.
"Tidak ada ramahnya sama sekali, cowok apaan kayak gitu, pasti istrinya tekanan batin nikah sama dia" ucap Emi pelan
Setelah itu Emi kembali ketempat duduk mereka yang ternyata berseberangan oleh pria tadi. Di samping pria itu duduk seorang cewek cantik dan juga menarik
"Ooo itu istrinya, heemmm pasti istrinya kurus karena makan hati karena punya suami kayak dia, dan itu orang tua mereka kali ya" gumam Emi dalam hati
"Uuuyyy kesambet lo baru tau rasa" Meli mengagetkan Emi
"Aahhh lu ngapain sih ngagetin orang kayak gitu" ucap Emi
"Ya lu ngelamun sampai kayak gitu sih" ucap Meli.
Akhirny makanan mereka sampai dan mereka segera makan tanpa mempedulikan orang disekitarnya.
__ADS_1
Sambil Emi menikmati makananya ternyata ada sepasang mata memperhatikannya yaitu Jully
"Cantik, wanita itu sepertinya sangat mandiri, ia juga sangat lincah" gumam Jully dalam hati