Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
33


__ADS_3

Selesai makan malam Jully dan Emi akan pergi ke rumah orang tua Emi, Karun dan Sulastri mengantarkan mereka sampai pintu depan rumah.


"Sayang, hati-hati ya dan titip salam buat kedua orang tua mu ya nak" ucap Sulastri serasa berat di tinggal kedua anaknya itu.


"Iya ma, kami cuma 2 hari disana kok. Jangan merasa kesepian ya ma" goda Emi sambil tersenyum


"Pa, tu anakmu sudah bisa kayak gitu" rengek Sulastri


"Sudahlah ma, mereka bukan pergi keluar negeri mereka di rumah Ferri dan Fatimah orang tua Emi juga kan" ucap Karun


"Iya mama tau pa, tapi mama merasa kesepian" ucap Sulastri


"Ma, Jully dan Emi besok kan kembali lagi kesini. Kenapa mama harus begini sih" sewot Jully merasa Sulastri terlalu berlebihan


"Ya sudah kalian pergi sana" ucap Sulastri tau Jully orang yang tidak suka drama


"Ya udah ma, pa Emi pergi dulu ya. Hati-hati dirumah" ucap Emi bersalaman bergantian kepada kedua mertuanya itu. Begitu juga dengan Jully


Dalam perjalanan Emi hanya diam menatap ke luar jendela, ia memikirkan yang ingin ia fikirkan. Jully yang melihat keanehan sifat Emi langsung bingung.


"Kenapa sayang, maaf ya atas sikap mama tadi kalau membuatmu tersinggung" ucap Jully


"Tidak mas, aku hanya kecapek an saja' ucap Emi sambil merebahkan kepalanya kebangku mobil


"Ya sudah sebentar lagi kita sampai, kamu langsung istirahat aja ya" ucap Jully


"Mana bisa istirahat, masa langsung istirahat baru sampai kerumah" jawab Emi sewot


Jully seketika bingung dengan sifat Emi yang kadang-kadang berubah. Mereka hanya diam selama berjalanan menuju rumah Emi, saat sampai di depan pintu rumah Emi, Emi langsung masuk dan mencari keberadaan Fatimah didalam rumah.


"Mama, papa anak kalian pulang, adik-adik kalian dimana" teriak Emi memanggil orang di rumah itu.


"Emi, kamu sama siapa kesini" Jawab Fatimah dari sofa ruang keluarga yang lagi duduk sama yang lainnya


"Iya ni kakak kenap teriak-teriak kayak di hutan aja" ledek Yuni dan diikuti oleh Oki


"Ck. kalian apaan sih, aku kesini sama Jully mam. Aku kangen sama mama dan papa" ucap Emi sambil memeluk bergantian kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


"Kakak lebai, baru pisah rumah beberapa hari aja udah kayak gitu, apa kabar selama ini pergi berminggu-minggu pulang-pulang kerumah santai aja" ucap Oki


"Diam kamu anak kecil, cepetan nikah baru tau rasanya" bentak Emi


"Assalamualaikum pa, ma" ucap Jully bersalaman kepada kedua mertuanya itu


"Waalaikumsalam, kamu sehat nak" tanya Fatimah


"Alhamdulillah ma, sehat" ucap Jully


"Mas, kak Emi galak gak bang" Tanya Yuni


"Tidak Yun, kakak mu ini super baik" ucap Jully


"Ngeledek" timpal Emi


"Husst Emi kok ngomongnya seperti itu sama suami sendiri" tegur Ferri


"Ya habisnya mas Jully ngeledek Emi, udah tau Emi sering marah-marah, sering ambekkan dia malah bilang Emi super baik" ucap Emi


"Ha Ha" Yuni dan Oki tertawa puas kakaknya bisa bersifat seperti itu di depan mereka semua.


"Tidak kak, lucu aja" Jawab Oki sambil masih tertawa kecil


"Diam gak, ku lempar pake sendal nanti baru tau rasa" ucap Emi


Semua orang yang melihat tingkah Emi dan kedua adiknya itu merasa lucu, Jully pun terus memandangi istrinya itu yang menurut dirinya unik, tidak bisa menyimpan perasaan yang ia rasakan saat itu.


"Kalian sudah makan" Tanya Ferri


"Sudah ma tadi di rumah mas Jully sebelum berangkat" jawab Emi


"Rumah Jully itu rumah kamu juga Emi" ucap Fatimah


"Bukan ma, rumah itu punya mama dan papanya mas Jully, kalau punya Emi ya di apartemen" ucap Emi


"Emi, sama seperti halnya Jully menganggap rumah ini rumahnya begitu juga kamu harus menganggap rumah orang tua Jully itu rumahmu juga. Mama tidak tau masalah kalian apa, tapi mama ingatkan sama kamu jangan pernah membedakan orang tua dan mertua. Semua itu sama" ucap Fatimah memarahi Emi

__ADS_1


"Iya ma, Emi capek, Emi mau tidur dulu" ucap Emi berjalan ke arah kamarnya.


"Jully maafkan sifat Emi ya nak, Kalau dia seperti itu pasti ada sesuatu yang ia pendam sendiri. Nanti dia akan reda sendiri nak" ucap Ferri


"Iya pa, ma Jully hanya agak kaget aja melihat sifat Emi yang baru Jully tau" ucap Jully


"Ya sudah kamu istirahat ya nak, jangan jadikan ini masalah ya nak" ucap Fatimah


"Iya ma" jawab Jully singkat dan menuju kamarnya.


Emi yang sudah duluan kekamar tenyata sudah memejamkan matanya dan tertidur pulas. Ia tidak tau kalau Jully sudah berada di sampingnya dan tidur bersamanya. Jully yang melihat istrinya tertidur dengan damai tanpa ada beban hidup yang ia rasakan saat bangun tidur.


"Emi, kita memang belum lama saling mengenal, tapi aku sudah sangat yakin kamu orang yang baik. Kamu seperti ini pun aku mengerti karena kamu kecewa dengan sifat mama ku tadi yang seolah tidak boleh kita pulang kerumah orang tuamu. Yang sabar ya sayang, aku akan menjadi orang satu-satunya yang mengerti kamu di dunia ini" ucap Jully sambil membelai wajah Emi


Malam semakin larut, mata mereka yang ada di rumah itupun sudah terpejam dengan damainya. hanya suara jangkrik dan keheningan malam yabg menghiasi setiap detik jam berdenting. Mereka semua menikmati istirahat malam yang serasa sangat nikmat dan membuat tenang jiwa dan fikiran. Hingga adzan subuh berkumandang mereka pun bangun dan shalat berjamaah.


Sekarang Jully,Ferri, Oki dan Yuni duduk di ruang keluarga sedangkan Emi dan Fatimah sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi.


"Jul, bagaimana usaha papa mu nak" tanya Ferri


"Alhamdulillah baik pa, Bulan depan rencana papa akan membuka cabang di kota Bandung pa" ucap Jully


"Oya di bagian apa, meuble atau hotel" tanya Ferri


"Insyaallah keduanya pa, karena sudah banyak juga pelanggan papa yang dari bandung pa, sekalian buka lapangan kerja pa" Jawab Jully


"Memang papa mu itu sangat tekun dan sangat disiplin orangnya sehingga membuat ia sesukses sekarang" ucap Ferri


"Iya pa, Jully yang masih muda saja tidak sanggup untuk menandingi fikiran dan kegigihan papa" ucap Jully sambil tersenyum


"Ha ha mana bisa Jul, papa aja sangat kagum dengan papa mu itu" ucap Jully


*


*


*

__ADS_1


Maaf teman-teman up nya agak berantakan karena sedang ada kegiatan yang tidak bosa di tinggalkan.


terima kasih sudah setia membaca karya-karya ku. I LoVE U my readers. Semoga kalian sehat dan tetap patuhi protokol kesehatan


__ADS_2