Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
21


__ADS_3

Emi sudah selesai membantu mama nya membersihkan dan menata taman belakang saatnya ia bersiap untuk berangkat pergi kerja. Emi bekerja seperti biasanya tanpa halangan dan tanpa rintangan, saat jam kerjanya habis karena tidak ada pasien melahirkan dihari itu Emi pulang tepat waktu. Emi menjalankan mobilnya sampai kesebuah pusat perbelanjaan dikota Jakarta. Emi membeli semua keperluan sehari-hari, di sela-sela ia berbelanja tiba-tiba tangannya di pegang oleh seseorang.


"Emi" Sapa orang tersebut yang tidak lain adalah Jully


"Hem… ada apa. Dimana ada aku, kamu pasti muncul juga. dari siapa lagi dapat info atau dari tadi nguntit aku dari belakang" ucap Emi lembut sambil tersenyum.


Jully terkejut melihat reaksi Emi, ia berfikir kalau Emi akan marah dengan kehadirannya.


"Tidak Em, tadi aku sedang belanja dan tidak sengaja melihat kamu disini. Kamu sama siapa kesini" ucap Jully sambil celingukan mencari seseorang


"Emang kamu fikir sama siapa aku. Calon suami ku saja tidak ada nanya kabar ku sedang apa, atau menanyakan aku sedang dimana, ya sudah aku pergi sendiri saja" Sindir Emi


"E… Itu… Tadi aku mau ngubungin Em, tapi aku ragu" ucap Jully menjawab dengan terbata-bata


"Emang ragu kenapa. apa segitu tidak pedulinya kamu sama aku, atau memang kamu tidak menyayangi ku" ucap Emi sambil mengerucutkan bibirnya


"Emi. Tolong dikondisikan bibirnya Em, kamu sangat menggemaskan kalau seperti itu" ucap Jully menggoda Emi


"Apaan sih. mulai mesumnya" ucap Emi


"Kamu sudah selesai belum, kalau sudah kita cari cincin yuk. Mumpung sudab di sini" ucap Jully


"Sudah kok, ini tinggal bayar aja. Emang toko emas masih buka jam sekarang" ucap Emi


"untuk di mall ini masih. Ayo cept nanti keburu tutup juga itu toko" ucap Jully


"Baiklah. Ayo sayangku" ucap Emi manja sama Jully


Cewek itu memang susah di tebak. Kadang mereka marah, tapi kadang juga mereka sudah baikan saja. Apa separah ini jadi cewek


(fikiran Jully)


Mereka segera menuju toko Emas yang ada di mall itu dan Jully dan Emi memilih Cincin Couple sesuai selera mereka. setelah sudah menemukannya mereka segera pergi menuju taman kota menggunakan mobil masing-masing. Mereka duduk di bangku taman yang agak sepi.


"Emi, aku mau bicara serius sama kamu" ucap Jully


"Apa" jawab Emi lembut


"Apakah kamu mau menikah dengan ku dan apa kamu bersedia hidup dengan ku dengan apa adanya kehidupan kita nanti" tanya Jully


"Apa kmu ragu" tanya Emi

__ADS_1


"Aku sangat yakin Emi" jawab Jully tampa menoleh kearah Emi


"Kalau seperti itu aku juga yakin Jully, bukankah rumah tangga itu di bangun kalau sudah ada keyakinan dari yang menjalaninya" tanya Emi lagi


"Baiklah, aku akan menikahimu dan membahagiakanmu Emi" ucap Jully memutar tubuhnya kearah Emi dan menatap Emi lekat


"Ya Jul, tuntun aku kalau aku salah dalam menjalani kehidupan" ucap Emi


"Baiklah. sekarang kita pulang ya. Hari sudah malam" ucap Jully


"Baiklah. ayo" ajak Emi berdiri duluan.


Mereka berjalan bersama, Emi menggandeng tangan Jully sampai ke mobilnya. Lalu mereka pulang menuju rumah masing-masing.


***


hari berganti hari, hubungan Emi dan Jully semakin membaik. tanpa ada keributan lagi. hari-hari yang ditunggu akhirnya tiba yaitu hari tunangan Jully dan Emi. Semua sudah disiapkan dan dirias sedemikian rupa cantiknya. halaman depan rumah Emi disulap menjadi sangat cantik banyak bunga-bungaan yang ditata dimana-mana.


Semua ritual telah selesai di lakukan. Sekarang saatnya Emi dan Jully bertukar Cincin.


"Kepada sepasang calon suami istri ayo maju ke depan untuk bertukar cincin. Pertama Ibu mempelai Pria yang memasangkan cincin kepada mempelai wanita. Setelah itu Ibu dari mempelai wanita akan memasangkan cincin kepada mempelai pria" ucap pembawa acara


"Cie... Cie... yang di culik pangeran akhirnya jadi juga setelah susah payah menolak" goda Emi


"Apa sih Mel, udah deh jangan buat aku malu" ucap Emi


"Ha... Ha... Aku mau juga di culik kalau sama pangeran ganteng dan bakalan jadi istri selamanya" Meli ngawur


"Kamu mau Meli sayang. Bisa kok, itu di kolam belakang banyak kodok silahkan di bawak pulang semua" ketus Emi


"Ck, masa temannya dikasih kodok. Mas Jully kalu ada 1 lagi yang sama seperti mas Jully boleh di bungkus kan juga ya mas" ucap Meli


"Ha… Ha… Insyaallah ya Mel" ucap Jully merasa lucu melihat tingkah Meli


"Pergi lo Mel, antrian masih panjang tu dibelakang" usir Emi


"Iya deh. Sampai ketemu di hari pernikahan sayangku" ucap Meli memeluk Emi


"Terima kasih sayangku" ucap Emi


Akhirnya acara itu selesai. Kini tinggallah keluarga Ferri dan Karun. Emi dan Jully berada diruang tamu sedang mengobrol berdua. pernikahan mereka masih ada waktu 1 bulan lagi.

__ADS_1


"Emi, mau Emas kawin apa nanti" tanya Jully


"Terserah saja mas. Seikhlasnya ma saja" jawab Emi


"Mintalah sayang. Jangan sampai nanti Emi tidak menerima apa yang akan kami berikan" ucap Emi


"Kalau permintaan Emi cuma 1 seperangkat alat shalat. Yang lain terserah mas saja ya" ucap Emi.


"Baiklah. mas akan belikan cincin untuk kamu nanti ya" ucap Jully


"Terima kasih mas. Ayo kita kedalam mas sudah malam" ajak Emi


Emi dan Jully berjalan kedalam ruang keluarga bergabung dengan keluarga yang lainnya.


"Hai… Calon penganten, yang lagi berbahagia" goda Yuni


"Anak kecil diam, sekarang sudah waktunya tidur. Masuk kamar sana" ucap Emi


"Ih… Kok galak banget sih kak. Mas Jully apakah mas tahan dengan sifatnya yang galak seperti itu" ucap Oki


"Kamu juga jomblo akut. Gak usah ikut campur" Emi ketus


"sudah-sudah. Kenapa jadi ribut, Emi kamu itu tidak akan lama bergabung sama adik-adik mi, jangan galak-galak. lagian malu sama calon suami dan mertua mu" ucap Fatimah


"Habis merek nyebelin ma" jawab Emi


"Tidak apa-apa Fatimah, itulah anak-anak" ucap Sulastri


"Jully hari sudah malam nak, kita pulang dulu. besok juga kamu mau kerja kan" ucap Sulastri


"Ya ma" Jawab Jully singkat


"Ferri, Fatimah, Emi, Oki dan Yuni om dan tante permisi pulang dulu ya" ucap Karun


"Ya Karun, hati-hati di jalan" jawab Ferri dan diikuti senyuman dengan yang lainnya.


"Om, tan, Emi dan adik-adik. Jully permisi dulu ya" Jully pamit sambil menyalami calon mertuanya bergantian


"Ya nak Jully. Jaga kesehatan ya" jawab Fatimah


Setelah semuanya bubar. Keluarga Ferri pun segera masuk ke dalam kamar masing-masing, sedangkan untuk masalah rumah itu akan di bereskan oleh Tim WO besok paginya.

__ADS_1


__ADS_2