Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
34


__ADS_3

"Kak Jully, hari ini kita jalan-jalan mau" ajak Yuni


"Husstt kamu ini Yuni, jalan-jalan terus" ucap Ferri


"Iya mumpung ada kak Emi dan Kak Jully juga pa, kalau ngajakin papa dan mama ada aja alasannya" ucap Yuni mengerucutkan bibirnya


"Coba tanya kakak mu dek, kalau dia mau nanti abng acc aja mau kemana kalian" ucap Jully


"Asik... Benar kak, Yuni ke kak Emi dulu ya kak" ucap Yuni kegirangan


Yuni berlari kedapur untuk menemui Emi dan Fatimah yang sedang menyiapkan sarapan pagi. Untuk membujuk Emi, Yuni sekarang turun membantu Emi dan juga Mamanya membuat sarapan, karena kalau tidak seperti itu jangan harap Emi akan menuruti kemauan adiknya itu.


"Hei, tumben kamu rajin" ucap Emi penuh selidik


"Kakak ini, aku diam kk ngomel, aku rajin kayak gini kakak curiga" ucap Yuni cemberut


"Ya baguslah kalau lagi bangkit rajinnya, yang takutnya rajin karen ada maunya aja" ucap Emi sambil terus membuat nasi sandwich


"Sudah-sudah, ini Yuni bawak nasi gorengnya ke atas meja, dan teh ini juga" perintah Fatimah


"Siap nyonya besar, Besar badannya" ucap Yuni sambil berlari menuju meja makan takut di jewer sama mamanya itu


"Anak ini, benar-benar" ucap Fatimah.


Setelah semua siap dihidangkan, semua orang dirumah itu makan bersama begitu juga dengan bi Iyem dan teman-temannya juga ikut bergabung makan dalam satu meja. Inilah keluarga Emi yang tidak pernah membedakan status ataupun pekerjaan, mereka selalu menganggap sama saja. Habis makan semua keluarga duduk diteras belakang rumah melihat kebun bunga Fatimah yang tumbuh subur.


"Kak, kakak hari ini sibuk" tanya Yuni


"Iya" jawab Emi singkat


"Ck kak Emi gak asik ah" jawab Yuni kembali duduk


"Emi, kalian jadi mau tinggal di apartemen" tanya Fatimah


"Rencana aj baru ma, karena mamanya Jully belum bolehin pisah rumah" ucap Emi santai


"Ya udah itu bagus, karena kalian bisa menemani Karun dan juga Sulastri. Ingat Emi suamimu ini anak tunggal, siapa lagi yang akan menjaga kedua orang tuanya kalu bukan kalian" jelas Fatimah


"Kalau Emi si nurut aja ma, tapi jangan bikin pusing" ucap Emi


"Maksud kamu apa" tanya Ferri

__ADS_1


"Iya pa, sebenarnya yang ngajakin pindah ke apartemen itu Jully, karena Jully mau mandiri. Tapi mama masih belum mau di tinggal, jadi kami akan menetap di rumah Jully paling lama 1 bulan lagi pa, ma" ucap Jully menjelaskan kepada keluarga Emi


"Ya udah itu bukan masalah yang besar. itu wajar saja kalau Sulastri seperti itu karena kamu anak tunggal Jully" ucap Ferri


"Nah terus kak Emi kenapa merengerut terus" tanya Oki


"Kakak biasa aja" jawab Emi seadanya


"Iya ma, kemarin sebelum kami kesini mama Sulas itu sempat merengek tidak mau di tinggal, mungkin Emi agak jengkel seolah-olah mama Sulas itu tidak mengizinkan pulang kesini" jelas Jully seakan-akan mengerti apa yang difikirkan istrinya itu


"Oo ya ampun Emi, wajar kalau mertuamu seperti itu karena sudah merasakan rame di rumah tiba-tiba kalian pergi juga, ya akan seperti itu, mama aja kalau diposisi mertuamu itu akan sama. Mama kuat karena masih ada Yuni dan juga Oki disini. coba kalau kamu satu-satunya udah kejer dari kemarin mama" ucap Fatimah


"Yuni, kamu mau jalan kan, ayo kita jalan sekarang" ucap Emi


"Ya kakak, Yuni ganti baju dulu ya" ucap Yuni segera pergi kekamarnya


"Kamu Oki, mau ikut gak. Kalau mau ikut ayo siap-siap" Emi berdiri dari tempat duduknya seolah menghindari percakapan itu


Sepeninggal Emi dan kedua adiknya Jully sungguh sangat bingung dengan sifat Emi yang menurutnya seperti anak-anak


"Jully, kamu yang sabar ya. Emi itu sebenarnya baik tapi kalau sudah menyangkut keluarga dia kadang lupa diri. Nanti mama akan bantu jelasin pelan-pelan sama Emi, mama minta selagi Emi seperti itu jangan pulang dulu kerumah mama mu, nanti takutnya dia marah-marah gak jelas sama kamu" ucap Fatimah


"Iya ma, Jully akan menunggu. Jully juga mengerti karena kalau Jully ada di posisi Emi mungkin akan merasakan hal yang sama, dan malah mungkin lebih dari itu ma" ucap Jully


"Iya ma, pa Jully kekamar dulu" pamit Jully


"Iya Jully" jawab mereka serempak


Di kamar Emi sedang bersiap-siap, dan pakaian Jully pun sudah di siapkanny.


"Sayang, kita mau kemana" tanya Jully


"Sudah menggibahnya, silahkan ganti vaju kalau mau ikut, kalau tidak mau kami pergi bertiga saja" ucap Emi


"Iya sayang" jawab Jully mengalah


Semuanya sudah siap dan mereka akan berangkat, tiba-tiba handphone Emi berbunyi. tring… tring…


"Assalamualaikum" sapa Emi


-

__ADS_1


"Baiklah, saya kesana sekarang" ucap Emi segera mematikan telepon setelah mendapat penjelasan dari orang di seberang telepon


"Kenapa sayang" tanya Jully yang berada di samping Oki yang sedang menyetir


"Oki, kita kerumah sakit dulu ya, ada pasien persalinan robek sampai anus, dokter sedang tidak ada di tempat, kakak disuruh mengatasinya" Jelas Emi


"Iya kak" ucap Oki


"Terus kapan jalan-jalan nya" tanya Yuni


"Nanti setelah itu" jawab Emi singkat


"Lama tidak" tanya Yuni lagi


"Belum tau" jawab Emi lagi


Perjalanan selama 30 menit Emi sudah sampai di RS. Emi langsung berlari masuk kedalam RS, sedangkan suami dan kedua adiknya menunggu di dalam mobil. Emi langsung menuju ruangan bersalin, di sana sudah ada perawat juga bidan yang berusaha mengedep pendarahan pasien yang sudah semakin lemas.


Emi langsung mengambil posisinya, dan mulai mengheating (menjahit) luka yang dimaksud tadi. selagi Emi menjahit, pasien juga mendapatkan tambahan infus yang sudah banyak di guyur, karena pasien sudah banyak kehabisan darah.


Emi melakukan heating selama hampir 1,5 jam karena robekan yang tidak beraturan dan sampai ke lobang anus pasien, setelah hampir selesai, darah yang di order dengan dokter obgin (dr. kandungan) di transfusikan ketubuh pasien melalui selang infus sebanyak 3 kantong.


"Alhamdulillah selesai, coba telepon dokternya lagi, laporkan heatingnya sudah selesai, pasien masih keadaan syok, sebaiknya rawat diruangan HCU untuk memantau keadaan pasien dengan monitor" ucap Emi mengusulkan kepada teman-teman nya yang sedang berdinas.


"Baiklah bu Emi, terima kasih atas bantuannya" Jawab junior Emi


"Iya sama-sama, besok-besok kalian harus mencobanya ya. Sekarang saya pergi dulu" ucap Emi


Di loker Emi, selalu menyiapkan baju ganti bebas dan juga baju dinas, karena kalau dalam keadaan terdesak Emi tidak perlu repot pulang kerumah untuk mengambil pakaiannya. Emi mandi di ruangan perawat dan juga mengganti pakaiannya dengan yang baru, sedangkan pakaiannya yang sudah dibasahi keringat tadi ia masukkan kedalam kantong plastik untuk dibawah pulang. Setelah selesai Emi langsung bergegas menemui adik dan suaminya yang sudah menunggu Emi di mobil.


"Lama ya. Maaf" ucap Emi santai


"Iya, untung datang aja. kalau 15 menit lgi gak datang kita tinggal ni" ucap Yuni kesal


"Ya udah tinggal aja, gak rugi juga kok" ucap Emi


"Sudah, sekarang kita mau kemana" tanya Jully


"Ke danau" ucap Emi


"Ya udah ayo kita jalan" ucap Oki

__ADS_1


Mereka bercanda sepanjang perjalanan menuju danau, Emi sudah melupakan kejadian menegangkan di rumah sakit tadi.


__ADS_2