Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
15


__ADS_3

Hari demi hari dilalui Emi seperti biasa dengan sedikit gangguan dari Jully bahkan kadang Emi juga berdebat oleh adik-adik nya hanya karena masalah berumah tangga. Emi belum siap akan semua itu tapi semua kelurganya mencemaskan usia Emi yang bertambah terus tapi belum ada menunjukkan keinginan untuk menikah.


Hari minggu pun datang, ini jadwal Emi dinas pagi dihari libur. Emi segera siap-siap untuk berangkat ke rumah sakit untuk menjalankan tugasnya.


"pagi Bi Iyem. Aku berangkat dulu ya" sapa Emi yang mendapati bi Iyem didapur.


"Bagi non, non tidak sarapan dulu, bibi sudah bikinin makanan pisang goreng dan susu diatas meja" ucap bi Iyem


"Tidak bi, tolong dikotakin aja, biar dimakan dirumah sakit nanti bi" pinta Emi


"Baiklah non, tunggu sebentar bibi ambil wadahnya dulu" ucap Bi Iyem


"Baiklah bi, aku tunggu didepan ya. Mau ambil sepatu dulu" ucap Emi berjalan kedepan rumah untuk memakai sepatu kerjanya


Setelah selesai memasukkan pisang goreng kedalam kotak makanan bi Iyem langsung menyusul Emi yang sudah menunggu di depan rumah.


"Ini non, dihabisin ya" ucap Bi Iyem kepada Emi


"Baiklah bibi ku yang bawel" ucap Emi


"Ya udah non, hati-hati dijalan, yang pulang telat tapi nanti akan ada tamu kata ibu" ucap Iyem


"Siap bi. Assalamualaikum" pamit Emi.


"Waalaikumsalam" jawab Iyem


Emi langsung melajukan mobilnya kearah rumah sakit. Setelah sampai Emi langsung memarkirkan mobilnya diparkiran depan rumah sakit. Ia segera masuk keruangan kebidanan yang berada dilantai 2 dirumah sakit itu.


Emi beserta Tim yang dinas pagi hari ini berjumlah 4 orang, yaitu Emi, gina, sonya, dan rini. Mereka melakukan doa bersama sebelum operan jaga malam dengan jaga pagi. Setelah itu mereka operan keruangan bersalin tempat mereka berdinas. Pagi-pagi Emi dan tim sudah disuguhi sarapan calon partus normal 3 orang yang masih dalam pemantauan maju pembukaan persalinannya.


Emi sebagai ketua tim membagi tugas satu orang untuk memeriksa kemajuan persalinan. Yaitu Emi memeriksa ibu 1, gina ibu 2, dan rini ibu 3 sedangkan sonya bagian pencatatan dan dokumentasi.


Emi melakukan pemeriksaan leopold 1 sampai leopold 4 pada perut ibu 1, diteruskan pemeriksaan bagian dalam yaitu VT, untuk memeriksa besarnya pembukaan jalan lahir, porsio, penurunan bagian terbawah janin juga air ketuban janin. Setelah semuanya selesai Emi segera mencuci tangan dan melaporkan hasil pemeriksaan kepada Sonya untuk dicatat. Dan dokumentasi. Semua itu juga dilakukan oleh rini dan gina.


Setelah selesai semua yang berdinas malam segera meninggalkan ruangan untuk segera pulang. Sedangkan Emi dan tim melanjutkan dinas. Emi membuka bekal yang ia bawa dari rumah tadi untuk dimakan bersama.

__ADS_1


"Hai guys, ni ada cemilan, yuk makan dulu untuk nambah tenaga" ucap Emi kepada teman-teman dinasnya.


"Wahhh enak ni, pisang goreng. Siapa yang masak mbak" tanya Gina


"Biasalah, bi Iyem. Selalu kalau dinas pagi hari minggu ada-ada aja yang dimasak untuk dibawak bekal kerumah sakit" ucap Emi sambil mengambil goreng pisang


"Ayo kita habiskan guys" ucap Sonya yang masih menulis


Mereka makan sambil sekali kali mengobrol ringan. Setelah selesai makan mereka mencuci tangan bergantian. sietelah Emi selesai cuci tangan ibu 2 teriak dari ruang bersalin.


"Bu bidan…" panggil Ibu 2


Emi dan tim nya yang mendengar teriakan itu langsung berlari menghampiri ibu 2.


"Ada apa bu" tanya Emi lembut


"Saya mau melahirkan, sudah tidak tahan" ucap Ibu 2.


"Baiklah, saya akan periksa dulu ya bu" ucap Emi


Emi melakukan pemeriksaan dalam dan mendapati pembukaan sudah lengkap, dan kepala bayi sudah di pintu persalinan kalau ibu 2 mengedan.


"Ya bu, saya tidak tahan mau ngedan bu" ucap Ibu 2.


"Silahkan ngedan bu kalau ibu sudah ada tenaga" ucap Emi.


Emi memimpin persalinan, sedangkan Gina menyiapkan penyambutan bayi, Sonya membantu ibu 2 untuk memberi semangat serta mengawasi infus yang terpasang dan siap memasukkan obat yang diperlukan.


Setelah Ibu 2 mengedan selama setengah jam akhirnya bayi lahir dengan selamat berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 3200 gr dan panjang badan 50cm.


"Alhamdulillah ibu, selamat ya atas kelahiran putra nya. Maafkan kami semua dalam memimpin persalinan kalau ada kesalahan dan kekhilafan kata. Karena itu semua kami lakukan biar ibu semangat dan prosesnya jadi cepat" ucap Emi menyerahkan bayi ibu 2 untuk di susukan.


"Terima kasih bu bidan semua sudah membantu saya dan anak saya" ucap ibu 2


"Sama-sama bu" ucap Emi.

__ADS_1


Emi yang baru saja melangkahkan kakinya menuju ruang istirahatnya mendengar ibu 3 berteriak.


"Bu bidan…" teriak Ibu 3


Gina langsung menghampiri ibu 3, dan melakukan hal yang sama dengan Emi lakukan terhadap Ibu 2 tadi.


Setelah semua kerjaan selesai mereka menyelesaikan semua laporan. Sedangkan Ibu 1 masih dalam pemantauan karena pembukaan jalan lahirnya masih kecil, dari angka 1 sampai 10 masih di angka 3.


Mereka lagi sibuk menyiapkan semua laporan tiba-tiba ada paket makanan yang diantarkan oleh ojek online.


"Permisi bu, ini pesanan makanannya" ucap ojek online


"Perasaan aku tidak mesan makanan, hei… Guys ada yang pesan makanan" tanya Emi


"Tidak Em" jawab mereka serempak


"Mas, ini dari siapa ya" ucap Emi


"Dari, Bapak Jully pesanan untuk Ibu Emi diruang kebidanan rumah sakit xxx" ucap ojek online


"Dari Jully, ok mas terima kasih banyak ya" ucap Emi.


Teman-teman Emi melihat ada makanan yang datang menghampiri Emi.


"Ciee… Cie… yang dapat kiriman" ucap Gina menggoda


"Apa sih, biasa aja kali, ni kita makan sama, cukup kotaknya ada 4" ucap Emi


"Wih… pengertian sekali pacar mu Em, sampai tau kita ada 4 orang" ucap Sonya


"Gak tau. Detektif kali. e… Lain kali tolong jangan bilang pacar. Aku tidak ada pacar ya" ucap Emi


"Kamu itu Em, kapan kamu mau berumah tangga. Kami semua sudah punya pasangan, aku sudah beranak 2, Gina lagi hamil, Sonya minggu besok kawin. Kamu betah banget ngejomblo ya. selagi masih ada yang mau jangan kamu sia-sia kan Emi. Kamu itu cantik, baik, sopan dan lembut tapi kamu menutup rapat hatimu untuk seorang laki-laki. Jangan sampai kamu terlena nanti tidak sadar sudah berumur" nasihat Rini


"Ya tidak lah Rin, aku hanya sedikit takut untuk berumah tangga melihat banyak teman-teman kita mengalami kegagalan dan ada juga sampai resign hanya karena rumah tangga. Aku sudah sangat mencintai pekerjaanku Rin" ucap Emi

__ADS_1


"Emi, itu semua sudah takdir. Tidak semua teman-teman seperti yang kamu fikirkan. Banyak juga teman-teman kita yang hidupnya rukun, damai dan juga bahagia. Cobalah untuk membuka hati. Mempunyai keluarga dan anak itu sungguh sangat menyenangkan Em" ucap Gina ikut menasihati Emi


"Oke akan aku coba. Terima kasih teman-teman" ucap Emi menyendok makanannya.


__ADS_2