Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
25


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu berganti Minggu. Hari ini hari bahagia untuk Jully dan Emi. Sudah 2 minggu lebih mereka dipingit tidak boleh bertemu, telepon bahkan curi-curi lihat. Karena itu adat dari Sulastri yang sangat mempercayainya kalau adat ini ditentang menurut orang tua nanti akan pamali, Jully dan Emi hanya menurut saja tidak mu terjadi apa-apa dengan rumah tangga mereka kelak.


Di gedung tempat pernikahan Emi dan Jully sudah hadir semua keluarga merek dari berbagai macam daerah di Indonesia yang diundang oleh Fatimah dan Ferri. Mereka bersiap-siap untuk akad dan juga untuk resepsi. Setelah selesai semua keluarga dan para tamu undangan sudah duduk diruangan akad nikah Emi dan Jully, sedangkan Jully sudah duduk dikursi menunggu acara dimulai dan juga menantikan saat-saat Emi keluar.


"Assalamualaikum. Hari ini hari bahagia antara Jully dan Emi yang akan melangsungkan Ijab kabul dan juga resepsi pernikahan mereka. Disebelah kanan saya sudah hadir keluarga dari mempelai pria yaitu keluarga Bapak Karun Nugroho. Selamat datang Kelurga besar Bapak Karun" ucap MC menyapa


Semua keluarga Karun berdiri memberikn salm kepada semua orang disana dan kepada penghulu.


"Dan di sebelah kiri saya sudah ada keluarga Besar Bapak Ferri Gunawan yang punya hajat ini" sapa MC


Keluarga besar Ferri berdiri memberikan salam untuk semua orang yang hadir.


" Sekarang saatnya kita panggil Mempelai wanitanya untuk keluar dari persembunyiannya dan bergabung duduk di samping calon suami" perintah MC.


Emi berjalan menuju tempat duduk nya disebelah Ferri dengan anggun didampingi oleh Fatimah, Meli, dan juga Yuni. Hari ini Emi terlihat begitu menawan memakai setelan kebaya putih dan juga songket berwarna abu-abu, dengan tata rias wajah yang begitu sempurna. Jully yang menantikan kehadiran Emi berdiri untuk menyambut kedatangan Emi. Jully tidak mengedipkan matanya sama sekali melihat kecantikan Emi yang menurutnya bertambah karena auranya sangat keluar hari ini. Jantung Jully berdetak sangat kencang saat detik-detik Emi datang mendekat kepadanya.


Ketika Emi sudah mendekat didamping Jully, Jully membantunya untuk duduk dikursi sebelah Jully.


"Sekarang kedua mempelai sudah berada ditempatnya, tempat penyatuan cinta mereka. Untuk Bapak penghulu saya persilahkan" ucap MC


"Baiklah, sekarang saya minta para saksi dan wali nikah Emi untuk mendekat dududk disamping saya" Pinta penghulu

__ADS_1


Ferri sebagai wali nikah sudah duduk di samping penghulu. Sedangkan Karun dan juga Paman Emi sebagai Saksi duduk disamping kiri kanan saling berhadapan.


"Baiklah sekarang saya persilahkan kepada nak Emi Susanti untuk meminta restu kepada sang ayah dan semua orang disini" perintah penghulu


Emi mengambil alih micropon yang dipegang oleh penghulu tadi.


"Assalamualaikum. Papa, Mama selama 27 tahun kalian berjuang untuk membesarkan ku, mendidik ku, dan mengajarkanku banyak hal. Tanpa kata lelah, tanpa mengeluh kalian mengasihiku. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi kalian di hati dan jiwa ini, kemanapun anak mu ini pergi kalau tidak atas restu kalian maka tidak akan berjalan pa, ma. Terima kasih banyak untuk semuanya. Anak kalian ini tidak bisa membalas semuanya, tidak bisa membalas darah yang sudah kalian alirkan selama ini didalam tubuhku ini, kasih sayang yang kalian limpahkan untukku tidak akan pernah ada yang bisa memberikannya kepada anak kalian ini. Sekarang Emi minta doa restu yang seikhlas-ikhlasnya dari papa dan mama untuk mengantarkan Emi kepada seorang lelaki yang akan bertanggung jawab penuh atas hidup dan mati Emi selamanya yang bernama Jully Nugroho. Mohon doakan kehidupan kami akan baik dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. aamiin Terima kasih pa, ma. Emi sayang sama kalian berdua" ucap Emi mengakhiri kata-kata nya yang sudah diikuti oleh isak tangis yang ia tahan.


Jully melihat kearah Emi dan tersentuh dengan kata-kata Emi yang barusan ia lontarkan tanpa teks dan Jully melihat itu semua tulus keluar dari dalam hati Emi.


"Bagaimana papa dan mama Emi apakah hubungan mereka direstui" tanya penghulu


"Baiklah ini saatnya kita akan mengucapkan Ijab kabul nya. dan akan langsung di pimpin oleh bapak Ferri sendiri. Sekarang Bapak Ferri dan Jully silahkan berjabat tangan dan ucapkan kalimat ijab kabulnya" perintah penghulu


"Saya Ferri Gunawan menikahkan engkau wahai Jully Nugroho bin Karun Nugroho dengan putri kandung saya yang bernama Emi Susanti binti Ferri Gunawan dengan emas kawin seperangkat alat shalat, uang berjumlah Rp. 30.500.000, dan 1 unit apartemen dibayar tunai" ucap Ferri dengan lantang


"Saya terima nikahnya Emi Susanti dengan emas kawin yang tersebut" ucap Jully dengan lantang


"Bagaimana para saksi" tanya penghulu


"Sah" ucap semua orang serempak dan berbahagia.

__ADS_1


Doa-doa dipanjatkan dengan hikmat dan khusuk oleh semua orang yang hadir di ruangan itu. Emi tidak henti-hentinya tersenyum, begitu juga dengan Jully yang tadinya sedikit tegang menjadi lega dan sangat bahagia. Setelah berdoa Jully tidak pernah melepaskan tangan Emi sedikitpun.


"Sekarang waktunya penyerahan mahar antara pengantin pria kepada pengantin wanita, dan pengantin wanita sambut tangan pengantin prianya" perintah penghulu


Jully menyerahkan Emas kawin yang disebutkannya tadi berupa alat shalat, uang dan jiga sertifikat beserta kunci apartemen. Lalu Emi mencium punggung tangan Jully.


Acara Akad nikah pun selesai sekarang Emi dan Jully sudah diruangan Ganti untuk mengadakan resepsi pernikahan. Emi menggunakan gaun pengantin yang simple tapi elegant sangat cocok di badannya yang ramping. begitu juga dengan Jully yang menggunakan setelan jas yang sepadan dengan warna gaun Emi.


Saat sudah selesai Emi dan juga Jully keluar kamar dan menuju pelaminan yang sudah disiapkan. Mereka berjalan melewati karpet merah bak raja dan ratu, semua orang yang hadir di acara mereka melihat dengan kagum kearah mereka karena Jully dan Emi yang sangat gagah dan juga cantik hari ini. Tapi ada juga yang memandang seperti mencemooh kearah Emi yaitu para idola Jully selama bekerja dan sekolah dulu yang selalu mengejar-ngejar Jully. saatnya mereka duduk disinggahsana mereka dengan sangat serasi.


Para tamu undangan yang sedari tadi datang sudah ada yang berpamitan dan berpoto dengan kedua pengantin. Saat sedang sepi Jully mendekat kearah Emi.


"Kamu cantik sekali hari ini sayang" ucap Jully berbisik


"Terima kasih, kamu juga tampan sekali sayang" ucap Emi menggoda Jully


"Jangan menggodaku sayang, masih banyak orang" ucap Jully


Emi hanya tersenyum dan melayani para tamu undangan yang akan berpoto lagi dan bersalaman untuk pamit pulang.


Setelah acara selesai dan para tamu undangan sudah pulang semua. Emi dan Jully berpindah kekamar hotel yang sudah di sewa mereka untuk 3 hari kedepan.

__ADS_1


__ADS_2