
Akhirnya Emi memutuskan untuk menghubungi mama nya terlebih dahulu. tuuttt tuutt (sambungan telepon pura-pura nya ya)
"Assalamualaikum Emi, kemana aja kamu nak, kenapa tidak kasih kabar sama mama atau suamimu, sekarang kamu ada dimana, sama siapa, sedang apa" tanya Fatimah berderet kayak gerbong kereta api
"Waalaikumsalam ma, nanyanya panjang amat ma Emi bingung mau jawab yang mana ini" ucap Emi dengan nada yang lembut
"Kamu ini, anggap saja mama lagi mengintrogasi kamu sekarang" ucap Fatimah
"Emang Emi salah apa" tanya Emi
"Udah aahh kenapa jadi ngelantur gini, sekarang kamu dimana" tanya mama khawatir
"Emi ada di suatu tempat, tapi Emi aman disini ma. Mama tidak usah takut ya" ucap Emi meyakinkan Fatimah
"Gimana mama gak takut Emi, kamu sendirian di luar sana dan dari tadi siang tidak ada kabar beritanya sayang" ucap Fatimah
"Sekarang kan mama udah Emi telepon, dan Emi baik-baik aja ma. Emi hanya jalan-jalan sebentar" jawab Emi dengan tenang
"Emi, sebaiknya kamu telepon Jully kasih tau dia keberadaanmu sekarang dimana. Dia mengkhawatirkan kamu sayang, dari siang tadi dia mencari mu sayang. Kalau ada masalah jangan lari tapi dihadapi sayang" bujuk Fatimah
"Emi mau menenangkan diri sebentar saja ma, kalau Emi sudah tenang nanti, Emi akan pulang. Tapi tolong jangan ganggu Emi dulu" ucap Emi
"Masa pengantin baru sudah berantem si nak" ucap Fatimah
"Apaan si ma, udah dulu ya. Emi mau istirahat dulu. Assalamualaikum ma" ucap Emi
"Waalaikumsalam" jawab Fatimah sebelum telepon di tutup oleh Emi.
Emi duduk disofa ruang tamu rumahnya dan memainkan hp nya disana. "Maafkan Emi kalau Emi masih egois ma, tapi Emi hanya muak dengan semua ini" ucap Emi pelan
Di tempat Fatimah, setelah Emi menutup teleponnya. Fatimah memikirkan sebenarnya apa yang terjadi. kenapa anaknya sampai seperti ini. Karena sifat Emi kalau sudah tersinggung sekali terhadap lawannya, ia akan memilih pergi untuk menghilangkan rasa benci di dalam hatinya..
"Assalamualaikum Jully" ucap Fatimah yang sudah menelepon Jully
"Waalaikumsalam ma, ada apa ma" ucap Jully
"Begini Jul, Emi tadi nelepon mama. Sebaiknya kamu biarkan dia sendiri dulu ya. Mama tidak tau apa masalah kalian yang jelas jangan ganggu Emi dulu, kalau maksain dia, dia akan tambah marah nanti Jul" jelas Fatimah
"Baiklah ma, tapi Emi baik-baik aja kan ma, dia di tempat yang aman kan ma" tanya Jully lagi
"Insyaallah aman Jul" jawab Fatimah Singkat
"Ya ma, terima kasih banyak. Assalamualaikum" ucap Jully
__ADS_1
"Sama-sama Jully, waalaikumsalam" jawab Fatimah singkat dan langsung menutup telepon.
Bagitulah rumah tangga yang baru akan di bina, dan cerita setiap rumah tangga itu berbeda-beda, anak yang senang saja, ada juga yang menderita, ada juga yang datar saja. Tinggal bagaimana pemerannya melakoni perannya masing-masing.
Sampai keesokan harinya Emi juga belum menghubungi Jully. Setelah sarapan pagi Emi akan berangkat ke mini market akan belanja keperluannya. Tapi entah ini kebetulan atau memang sudah jalan dari Allah. Emi sedang memilih belanjaannya dan ketika akan mengambil susu seketika pundak Emi ada yang megang dari belakang.
"Sayang" lirih Jully
Betapa kagetnya Emi mendengar panggilan itu dan dengan suara yang sangat ia kenali. "Kenapa ia bisa ada disini" ucap Emi dalam hati.
"Sayang, maafkan aku. Maafkan aku kalau aku ada salah dan membuatmu tersinggung, jujur aku tidak tau kalau ada hal yang membuatmu tidak nyaman terhadapku sayang" ucap Jully
"Kalau mau ngomong jangan disini. cari tempat lain" jawab Emi singkat dan berlalu pergi ke arah kasir.
Saat menunggu antrian di kasir tiba-tiba Emi ditabrak sama seseorang dan bruukkk… Emi yang kehilangan keseimbangan akan jatuh, tapi dengan cepat di tangkap oleh orang itu. membuat Emi langsung memeluk orang tersebut.
"Hei, kalau jalan hati-hati" ucap Jully dengan kesal menarik tubuh Emi kedekapannya.
Hal itu membuat Emi kaget dan termenung melihat orang yang menabraknya tadi.
"Andre" ucap Emi lirih
"Emi" ucap Andre
"Kamu jahat ndre" ucap Emi masih tersedu didalam pelukan Andre
"Maafkan aku Em, aku tidak ada maksud meninggalkanmu" ucap Andre membelai rambut Emi
"Emi, apa maksud semua ini" bentak Jully yang berada di belakang Emi
Emi tersentak ingat dengan Jully yang mematung melihat mereka. Emi segera melepaskan pelukannya dari tubuh andre.
"Maaf, maaf kan aku ndre. Maaf kan aku Jully" ucap Emi lalu berlari kearah luar minimarket.
"Emi" panggil Jully dan Andre bersamaan dan mengejar Emi yang sudah cukup jauh berlari.
Emi berlari tanpa tujuan dan ketika melihat taksi ia langsung menyetop taksi tersebut dan menaiki taksi itu.
"Jalan pak" ucap Emi
"Mau kemana Non" tanya supir sambil menjalankan mobilnya
"Ketama tengah kota pak" ucap Emi
__ADS_1
Sepeninggal kepergian Emi, Jully pun tambah frustasi dan berlutut ditrotoar tepi jalan.
"Emiiiii" teriak Jully
Sedangkan Andre melihat Emi pergi segera mengambil mobil dan menyusul Emi. Karena Andre sudah kenal jelas dengan Emi, kalau sedang seperti ini Emi pasti akan pergi ke tempat biasa ia datangi.
Setibanya di taman Emi memilih duduk di bangku dibawah pohon beringin yang rindang. Disana Emi merutuki dirinya sendiri dan menyesali nasib nya yang sangat malang itu menurutnya sambil masih menangis.
"Ya Allah, kenapa ini terjadi kepada diriku, kenapa semua ini harus kau berikan kepada ku. Aku berharap kehidupanku bahagia, tapi kenapa. Kenapa Ya Allah" ucap Emi sambil menangis
Emi memandang jauh kedepan melihat semua taman yang ada di sana.
"Hai, boleh duduk" ucap Andre setelah mendapati Emi
"Untuk apa kamu kesini ndre" tanya Emi
"Karena aku perduli sama kamu Emi" ucap Andre dengan entengnya
"Apa? apa aku gak salah dengar. Kamu bilang perduli sama aku" ucap Emi dengan nada yang mengejek memandang ke arah Andre
"Iya Emi, maafkan aku selama ini aku tidak pernah mengabari mu karena aku sangat sibuk" jelas Andre
"Dengan mudahnya kamu pergi dulu cuma mengirimkan ku pesan lewat Email, dan tidak pernah ada kabar sama sekali darimu selama 10 tahun, 4 bulan, 5 hari, 2 jam kamu pergi dan sekarang kamu muncul dengan entengnya kamu bilang perduli sama aku. Kalau aku boleh tau dimana letak perduli mu itu Andre Kusuma Jaya" ucap Emi penuh dengan penekanan
"Maafkan aku Emi, aku salah. Aku tidak sepatutnya seperti itu kepada mu Emi, tapi percayalah aku nasih mencintaimu dan tidak pernah ada orang lain di hatiku Emi" jelas Andre
"Maaf, untuk apa kamu minta maaf Andre. Tidak ada yang perlu dimaafkan" ucap Emi
"Emi jangan seperti ini, aku sangat mencintaimu sayang" ucap Andre menggenggam tangan Emi
"Lepaskan Jully. Untuk apa kamu minta maaf, itu semua hak mu untuk pergi atau apapun itu. dulu aku masih milikmu tapi sekarang aku sudah milik orang lain" ucap Emi
"Maksud nya Em" tanya Andre bingung dengan ucapan Emi
"Aku sudah menikah dengan laki-laki yang bersama ku tadi namanya Jully, kami menikah 3 hari yang lalu. Maaf aku harus pergi permisi" ucap Emi akan pergi
Dengan cepat Andre menarik Emi kedalam dekapannya. Andre menangis tersedu kaget mendengar semua penuturan dari Emi tadi. Andre sangat terpukul dengan semua itu. Lain dengan Emi yang Emosinya masih meninggi, ia sudah tidak mengeluarkan air matanya.
"Tolong lepaskan aku Andre dan ikhlaskan aku" ucap Emi didalam pelukan Andre
"Maaf Emi, Maafkan aku. Kembalilah kepada ku, aku akan menerima mu dengan semua kekuranganmu" ucap Andre tetap memeluk Emi
Mendengar penuturan andre seperi itu Emi mendorong tubuh Jully.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan. Aku tidak akan pernah meninggalkan suamiku. Walaupun apapun yang terjadi, aku akan tetap berada di sisinya" ucap Emi berlari meninggalkan Andre yang masih berdiri melihat kepergian Emi.