Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
32


__ADS_3

Alasan Emi menanyakan perihal kemandulan karena ia saat ini seorang bidan yang bekerja di RS, kita tau sendiri kalau di RS begitu banyak masalah yang akan dihadapi seorang bidan dan perawat yang bertugas. Apalagi di ruang kebidanan itu berbagai macam penyakit dan masalah kelamin juga masalah kandungan akan bermunculan, ada yang kena kanker, kista, mioma uteri, masalah infertility (kemandulan) sampai ke masalah menyakit kelamin yang membuat siapapun mendengar dan menghadapi itu semua akan merasa ngeri-ngeri sedap.


Kemandulan sendiri tidak semerta-merta datang dari perempuan banyak juga yang datang dari pria, seperti kualitas spermanya yang tidak terlalu baik, ejakulasi dini, ****** terlalu encer, ****** terinfeksi, ****** yang kosong, dan yang lainnya. Oleh sebab itu Emi sangat takut mengecewakan ke empat orang tuanya, walaupun ia yakin keadaannya sangat baik tapi ia tidak tau dengan kualitas rahim, ovum dan keadaan ****** suaminya sendiri.


Semua fikiran itu membuat Emi tidak bisa tidur semalaman dan akhirnya ia hari ini bangun kesiangan. Sulastri dan juga se isi rumah juga memaklumi keadaan Emi yang masih pengantin baru.


"Jully, Emi mana, kenap tidak turun" tanya Sulastri yang heran Emi tidak ikut sarapan


"Sepertinya Emi kecapek an ma, tadi sudah Jully bangunkan tapi tidurnya sangat oulas. Jadi Jully membiarkannya ma" Jelas Jully yang memang sudah berusaha membangunkan Emi


"Ya sudah tidak apa-apa, lain kali jangan terlalu di porsir tenaga istri kamu nak, kasian dia"Goda Sulastri


"Apaan si ma" ucap Jully lalu memakan hidangan sarapan paginya.


Setelah Jully pergi keluar dan Sulastri sedang berada di kebun belakang rumahnya Emi baru turun dari kamarnya yang berada di lantai atas.


"Pagi menjelang siang ma, maaf Emi bangunnya kesiangan ma" ucap Emi


"Pagi nak, tidak apa-apa. Kamu sudah sarapan belum" tanya Sulastri


"Iya ma ini mau sarapan dulu, mama lagi apa" tanya Emi


"Mama lagi panen tomat sama sedikit cabe, juga beberapa sayuran segar, mau dimasak untuk makan siang nanti" ucap Sulastri


"Baiklah ma, Emi sarapan dulu habis itu Emi bantuin mama ya" ucap Emi


"Iya nak" jawab Sulastri singkat


Emi membuat sarapan nya sendiri, karena ini sudah kebisaannya di rumah kalau terlambat bangun pagi.

__ADS_1


"Nak Emi sedang apa" tanya bi Sina


"Mau buat roti bakar bi" ucap Emi


"Tadi pagi Ibu non sudah biatin salat buah biat untuk non jangan lupa dimakan juga ya nak Emi. Itu salad buahnya bibi taro di dalam kulkas" ucap bi Sina


"Terima kasih bi, sejak kapan mama tau Emi suka makan salad buah bi" tanya Emi


"Sejak sebelum nak Emi datang kesini, ibu banyak bertanya kepada mama nak Emi yang di rumah" ucap Bi Sina


"Wah... Emi jadi terharu ni bi" ucap Emi sambil pura-pura nangis


"ish bak Emi ini, cepatan makan katanya mau bantu ibu di belakang tadi" ucap bi Sina


"Oya sampai lupa. terimakasih bi sudah ingatin" ucap Emi sambil berjalan menuju kulkas


"Ya nak Emi sama-sama" jawab bi Sina


"Ma, Emi bantu apa ni" tanya Emi


"Pakai sarung tangannya dulu Em, terus bantu mama panen lobak, wartel, juga labu siam itu ya" ucap Sulastri


"Semuanya ma. Emang mau dimasak semua hari ini ma" tanya Emi


"Iya sayang. mau mama antar ke panti dan juga tetangga separuh hasil kebun ini. sisanya nanti baru kita simpan beberapa" ucap Sulastri


"Ini semua sudah biasa mama lakukan sendiri ma, berapa luas tanah semua ini ma" tanya Emi dengan polos seperti bertanya kepada orang tuanya sendiri tanpa ada rasa ragu sambil ia memakan sepatu untuk kekebun juga saring tangan


"Iya sayang, ini cara mama menghilangkan suntuk karena berada di rumah terus, karena mama kurang suka pergi-pergi arisan dan kumpul-kumpul bersama teman yang tidak jelas tujuannya apa. Luas tanah ini 200 m persegi nak" Jelas Sulastri

__ADS_1


Emi hanya bisa menelan saliva nya mendengar penuturan dari mertuanya. Yang hobbynya bertolak belakang dengan dirinya, tapi saat ini ia harus mengalah karena tidak mungkin membiarkan ibu mertuanya itu berkebun sendiri tanpa ada yang membantu. Sambil terus memanen sayuran itu Emi juga mertuanya masih asik bercerita tentang sifat dan kebiasaan masing-masing. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari pintu arah kerumah.


"Ma, Emi udah siang ini. Ayo udahan dulu" ucap Jully yang memanggil dari pintu itu


"Iya sebentar nanggung" ucap Emi dan Sulastri serempak. Lalu mereka tertawa bersama


"Gak mertua, gak menantu sama aja. Kalau sudah asik dnegan kerjaannya lupa segalanya" Jully ngomel sendiri.


Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka, Emi dan juga Sulastri kembali kerumah.


"Mama sudah berapa kali di larang papa untuk menyerahkan kebun ke tukang kebun, untuk apa ada tukang kebun kalau mama masih bekerja juga, kamu juga Emi malah ikut-ikutan" Jully mengomel kepada kedua wanita itu


"Mama lebih senang menanam dan memanen hasil kebun mama sendiri, kalau untuk merawat baru mama serahkan kepada tukang kebun, dan itu sudah di setujui oleh papa mu" jawab Sulastri santai


"Apa salahnya berkebun kn tidak merugikan orang lain, malah itu bisa membuat kita sehat" ucap Emi membela mertuanya


"Kalian sama saja. Itu hasil kebun semuanya mau di apain coba" tanya Jully


"Kamu bantu angkat dan bagikan ke tetangga juga panti yang terdekat kalau kamu mau" jawab Sulastri santai sambil menggoda putra nya itu. Ia sangat tau pasti Jully akan menolak


"Suruh pak Yus aja ma.Jully capek habis dari kantor papa" ucap Jully


"Kamu juga kenapa sudah kekantor, bukannya kamu masih cuti" pintas Emi yang merasa kesal karena Jully tidak pamitan kepadanya


"Iya 3 hari lagi aku sudah harus masuk karena aku diposisikan sama papa di bagian menager keuangan. untuk belajar terlebih dahulu sebelum terjun memegang perusahaan itu" Jelas Jully


"Sudah jangan berdebat. Emi sekarang bantuin mama masak ya" ajak Sulastri dengan menarik tangan Emi dan mengacuhkan putranya


"Hei kalian berdua, mandi dulu baru masak, badan kotor seperti itu mau masak. bagaimana dengan masakan kalian nanti" teriak Jully merasa di acuhkan

__ADS_1


"Diam" bentak Emi dan Sulastri serempak


Akhirnya Jully mengalah dengan 2 wanitanya itu. Karena dia sangat tau kalau kedua wanita itu sudah marah maka jangan kan rumah, Indonesia ini bisa di tenggelamkannya. Kebayang kan kalau Indonesia tenggelam mau lari kemana kalian semua.


__ADS_2