
Emi hendak kekamar meninggalkan Jully, tapi cepat Fatimah menegurnya.
"Mau kemana Emi, tidak baik kalau meninggalkan tamu" nasehat Fatimah
"Kenapa orang dirumah ini membela dia semua. Emi tidak menyukainya dan tidak akan pernah suka. Kalau ada yang suka silahkan kalian yang berhadapan dengan dia" ucap Emi dengan kesal dan berlalu pergi
Orang tua Emi sangat kaget Dengan sifat Emi yang tiba-tiba sangat berubah jadi pemarah seperti itu.
"Sepertinya kau tidak akan berhasil anak muda" ucap Ferri kepada Jully
"Saya tidak akan pernah menyerah om, saya akan memperjuangkan Emi gimanapun keadaannya" ucap Jully tidak menyerah.
"Bagus. itu baru laki-laki" ucap Ferri menyemangati Jully
"Terima kasih om, ini ada sedikit oleh-oleh untuk om dan tante. Sekarang jully pamit untuk pulang dulu ya om" Jully pamit langsung pulang
"Ya nak, jangan dimasukkin kehati ucapan Emi tadi ya. Dia memang orangnya rada jutek gitu Jul" ucap Fatimah
"Ya tante tidak apa-apa, karena belum saling mengenal jadi seperti ini. Jully permisi dulu ya om, tan. Assalamualaikum" ucap Jully memaklumi. Dan langsung pamit pulang
"Waalaikumsalam" ucap Ferri dan Fatimah serentak
Setelah kepulangan Jully, Emi keluar kamar, hendak mengambil minum kedapur, tetapi Emi malah ketemu mama dan papa dimeja makan sedang makan martabak.
"Ooo pantesan didukung, dapat sogokan ternyata. Tega mama dan papa nukar Emi dengan sebungkus martabak itu. Emi juga bisa beli 1 gerobak martabak itu ma, pa" ucap Emi marah kepada kedua orang tuanya
"Emi kamu kok kur*** aj** sekarang sama mama dan papa, tega kamu menuduh kami seperti itu hah" mama balik marah kepada Emi
"Ya kalau bukan sogokan apa lagi ini namanya. suka sekali sama laki-laki macam itu" ucap Emi ngoyor pergi meninggalkan orang tuanya
"Emi… Emi, mama belum selesai ngomong" Fatimah memanggil tapi tidak didengar oleh Emi
"Sudah ma, biarkan aja dulu itu anak. Dia memang keras kepala sama kayak kamu. Besok juga udah baikan lagi" bujuk Ferri
"Tapi dia itu udah berumur pa, kapan dia akan mengenal cowok dan mempunyai pasangan hidup kalau bukan sekarang, sudah ada cowok yang mau dianya tetap nolak. Di jodohkan tambah nolak, maunya apa itu anak" Fatimah ngomel dihadapan Ferri
"Ya mau gimana lagi ma, kita harus nurut kemauan anak itu" ucap Ferri
Setelah itu mereka kembali kekamar mereka karena hari sudah mulai malam.
%%%%
__ADS_1
Di rumah Jully, Jully yang baru datang disambut dengan antusias oleh mama dan papanya.
Hai Boy, gimana udah ketemu calon mantu Mama" ucap Sulastri
"Udah na, dia sangat cantik" ucap Jully
"Terus kapan mau dilamarkan" tanya Karun
"Besok malam Mama dan Papa ada waktu. Ferri mau ajak makan malam bersama keluarga calon mantu mama. Tapi dia tidak ikut dulu bu" ucap Jully
"Loh kok gitu, emang ada apa, kenapa malah calon mantu mama tidak ikut" tanya Sulatri
"Sebenarnya gini na, Jully baru kenal Emi itu sekitar 3 harian. Itupun tidak sengaja. Tapi Jully yakin dia orang yang tepat untuk Jully. Dia seorang bidan dirumah sakit xxx, nah Jully mau minta tolong sama mama dan papa tolong lamarkan Emi untuk Jully" pinta Jully
"Kalau orang sudah tidak mau sama kita kenapa dipertahankan Jully, banyak kok cewek yang suka sama kamu " ucap Fatimah
"Tapi Emi beda na, dia sangat berbeda dengan cewek lain" ucap Jully
"Baiklah mama dan papa akan coba ya nak" ucap Sulastri
"Terima kasih ma, terima kasih papa" ucap Jully senang
Jully berjalan kekamarnya dan langsung tertidur karena memang hari ini sangat melelahkan terlalu banyak hal hal yang Jully lakukan hari ini.
%%%
Keesokan harinya Emi bangun pagi dan segera berangkat kerja. Emi tidak sarapan dirumah karena dia tidak ingin bertemu dengan Jully. Tapi sayang seribu sayang Jully sudah ada dirumahnya sepagi ini. Entah jam berapa dia datang kerumah ini.
"Udah ada lagi. Apa aku kesiangan ya, tapi ini baru jam 6 pagi" gumam Emi
"Assalamualaikum emi" sapa jully duduk diruang tamu
"Waalaikumsalam aku heran deh sama kamu, apa kamu semalam tidak tidur dan subuh sudah dirumah ku ya" ucap Emi
"Inilah perjuangan Emi. Harus dilakukan demi mendapatkan pujaan hati" ucap Jully lembut tapi tidak ada ekspresi
"Oo… Aku… aku berangkat dulu, kalau mau ketemu mama dan papa mereka sebentar lagi keluar kamar" ucap Emi grogi mendengar perkataan Jully tadi dan akan segera pergi tapi tangannya dicegat oleh bully
"Emi, maaf kalau selama ini aku selalu menyakiti dan memaksamu, tapi beri aku kesempatan 1x untuk membuktikan kepada mu kalau aku serius mencintaimu" ucap Jully lembut dan jujur
"Aku… akan aku fikirkan. tapi beri aku waktu. In… Ini terlalu terburu buru aku hanya syok" ucap Emi mengalihkan pandangannya karena grogi
__ADS_1
"Terima kasih, nanti malam aku berencana mengajak orang tua mu untuk makan malam, apa kamu mau ikut. Dan berangkatlah kerja bersama ku Emi" pinta Jully
"Maaf kalau untuk makan malam aku tidak bisa pergi karena mu persiapan pergi besok. Lain kali saja" tolak Emi dengan halus
"Baiklah, semoga sukses ya. Nanti saja berangkatnya, setidaknya temenin aku menemui orang tuamu dulu" pinta Jully lagi
"Baiklah" ucap Emi mengalah
Setelah Emi dan Jully ngobrol mama dan papa Emi pun keluar dari kamar untuk sarapan, begitu juga dengan adik-adik Emi yang akan pergi sekolah
"Eee ada nak Jully, sudah lama" sapa Fatimah
"Belum tante, om" jawab Jully sambil bersalaman oleh Ferri dan Fatimah
"Ayok sarapan dulu, Emi ajak Jully sarapan bersama" perintah Papa
"Ya pa" jawab Emi dan matanya segera melirik kearah Jully tanda mengajak
Mereka berjalan menuju meja makan dan sarapan bersama, setelah selesai makan Jully menyampaikan niatnya
"Om, tante kalau om ada waktu nanti malam jully mau mengundang om dan tante makan malam bersama kedua orang tua Jully" ucap Jully sopan
"Kalau om ok aja jul, tapi gimana sinta" jawab Ferri
"Emi sudah setuju tapi Emu tidak bisa ikut karena Emi mau siap-siap untuk berangkat besok pa, ma" jelas Emi
"Baiklah kalau begitu. Om dan tante akan datang nanti malam Jul" ucap Ferri
"Terima kasih banyk om" ucap Ferri
Setelah sarapn Ferri dan Emi langsung berangkat kerja bersama. Di dalam perjalanan tidak ada yang berkata, dan Emi hanya memandang keluar jendela. Setelah sampai di parkiran rumah sakit tempat Emi bekerja, Emi akan turun dari mobil itu
"Emi tunggu" ucap Jully
"Hmmm ada apa" tanya Emi
"I love you" Jully mengungkapkan perasaannya dan mengecup kening Emi sekilas
"Terima kasih" ucap Emi salah tingkah tapi tidak menjawab Jully
Emi langsung turun dari mobil Jully, meninggalkan Jully begitu saja
__ADS_1