Menikahi Seorang Bidan

Menikahi Seorang Bidan
7


__ADS_3

Emi sangat kesal dengan dengan tingkah dan sikap Jully yang semaunya sendiri dan suka memaksa.


"Dasar laki-laki aneh, laki-laki egois" ucap Emi yang sangat geram mengingat Jully


Emi menuju bogor dengan beberapa orang yang 1 tim dengan emi untuk memberikan penyuluhan sekaligus seminar kesehatan disana.


***


Di Ibukota Jully bersiap untuk pergi kekantor lagi menyiapkan semua pekerjaannya karena nanti malam ia akan makan malam dengan keluarga besar emi. Setelah hari sudah mulai sore Jully langsung pulang kerumah untuk bersiap siap, Jully juga sudah membooking restoran untuk makan malam bersama kedua keluarga. setelah siap ia langsung menemui orang tuanya diruang kelurga.


"Ma, pa sudah siapkah" tanya Jully


"Sudah, ayok nanti keburu malam ini. Tidak enak sama tamu kalau kita telat. Masa kita yang undang kita juga yang telat" mama ngomel karena kelamaan nunggu putranya


"Maaf bu bos" ucap Jully


Mereka sekarang melajukan mobil kearah restoran xx di ibukota sekitar 30 menit perjalanan karena macet mereka sudah sampai ditempat tujuan.


"Ayo ma, pa" ajak Jully berjalan kedalam restoran


Mereka disambut ramah oleh pelayan restoran itu dan mempersilahkan mereka masuk.


"Selamat datang direstoran kami dan silahkan masuk, tuan dan nyonya" sapa pelayan


"Terima kasih, meja yang sudah saya booking atas nama Jully dimana ya mbak" tanya Jully


"Mari ikut saya tuan" ucap pelayan sambil mengarahkan Jully dn orang tuanya kemeja yang Jully pesan.


Mereka menunggu kedatangan keluarga dari Emi yang masih dalam perjalanan menuju kerestoran itu. Jully uang grogi selalu grasak grusuk dimeja itu. Ini pertama baginya untuk bertemu keluarga. Walaupun mama nya sudah pernah mengajak Jully menemui beberapa keluarga tapi yang ini rasanya beda. Jully sangat grogi dibuatnya.


"Jully tenangkan dirimu ini bukan hari ujian nasional mu nak" ucap Karun


"Ya pa, Jully santai kom" Jully berbohong


"Santai darimana, dari tadi grasak grusuk sendiri" Sulastri jengkel dengan kelakuan anaknya


"Iya ma maaf" ucap Jully.

__ADS_1


Hampir 45 menit mereka menunggu akhirnya keluarga Emi datang juga. Jully segera menyambut mereka.


"Om, tante udah sampai" sapa Jully


"Maaf ya jul, om dan tante terjebak macet. Biasalah jakarta. Maaf juga adik adik Emi tidak bisa ikut karena mereka mau belajar untuk ujian besok" ucap Ferri


"Tidak apa apa om, oya perkenalkan ini mama dan papa Jully" ucap Jully.


Dan ketika mama dan papa Jully menyadari calon besan mereka sudah datang, mereka segera berdiri dari duduk mereka dan betapa terkejutnya mereka.


"Ferri, Fatimah" ucap Sulastri dan Karun


"Kalian, kenapa bisa disini" ucap Ferri dan Fatimah serentak


"Oya kami ini orang tua Jully" ucap Karun


"Lah kalian sudah saling kenal" ucpa Jully bingung


"Sudah dong, Fatimah dan Ferri ini sahabat kami waktu zaman abu-abu dulu. Tapi sudah lama tidak bertemu, oya mana anakmu yang bayi dulu" tanya Karun


"Wahhh ini kebetulan atau memang mereka berjodoh ya. Anakku yang bayi dulu waktu terakhir kita ketemu itu ya Emi yang akan jadi calon istri Jully ini" jelas Fatimah


"Iya lah Sulas, masa aku bohong" ucap Fatimah sambil tersenyum


"Pa... Cita-cita kesampaian untuk menjodohkan mereka berdua" ucap Sulastri kepada suaminya.


Jully yang hanya diam masih kebingungan melihat orang tuanya ini hanya tersenyum kikik.


"Ma, pa suruh duduk dulu om dan tantenya barublanjut ngobrol lagi ya" pinta Jully


"Aduuhhh sampai lupa, ayo Ferri dan Fatimah, kita dudul dulu. Aku sudah sangat rindu sama kamu" ucap Sulastri


"Baiklah, ayooo" ajak Fatimah


Akhirnya mereka duduk sambil mengobrol panjang lebar, mungkin karena sudah lama tidak bertemu sehingga mereka sedikit melupakan tujuan utama mereka.


Jully hanya diam melihat pemandangan itu. Dan ia hanya memperhatikan orang tuanya itu dengan seksama.

__ADS_1


"Ehem" ucap Jully memecahkan keramaian yang tidak jelas itu


"Kenapa kamu nak" ucap Sulastri


"Sepertinya aku disini dilupakan ma" Jully menyindir


"Astaghfirullah pa" ucap Sulastri


"Maafkan kami nak, karena sudah lama tidak bertemu seperti ini jadinya" ucap Karun.


"Jully, apa tujuan kamu mengajak kami bertemu" tanya papa Ferri


"Tujuanku cuma 1 om, meminang Emi dan meminta izin sama kalian semua dengan hubungan ini" ucap Jully lantang dan tegas


"Kami setuju, lanjutkan, tetapi jangan selalu memaksa Emi, dia akan ilfiil liat orang yang pemaksa. Emi lebih suka dibujuk Jully" jelas Fatimah


"Emang kamu maksain Emi terus Jully" tanya mama penuh selidik


"Ya, gak juga sih ma. Tapi karena susah mengajak Emi dengan baik-baik ya udah Jully paksa aja" jelas Jully terkekeh


"Jangan lakukan itu lagi Jully, pria itu harus elegan biar cewek tidak berkutik lagi" ucap Karun...


"Baiklah papa" ucap Jully


"Terus memangnya Emi sudah jadi pacar kamu Jully" tanya mama Fatimah


"Belum si tan, tapi akan jadi" ucap Jully


"Jully, Fatimah itu orangnya sangat keras, dia sebenarnya banyak yang suka, tapi selalu ditolakny karena alasan pekerjaannya yang menuntut dia selalu sibuk, ia takut mengecewakan orang yang ia cintai nantinya" jelas Fatimah


"Jully sudah ikhlas menerima Emi dengan kondisi apapun tan, Jully akan coba mengerti" ucap Jully


"Kamu tidak akan paham dengan dunia Emi kalau baru sebentar Jully" ucap mama Sulastri


"Terus Jully harus apa ma" ucap Jully


"Tunggu dan sabar, kenali dan pahami Emi sedalam dalamnya" ucap Karun

__ADS_1


"Baiklah pa, ma om dan tante. Sekarang kita makan dulu" sajak Jully


__ADS_2